Suara Hati

Duh, air mata lagi. Tak bosan aku menangisi keadaanku yang diambang ketakutan dan ketidakpastian ini. Aku suka hidup karena aku tidak tahu pasti apa yang akan aku hadapi nanti. Tapi itu dulu sebelum cinta hinggap di hati. Semua yang tidak pasti bagai mimpi yang tak terkendali. Harapan kosong yang menjadi-jadi. Doa selalu terpatri dalam sanubari. Meyakini, Tuhan pasti mengerti.

-Depok, 24 April 2013 // 13.42

Advertisements
Quote

Kukatakan bahwa…

Kukatakan bahwa jika cinta telah meraja, segala sesuatu bisa berubah, tampak berubah dan benar-benar berubah. Karena cinta, hati menjadi pemaaf. Cinta tak pernah memandang sisi negatif yang dicinta. Dan sisi negatif akan memperoleh pembenaran dalam sudut pandang yang berbeda. Tak diragukan, kekuatan cinta untuk aktivitas revolusi, amatlah dahsyatnya! Termasuk di dalamnya, akulah salah satu mangsa yang terpanah.
– Abidah El Khalieqy “Geni Jora”

Impikan Sepucuk Surat

Membaca buku dipojokan, ku baca halaman per halaman. Terbesit dalam pikiran, andai kamu mengabarkan ku dengan satu surat bersisi pemberitahuan: “Aku sedang belajar Islam.” Seperti yang pernah berkali-kali aku impikan. Hmm, mungkin itu hanya lamunan. Tapi aku tahu Tuhan selalu berkemampuan. Biarkan waktu berjalan. Haduh sudalah, lupakan! Itu cuma angan.

-Depok, 24 April 2013 // 13.34

Aku Menyukai Hujan

Aku menyukai hujan, akan ada banyak ide yang tercipta hanya dari bunyi tetesan air yang terjatuh dari atap rumah, akan ada banyak lagu dibalik gelapnya langit yang ditutupi awan hitam, akan ada banyak cerita seiring lebatnya air yang membasahi perjalanan pulang. Aku menyukai hujan, biarpun cerita tentang kita tidak pernah dilatar belakangi hujan. Hujan simbol dari keberkahan Tuhan, walau dingin tapi terkesan sejuk dan teduh. Apa kamu tahu? Ada kemiripan antara kita dan hujan, khususnya titik hujan yang menempel pada satu kaca jendela. Ya, titik-titik hujan itu seperti kita, bersama dalam satu wadah tapi tidak bisa menyatu bersama.

Cinta Semesta

Sejak kapan aku tertarik pada cerita cinta? Sejak kapan aku memikirkan kejadian yang kebetulan dalam cerita cinta? Sejak kapan aku berharap-harap ingin ku dan dia seperti yang ada pada cerita, mencintai satu sama lain begitu dalam dan keluarga pun merestuinya. Atau aku berharap-harap ingin ku dan dia tidak akan melakukan hal bodoh dengan selingkuh sana-sini ketika cinta tak lagi ada. Sejak kapan? Sejak kapan pula aku menangis dengan perasaan gelisah ketika membaca novel tentang cinta. Sejak kapan? Aku sungguh muak dengan diriku yang sekarang, terseok-seok karena memikirkan cinta. Padahal cinta yang aku butuhkan hanya satu, cintanya semesta kepadaku. Sebenarnya aku tidak menginginkan cinta dari siapapun, kecuali dari semesta. Karena ketika aku mendapat cinta dari semesta, aku tak akan seperti sekarang, sakit hati sampai pipi ini basah. Karena cinta semesta akan mengabadi pada sanubari. Selamanya.

Hujan Menggalau

Hujan menggalau.
Buat apa aku menangis, aku bukan pengemis, yang mengemis cinta, dari seorang pria, yang tak akan mungkin bisa ku miliki, biarpun kita saling mengasihi. Nasi sudah menjadi bubur, lebih baik aku memendamnya dalam kubur, karena waktu tak akan bisa ditarik mundur. Buat apa aku berharap, tak ada lagi cinta seperti dulu yang berderap, melangkah beriringan, tersenyum kegirangan. Sudahlah, aku sudah lelah. Biar hujan sore ini menyapu kegalauan, memberikan aroma tanah yang kebasahan, menyimpan rasa yang tak terlupakan.

-Depok, 22 April 2013 // 13:30 WIB

Episode

Dear,

Kode, ya saya punya beberapa kode ketika saya bicara dengan teman saya. Kode tersebut diciptakan agar kita tetap dapat membicarakan hal tersebut di depan orang lain tanpa ada orang yang tau maksud pastinya. Pasti kalian juga punya, apalagi ketika membicarakan orang. Dan dialog hari ini.

X : Saatnya menulis, tolong hadirkan cinta untuk ku, hai lagu-lagu cinta…

 

Y : Episode baru, Gen?

 

X : Nggak. Sekarang gw nungguin apa kata big director aja.

 

Y : Oh, udah abis? endingnya gimana?

 

X : ngambang.

 

Y : Kok ngambang? Nggak happy ending aja.

 

X : bukan gw yang ngatur, gw cuma co-director, dia juga co-director. Ada big director yang memutuskan. Sekarang episodenya ngambang, kalau big director mau cerita berlanjut mungkin nanti ada season 2.

 

Y : Semoga happy ending ya. Season ke-2 ceritanya nyambung sama yang sebelumnya?

 

X : Aamiin. Kalau yang ngambang ini Rama & Sinta, mungkin kalau Big Director berkehendak, gw akan buat proposal untuk request season 2 tentang Ali & Fatimah. Dan kalau Big Director juga berkehendak, gw akan menawarkan diri untuk jadi pemeran utamanya, Fatimah. Doain aja ya 🙂

Cuma saya dan teman saya yang tau, eh atau mungkin kamu tau siapa Big Director itu.