Serial Omar (Umar Bin Khattab) Episode 7

Omar adalah potret figur yang kuat dalam revolusi Islam pertama yang secara umum merubah wajah Timur Tengah secara keseluruhan.

#Cast

  • Umar Bin Khattab (Samer Ismail)
  • Abu Bakar Ash Shidiq (Ghassan Massoud)
  • Usman Bin Affan (Tamer Arbeed)
  • Hamzah Bin Abdul Muthalib (Mohamed Miftah)
  • Bilal-i Habesi (Faysal Amiri)
  • Abdullah bin Massoud (Jaber Jokhadar)
  • Zaid Bin Khattab (Mahmoud Nasr)
  • Abu Sufyan (Fathi Haddaoui)
  • Abu Jandal (Majd Feda)
  • Amr Bin Ash (Qashin Mlho)
  • Khalid Bin Walid (Mehyar Khaddour)
  • Ikrimah Bin Abu Jahal (Hicham Bahloul)
  • Wahsyi Bin Harb (Ziad Touati)

#Full Episode 7

#Isi Cerita

Meneruskan adegan Abdullah bin Massoud yang membaca surat Ar-rahman dengan suara keras di depan orang-orang Quraisy. Abu Jahal dan para petinggi Quraisy mendengar dari tempat perkumpulan mereka, lalu Abu Jahal menghampiri Abdullah dan mencambuknya. Jika kaum muslimin dicambuk atau dicacri mereka hanya pasrah atau melempar salam damai kepada mereka-mereka yang menyakitinya. Umar ra tidak tega, melihat adegan itu dia pergi mengunjungi rumah Fatima, adiknya.

Dihari lain umat muslimin terus mencoba untuk berdakwah secara terang-terangan, Rasulullah sering melaksanakan solat di depan Ka’bah. Sampai suatu ketika, Rasulullah melakukan solat di dekat Ka’bah dan Abu Jahal melihatnya. Saat itu Abu Jahal memanggil para petinggi Quraisy untuk tidak tinggal diam dan harus memberi pelajaran kepada Rasul. Tetapi saat itu, Abu Bakr ra menjaga disamping Rasulullah yang sedang solat. Abu Bakr ra mencegah Abu Jahal yang mendekat ingin melucuti Rasulullah. Akhirnya, Abu Bakr ra lah yang disiksa sampai pingsan. Ketika Abu Bakr ra sadar, kalimat yang diucapkannya adalah menanyakan kabar Rasulullah, beliau khawatir akan keadaan Rasulullah. Setelah sedikit membaik, Abu Bakr ra meminta diantarkan ke tempat Rasul berada,yaitu di rumah Al-Aqram.

Petinggi-petinggi makin jengkel terhadap kaum muslimin, mereka mendapat kecaman dari keluarga mereka yang sudah masuk Islam atas tindakan yang keji terhadap umat Islam. Keadaan Mekah kacau, beberapa orang menilai tindakan Abu Jahal dan kawan-kawannya salah tetapi mereka juga belum mau meninggalkan agama nenek moyang mereka. Sampai pada adegan Umar ra yang bertemu dengan Abdullah Bin Suhail, saat itu tengah malam Abdullah duduk termenung. Ketika Umar ra bertanya sedang apa dia berdiam sendiri, Abdullah menjawab,

“Siapapun bisa hidup dengan dua hati, Ya Umar, satu untuk dirinya sendiri satu untuk orang lain. Tapi haruskah kita mematuhi nenek moyang kita dan tidak mengikuti kata hati kita sendiri?”.

Lalu Umar ra memberi jawaban, jawaban yang sangat masuk akal, kurang lebih seperti ini,

“Kamu sedang memikirkan Islam? Jika kamu berpikir Islam adalah keyakinanmu,maka lakukan dan terima semua konsekuensinya. Biarpun hal itu menjadikan kita musuh, tetapi aku akan kagum padamu. Namun jika kamu memilih agama nenek moyang yang bukan keyakinanmu dan kamu terpaksa melakukannya, maka kamu adalah temanku tetapi aku akan melihatmu dengan penghinaan.”

