#AliensJournal: Monolog

Dear heart, 

 “Sometimes, you just have to stop. You don’t have to chase anymore. Stay.

If they really want you.
When you stop chasing them, they will turn back. They will come for you.

If they don’t. Only if you are strong enough to endure the pain. Stay there, wait and pray. Stop chasing.

But, If you can’t hold it anymore.
Walk away. Walk away from someone who doesn’t want you. Stop being pathetic to have them. Stop being desperate to have them. It’s okay.

Remember, what is meant to you will reach you even it is beneath two mountains. What is not meant to you, will not reach you even it is between your two lips.

Above all, stay and pray. 

Don’t chase.

 – Luqman San (here)

NB: At least say something, say if im wrong. Dont be silent. O Allah, guide me. 

[Kajian] Memilih Pasangan Menurut Sunah Rasulullah

oleh Ustad Bendri Jaisyurahman.

13 Mei 2016/ Masjid Agung Sunda Kelapa.

Pernikahan adalah bagian dari awal pembentukan peradaban. Rasul dalam urusan nikah memberikan panduan, dalam pernikahan ada hak kita dan anak-anak kita. Maka itu dimulai dari bagaimana memilih pasangan.

Ada fulan yang bertanya kepada Amirul Mukminin Umar tentang hak anak. Anak berhak mendapatkan ibu yang baik, nama yang baik dan ilmu Quran beserta adab dan hukum-hukumnya. Maka disini berlaku hukum, yang kamu tanam itu yang akan kamu tuai. Karena pengasuhan itu ibarat hutang piutang, jika tak diberi hak anak dimasa kecil maka anak itu akan menagihnya disaat dewasa.

Dalam memilih pasangan disitu ada aspek kebutuhan keluarga, bukan hanya untuk diri kita sendiri. Contohnya kisah Jabir yang memilih menikahkan janda. Rasul bertanya, kenapa? padahal kamu berhak atas perawan, kamu bisa lebih banyak bersenang-senang bersamanya. disinilah letak cinta karena Allah, Jabir menjawab, aku anak piatu, adik-adikku perempuan semua dan ada yang masih kecil, aku butuh sosok yang bisa menjaga mereka. Inilah Islam bisa mengintervensi keputusan manusia untuk aspek yang lebih luas. Subhannallah.

Ada 3 hal yang harus dipikirkan ketika memilih pasangan:

Niat yang benar.Yakin dulu bahwa ibadah bukan dengan menikah saja, jomblo pun juga banyak cara ibadahnya. Nikah ibadahnya bersyukur, jomblo ibadahnya bersabar. Harus diniatkan beribadah dengan ikhlas, memurnikan ketaatan kepada Allah. Kenapa ikhlas? Karena nikah itu satu-satunya ibadah yang waktunya paling lama. Takwa itu mengendalikan syahwat dan produktif dalam beramal. Gimana caranya? Nikahlah salah satu caranya.

Contoh niat ingin menikah dalam kisah sahabat: Mahar agama, mengendalikan syahwat, meninggikan derajat, mengalihkan cinta yang salah. Dikisahkan Thalhah yang memiliki perasaan kepada Aisyah istri Rasul, dalam hati dia pernah terbesit keinginan, nanti saya akan nikahkan Aisyah kalau Rasul wafat. Wallahi, ketika Thalhah berpikirian itu, turunlah ayat Quran bahwa janda-janda Nabi tidak boleh dinikahkan.Subhanallah banget, Allah tau apa yang ada dihati kita. Maka dari itu, untuk mengalihkan cinta yang salah Thalhah berniat untuk menikah dengan siapapun supaya pikirannya tidak terbayang-bayang Aisyah, supaya bisa lebih melihat realita.

Intinya adalah mencari ridho Allah.

Kriteria yang benar. Karena kalau salah pilih pasangan, ini bisa jadi penyebab anak-anak yang salah. Ada hadist nabi: Wanita/Pria dinikahi karena 4 hal, karena harta, karena keturunan, karena kecantikan/ketampanan, karena agama. maka pilihlah yang basicnya karena agamanya. Jika tidak kamu menyesal yang  amat dalam.

Dikisahkan Faruq dan Ummu Rabiyah, Faruq baru menikah saat itu, tapi dia ingin menjadi Mujahid perang, akhirnya istrinya dia tinggalkan dengan rumah dan uang sebanyak 30.000 dinar (60 Milyar Rupiah). Sebelum pergi dengan menitipkan uang itu, mereka berhubungan suami istri. Faruq menjadi mujahid sukses, beliau kembali dengan badan yang masih kekar biarpun sudah ubanan setelah 30 tahun. Ketika kembali ke rumahnya, rumah itu masih sama, letaknya, besarnya, bentuknya. dan ketika  masuk kerumah dilihat pria muda cakap ada di dalam, dia pikir istrinya macam2 dengan pria lain, tapi ternyata itu anaknya. Dia bertanya kepada istrinya, “kamu apakan uang ku yang 30.000 dinar? rumah sama, kamu pun berpakaian tetap sederhana.” Istrinya jawab, “nanti saja diceritakan.” Ketika solat subuh keesokan harinya, Faruq bersama anaknya pergi ke mesjid Nabawi, setelah solat dia terpisah dari anaknya, ada banyak orang berkumpul mengitari syeikh. Faruq tanya ke orang terdekat, “siapa syeikh itu? ajarannya bagus.” Dijawab, “itu Rabiyah anaknya Faruq.” seketika, dia pulang kerumah dia cium istrinya dia berterimakasih. Istirnya telah amanah dengan harta yang ditinggalkan. Dia jadikan anaknya Mujahid lewat ilmu, sedangkan suaminya Mujahid lewat perang. Subhanallah kalau kita bisa benar-benar menjadi orang baik dan memilih pasangan yang baik.

