Tertulis

Bukan Ummu Sulaim bukan Abu Thalhah
Memulai cinta mereka dengan mahar keislaman
Bukan pula Ummu Hakim Al Harits bukan pula Ikrimah bin Abu Jahl
Memberi kado doa setiap saat untuk sang kekasih

Kita bukan mereka
Hati kita mungkin tak dapat bersama pada satu muara, selamanya
Untuk meng-Esa-kan Tuhan yang sama

Kita bukan mereka
Walau aku pinta mahar keislaman
Walau doa setiap saat ku panjatkan
Hatimu milikNya, Dia yang berkuasa membolak-balikannya
Hatimu dalam naungannya, aku tak kuasa menggerakannya

Awalnya aku terus meminta agar kisah kita sama seperti kedua pasangan itu
Berakhir dalam indahnya ukhuwah
Tapi Tuhan membuktikan beda
Kita mungkin sama rasa tapi kita beda cita

Maktub
Semua telah tertulis
Tertulis di bukuNya

Posted from WordPress for BlackBerry.

Advertisements

Butterfly

Rainbow comes after rain

Dawn comes after midnight

Minute comes after second

And butterfly comes after you.

 

a couple stand under an umbrella

pigeons fly above sky

you stare at me many times

And butterfly stays in my tummy

 

We are strangers in the begining

We didn’t know each other before

before we met in school cafetaria

your tummy full with meals and my tummy full with butterflies

 

We fall in love.

 

Stay Stay Stay

#1 Selamat pagi. Angin segar masuk kedalam bilik kamar bersama sinar mentari. Mendorong ku untuk beraktivitas menyongsong hari. Ragaku bergerak, menari tanpa henti. Lincah dan senyuman pun terpancar dari bibirku yang mungil ini. Tapi jauh di dasar lubuk hati, aku resah sendiri. Masih ada sesosok pria yang ku nanti, seperti tak mau pergi. Menetap dan berdiam diri di sini.

2# Selamat siang. Burung-burung pencari makan kembali ke sarang. Ada pula yang terus terbang melayang. Perahu layar terkembang, siap untuk menyebrang. Ingin rasanya ikut burung terbang dan perahu menyebrang. Lalu menetapkan hati ini pada pria tersayang.

#3 Selamat Malam. Langit kini diciptakan gelap untuk kita berpikir dalam. Ku tanyakan pada Semesta alam. Mengapa dirinya tetap menyala tiada bisa padam. Ku berpikir dalam, terus dalam, hingga tubuh ini demam. Lalu ku tertidur di bawah lampu temaram.

Posted from WordPress for BlackBerry.

Perasaan Saja

Rindu.
Senja menguning, hatiku berguling.
Rindu.
Malam merajut, hatiku berkalut.
Rindu.
Pagi mengejar, hatiku terkapar.
Rindu.
Siang menyengat, hatiku berat.
Rindu.
Menaruh asa, yang bisa saja takkan terlaksana.

-Geka

Posted from WordPress for BlackBerry.

Life

Life.
If this life is a movie
Allah is the director
And I am the actor
Who playing the manuscript of life which has written on His book, called Lauh Mahfuzh.
If this life is a country
Allah is the law maker
And I am the citizen
Who running the rules of life, act upon what He said on His book, called Quran.
I can make lot of plans
But Allah the Only One who decide
He is the One-Knowing what the exact time
What the best line
I only can hope within du’a (prayer)
Because du’a is the weapon for believer
And fate can be changed with prayer.

-Geka.

“Ud’uni astajib lakum”
Call Me and I will respond to you.
Quran 40:60

Hujan Menggalau

Hujan menggalau.
Buat apa aku menangis, aku bukan pengemis, yang mengemis cinta, dari seorang pria, yang tak akan mungkin bisa ku miliki, biarpun kita saling mengasihi. Nasi sudah menjadi bubur, lebih baik aku memendamnya dalam kubur, karena waktu tak akan bisa ditarik mundur. Buat apa aku berharap, tak ada lagi cinta seperti dulu yang berderap, melangkah beriringan, tersenyum kegirangan. Sudahlah, aku sudah lelah. Biar hujan sore ini menyapu kegalauan, memberikan aroma tanah yang kebasahan, menyimpan rasa yang tak terlupakan.

-Depok, 22 April 2013 // 13:30 WIB