Setelah pembicaraan singkat itu, Abdullah mengakui dirinya memeluk Islam dihadapan bapaknya, Suhail Bin Amr. Sedangkan saudaranya Abu Jandal, masih belum memasuki Islam dengan alasan mungkin suatu saat nanti akan berubah, karena kita tidak akan tahu bagaimana masa depan.

Umat muslim semakin sering diperlakukan tidak adil di Mekah saat itu, lalu sebagian dari umat muslim berhijah ke Habasyah, di sana ada raja yang sangat adil, yang bisa menerima mereka dengan baik. Tetapi berkat perlindungan dari kaum Bani Hasyim, Rasulullah dan beberapa sahabat masih tetap berada di Mekah. Melihat hijrahnya umat muslim, petinggi Quraisy tetap tidak bisa tinggal diam, Utbah berencana untuk mengutus orang ke Habasyah, menemui raja Najashyi dan menghasut agar raja mengembalikan seluruh umat muslim ke Mekah.

#Kesimpulan

Beberapa hal yang dapat diambil pelajaran dari episode ini:

  1. Hanya Allah-lah yang memiliki hati kita, Allah-lah yang bisa membolak-balikan hati. Sama seperti yang dikatakan Abu Jandal. Dan masuknya Abdullah ke Islam itupun pasti sudah kehendak Allah.
  2. Yakinlah pada apa menurut kalian baik dan terima semua konsekuensinya.
  3. Jika Islam sudah mendarah daging, maka hanya pada Allah-lah tempat untuk berserah diri dan bersandar.
  4. Bersabarlah, seperti yang dikatakan raja Najashyi kepada umat muslim yang hijrah, meminta perlindungan ke Habasyah.

Serial ini makin memperlihatkan bahwa wajib ditonton seluruh umat di dunia, tidak ada yang terkecuali. Karena, setiap tokoh diceritakan dengan porsi yang pas dan setiap kejadian memiliki makna yang bisa diambil sebagai pelajaran serta inilah Islam yang sebenarnya. Selain itu, ayat-ayat Quran yang dikatakan pada dialog dalam serial ini juga pas, sehingga kita yang lupa diingatkan kembali oleh serial ini. Semoga Allah merahmati dan memberkahi setiap jalan crew dan para pemain. Aamiin.

Saya bukan ahli agama, jadi tulisan saya ini menjadi pengingat juga bagi diri saya pribadi. Semoga penceritaan kembali tentang serial Omar episode 7 ini bermanfaat.

#Notes

Tulisan ini dimaksudkan hanya untuk berbagi pengetahuan. Saya bukan ahli dalam sejarah, apalagi sejarah Islam. Saya hanya mengagumi cerita dari serial ini, dan ingin sekali berbagi isi cerita kepada semua orang, karena banyak sekali pelajaran yang bisa didapat, nasihat yang bisa membawa kita untuk muhasabah (introspeksi) diri. Sosok Umar ra patut dicontoh bagi setiap makhluk, karena tiap makhluk harus bisa memimpin dirinya sendiri. Saya hanya membuat sinopsis berdasarkan apa yang didapat dari serial ini. Wallahualam bishawaf.

#Source 

mmbc1mbc @ youtube

Serial Omar (Umar Bin Khattab) Episode 6

Omar adalah potret figur yang kuat dalam revolusi Islam pertama yang secara umum merubah wajah Timur Tengah secara keseluruhan.

#Cast

  • Umar Bin Khattab (Samer Ismail)
  • Abu Bakar Ash Shidiq (Ghassan Massoud)
  • Usman Bin Affan (Tamer Arbeed)
  • Hamzah Bin Abdul Muthalib (Mohamed Miftah)
  • Bilal-i Habesi (Faysal Amiri)
  • Abdullah bin Massoud (Jaber Jokhadar)
  • Zaid Bin Khattab (Mahmoud Nasr)
  • Abu Sufyan (Fathi Haddaoui)
  • Abu Jandal (Majd Feda)
  • Amr Bin Ash (Qashin Mlho)
  • Khalid Bin Walid (Mehyar Khaddour)
  • Ikrimah Bin Abu Jahal (Hicham Bahloul)
  • Wahsyi Bin Harb (Ziad Touati)