Cara yang baik. (dihold sampai pertemuan selanjutnya habis lebaran)

Sesi pertanyaan: Bagaimana dengan nasab yang tidak baik.Yang harus kita perhatikan, jika sekedar keturunan buruk tapi pola asuh diluar dari keluarganya, ini bisa jadi pertimbangan. Jauhilah olehmu tumbuhan hijau yang dikubangan kotoran. Makna: penegasan bahwa pentingnya aspek pembentuk akhlak calon. Karakter itu dipengaruhi dari pola asuh umur 0-15 tahun. Jadi kita harus pahami betul karakter calon pasangan. Jadi bukan genetiknya, tapi pola asuhnya. Karena ada ibu-ibu yang inshaAllah solehah, rajin ngaji tapi kalau sudah marah dia bisa berbuat kasar sama anaknya. dan ini pun dia akui dan dia sadari tapi gak bisa dia sembuhi, karena dulu waktu kecil dia diperlakukan seperti itu oleh orang tuanya. Sungguh disini kita belajar, nikah itu bukan hanya aku dan kamu, tapi anak-anak kita kelak dan keluarga kita.

Cari yang betul-betul bisa saling  membimbing, sarannya, kenali diri sendiri terlebih dahulu kita orang seperti apa, butuh pasangan yang bagaimana agar apa yang jadi hajat kita bisa di-support pasangan.

Distance Does Not Matter

Having a long distance relationship is more difficult than any others.

Not only with our lover but also with parents, sisters, brothers and friends.

You have to control your emotion, to save your feeling for his/er feeling. It’s not easy. Sometimes arguing can take all things bad, but sometimes arguing can make us longer.

We can earn yearning from this type of relationship. And it is the reason why distance commonly makes a relationship is getting more intimate. We can know others well, what his/er behavior, type of emotional. But a main point from this type of relationship is communication. Okay you have privacy, your own desire, your own time but if you want to have long last relationship, you have to know each other, understanding each other, you have to respect others. Protect other’s feeling from your emotion. It’s quite important to organize your emotion.

Remember, distance does not matter. If you want your relationship last please present those things : trust, respect, friendship, and understanding. And it also works for any kind of relationship.

xoxo GK.

Big Questions

How come a man can say that he loves her even though now he’s on going to get married with another woman?

How come a man can say that love only happen once in life, others are nothing?

So if that love already happened between him and her, then he will not feel the same love to another.

How come a man can say, “i still love you, 24 hours my head full of you. But I decide to leave you for ever”? What?

Love needs a sacrifice, man.

How come a man can pretend to love another woman while his heart still shouts her name?

How come a man can do those?

How come?

It is only happened after they took every thing so serious.

So please, don’t say “I love you” to a girl, if you don’t mean it. Because she will believe.

To him that hurts her but untamed still.

Transition Period

It’s like how we are. ‘Stay stay stay’ by Taylor Swift.

“I’m pretty sure we almost broke up last night.
I was expecting some dramatic turn-away,
but you stayed.”

We do like arguing. I often have different ways from what u are thinking. But you seem know me, often say “I know I will face this situation.”

“This morning I said we should talk about it.
‘Cause I read you should never leave a fight unresolved.”

That’s when I said “later after work time ill tell you what I want to say.” And u replied “I’m not busy, okay let’s talk.”

After we argue, I explain my points and you do that also. You say all things in my hands now, what we do next is up to me. I confuse.Then you will say,
“I think that it’s best if we both stay.”
And me, only following your words. *sigh

Sometimes I feel like you only want me to give my attention to you. Impatient. Selfish. But…
“You took the time to memorize me:
my fears, my hopes, and dreams.
I just like hangin’ out with you, all the time.”

“And I love you because you have given me no choice”

Posted from WordPress for BlackBerry.

Cerita Kita

Di saat kita telah menjalin rasa

Perhatian terbangun begitu saja

Di saat aku dan kamu menciptakan banya kcerita

Pikiran tersita hanya tentang kita

Aku mendengar tentang kita di tiap lagu cinta

Aku membaca tentang kita di tiap cerita cinta

Aku melihat tentang kita di tiap film bertemakan cinta

Apa pencipta lagu itu tahu perasaan kita?

Dengan begitu lagu yang diciptakannya persis seperti kita

Apa penulis cerita itu tahu keadaan kita?

Sehingga cerita yang dibuatnya menggambarkan tentang kita

Lalu, apa sutrada film itu juga mengenal kita?

Seakan-akan dia menyaksikan kisah cinta kita

Begitu istimewakah cerita tentang kita?

Setiap saat pikiranku tentangmu menghiasi imajinasiku

Terkadang aku tak bisa mengontrolnya

Karena mendengar sedikit, membaca sepintas, melihat sekilas

Aku selalu teringat tentang cerita bersamamu.