#Full Episode 6

#Isi Cerita

Bilal masih saja tidak mau menuruti apa kata majikannya, Bilal tetap dengan pendiriannya, akan cintanya kepada Allah dan Rasul sehingga dia terus menyeru “Ahadun Ahad” biar sekalipun dia mati dicambuk. Tetapi Alhamdulillah, atas izin Allah, Abu Bakr ra datang menolong dengan membeli Bilal sehingga dia terbebaskan dari siksaan tersebut. Terpujilah Abu Bakr ra, beliau membeli beberapa orang budak muslim agar terbebas dari cambukan kaum Quraisy. Sedangkan Yassir dan keluarganya tetap mendapat siksaan dari Abu Jahal karena seperti yang Rasulullah katakan “Bersabarlah keluarga Yassir sesungguhnya kalian akan berkumpul di surga”. Dan sampai suatu waktu, Abu Jahal naik pitam, dan dibunuhlah istri Yassir, sedangkan Yassir meninggal karena kelelahan disebelah anaknya ketika malam. Tinggal tersisa anaknya, Ammar, Abu Jahal mempersiapkan pisau yang telah dipanaskan dengan api, karena pisau itu, Ammar mencela Nabi sesuai yang dipinta Abu Jahal. Dan lalu dia terbebaskan. Di perjalanan Ammar bertemu dengan Abu Bakr ra dan dia meminta untuk diantarkan ke hadapadan Nabi karena dia telah berbuat zalim atas namanya.

Di suatu pagi, Umar ra mengunjungi Ayyash dan Salamah di tempat mereka dikurung. Umar berkata bahwa dia tidak suka berkumpul dengan Abu Jahal, dia hanya senang berkumpul dengan Ayyash dan Salamah mendiskusikan macam-macam seperti biasanya. Namum Ayyash dan Salamah mencoba mendesak Umar ra agar dia mau melihat Islam sebagai agama yang baik, yang memisahkan yang benar dan yang salah. Karena sesungguhnya Umar ra adalah orang terpandang, berakhlak baik dan mementingkan moral, seharusnya dialah orang yang paling bisa memahami Islam. Mulai dari apa yang Umar ra lihat dan dengar dari orang Islam, terlihat diwajahnya kekaguman akan Islam. Sampai akhirnya bertemu dengan Abdullah Ibnu Massoud, dan berkatalah dia kepada Umar ra, “Anda pasti lebih baik dari dua laki-laki, dan saya yakin bahwa doa Nabi tidak akan salah.”

Di suatu tempat, umat muslim yang hanya sebagian kecil berkumpul dan membicarakan mengenai tindakan apa yang sepantasnya mereka lakukan untuk mencegah keburukan dari kaum Quraisy. Bukan membalas dengan hal yang sama, bukan mencaci berhala, tetapi menyerukan ayat Quran, Surat Ar-Rahman, agar orang-orang Quraisy berpikir. Hal tersebut dilakukan oleh salah satu sahabat nabi, Abdullah Ibnu Massoud.

#Kesimpulan

Beberapa hal yang dapat diambil pelajaran dari episode ini:

1. Bersabar karena pertolongan Allah dekat bagi orang yang beriman.

2. Tidak boleh menghina sesembahan orang lain, karena nanti mereka akan membalas dengan menghina Allah

3. Berperilaku baiklah kepada sesama muslim dan saling tolong menolong, baik itu yang kuat dan yang lemah karena kita bersaudara.

Semoga Allah mengampuni dosa kita, melindungi kita dari sifat tercela dan menanamkan serta menjaga sifat baik&taat kepada-Nya.

Serial ini makin memperlihatkan bahwa wajib ditonton seluruh umat di dunia, tidak ada yang terkecuali. Karena, setiap tokoh diceritakan dengan porsi yang pas dan setiap kejadian memiliki makna yang bisa diambil sebagai pelajaran serta inilah Islam yang sebenarnya. Selain itu, ayat-ayat Quran yang dikatakan pada dialog dalam serial ini juga pas, sehingga kita yang lupa diingatkan kembali oleh serial ini. Semoga Allah merahmati dan memberkahi setiap jalan crew dan para pemain. Aamiin.

Saya bukan ahli agama, jadi tulisan saya ini menjadi pengingat juga bagi diri saya pribadi. Semoga penceritaan kembali tentang serial Omar episode 6 ini bermanfaat.

#Notes

Tulisan ini dimaksudkan hanya untuk berbagi pengetahuan. Saya bukan ahli dalam sejarah, apalagi sejarah Islam. Saya hanya mengagumi cerita dari serial ini, dan ingin sekali berbagi isi cerita kepada semua orang, karena banyak sekali pelajaran yang bisa didapat, nasihat yang bisa membawa kita untuk muhasabah (introspeksi) diri. Sosok Umar ra patut dicontoh bagi setiap makhluk, karena tiap makhluk harus bisa memimpin dirinya sendiri. Saya hanya membuat sinopsis berdasarkan apa yang didapat dari serial ini. Wallahualam bishawaf.

#Source 

mmbc1mbc @ youtube

Serial Omar (Umar Bin Khattab) Episode 5

Omar adalah potret figur yang kuat dalam revolusi Islam pertama yang secara umum merubah wajah Timur Tengah secara keseluruhan.

#Cast

  • Umar Bin Khattab (Samer Ismail)
  • Abu Bakar Ash Shidiq (Ghassan Massoud)
  • Usman Bin Affan (Tamer Arbeed)
  • Hamzah Bin Abdul Muthalib (Mohamed Miftah)
  • Bilal-i Habesi (Faysal Amiri)
  • Abdullah bin Massoud (Jaber Jokhadar)
  • Zaid Bin Khattab (Mahmoud Nasr)
  • Abu Sufyan (Fathi Haddaoui)
  • Abu Jandal (Majd Feda)
  • Amr Bin Ash (Qashin Mlho)
  • Khalid Bin Walid (Mehyar Khaddour)
  • Ikrimah Bin Abu Jahal (Hicham Bahloul)
  • Wahsyi Bin Harb (Ziad Touati)

#Full Episode 5

#Isi Cerita

Pada episode ini, Umar ra telah sepakat dengan Abu Jahal untuk memerangi umat muslim, bukan berperang dengan orang-orang dari Bani Hasyim, melainkan menghukum orang-orang yang mengikuti agama yang dibawa Nabi Muhammad. Namun sebelumnya Uthbah berbicara kepada Rasulullah, adakah sesuatu yang diinginkan Rasulullah SAW (harta, wanita, kedudukan sebagai raja) supaya Rasulullah SAW berhenti menyebarkan Islam. Tapi usahanya sia-sia.

Mulailah hilang kesabaran petinggi Quraisy temasuk Umar ra, para budak-budak yang sudah beragama Islam, dilucuti, ditindih dengan batu besar supaya mereka merasakan akibatnya berkhianat kepada agama nenek moyang mereka. Budak-budak itu diminta untuk menyebutkan bahwa berhalalah yang paling agung. Dan disini dilihatkan bahwa Abu Bakr ra mengorbankan hartanya demi membeli budak-budak yang dilucuti itu dan dibebaskan.

Pada episode ini, umat Islam semakin bertambah bahkan dari kalangan keluarga petinggi Quraisy dan kebanyakan mereka masih bersembunyi-sembunyi. Tidak hanya Abu Hudzaifah dari keluarga Uthbah yang sudah memeluk Islam tetapi Ayyash Bin Abi Rabeeah dan Salamah Bin Hisham dari keluarga Abu Jahal. Dan mereka berdua pun dikurung oleh Abu Jahal, diikat tangannya dan dirantai.  Melihat kenyataan saudaranya memeluk Islam, Umar ra memberi pengumuman bagi kaum Bani Adiy, bagi yang ditemukan telah memeluk Islam akan diceluti dan dihukum. Umar ra berkata (kurang lebih), “saya akan memperlakukan semua orang sama, mereka yang berkhianat dari agama nenek moyang akan dihukum agar bisa menjadi contoh bagi yang lain. Baik dia adalah saudara kandung, sepupu, paman, atau budak. Sama seperti Muhammad katakan semua orang harus diperlakukan sama, maka aku akan seperti itu juga.

Ada perkatakaan yang benar yang dituturkan Umar kepada Zaid dan Saeed, tetapi sayanya Umar ra masih menjadi musuh Islam:

Jika terjadi kekerasan, kekerasan itu hanya untuk menghalangi dan membuat sesuatunya benar. Pemimpin boleh memperlakukan orang baik dengan kekerasan, hukuman untuk kemajuan, balas dendam bisa menghentikan ketidak adilan dan suatu kematian bisa memberikan kehidupan untuk beberapa orang. Jika tidak ada orang yang ditakuti orang lain, dunia akan kacau dan orang-orang akan berkelahi sampai mati.

Ada beberapa orang dari keluarga petinggi Quraisy yang masih menyembunyikan ke Islamannya, Zaid (saudara kandung Umar), Saeed (ipar Umar) dan anak tiri Al-Waleed.

Dan sampai ketika majikan Bilal mendengarkan Bilal sedang berdoa kepada Allah, Bilal juga ikut dicambuk dan dimintai kesaksian bahwa berhalalah Tuhan mereka. Tetapi karena keyakinan dan kecintaan Bilal kepada Allah dan Rasulullah, dia terus mengatakan “Ahadun Ahad” sampai akhirnya badannya ditindih dengan batu yang sangat berat. Tapi Allah memberikan kekuatan kepadanya sehingga Bilal tetap hidup.

#Opini

Beberapa hal yang dapat diambil pelajaran dari episode ini:

1. Jika kita yakin bahwa Allah satu, Tuhan semesta Alam yang maha Besar dan bekuasa baik itu di langit maupun di bumi, maka kesulitan akan merasa ringan, seperti halnya Bilal.

2. Betapa keras, pedih, sakit perjuangan kaum Muslimin pada saat itu, mereka terasingkan, mereka dikucilkan, bahkan hingga dicambuk untuk berpegang teguh pada Islam. Seharusnya kita bersyukur, apalagi bagi kita yang sudah memeluk Islam dari bayi, karena kedua orang tua kita Islam, maka kita juga Islam. Dan sekarang, kita bisa bebas memeluk agama Islam, tidak seperti masa Nabi Muhammad…

Serial ini makin memperlihatkan bahwa wajib ditonton seluruh umat di dunia, tidak ada yang terkecuali. Karena, setiap tokoh diceritakan dengan porsi yang pas dan setiap kejadian memiliki makna yang bisa diambil sebagai pelajaran serta inilah Islam yang sebenarnya. Selain itu, ayat-ayat Quran yang dikatakan pada dialog dalam serial ini juga pas, sehingga kita yang lupa diingatkan kembali oleh serial ini. Semoga Allah merahmati dan memberkahi setiap jalan crew dan pemain Omar series.

Aku bukan ahli agama, jadi tulisanku ini menjadi pengingat juga bagi diriku pribadi. Semoga penceritaan kembali tentang serial Omar episode 5 ini bermanfaat.

#Notes

Tulisan ini dimaksudkan hanya untuk berbagi pengetahuan. Aku bukan ahli dalam sejarah, apalagi sejarah Islam. Aku hanya mengagumi cerita dari serial ini, dan ingin sekali berbagi isi cerita kepada semua orang, karena banyak sekali pelajaran yang bisa didapat, nasihat yang bisa membawa kita untuk muhasabah (introspeksi) diri. Sosok Umar ra patut dicontoh bagi setiap makhluk, karena tiap makhluk harus bisa memimpin dirinya sendiri. Aku hanya membuat sinopsis berdasarkan apa yang didapat dari serial ini. Wallahualam bishawaf.

#Source 

mmbc1mbc @ youtube

Video

Samer Ismail Interview on Kalam Nawaem Show (September 2012)

Samer Jamal Ismail 

 

Hehe, im interesting about Omar nowadays, dont know how long it will be happen like this. This is a video of Samer Jamal Ismail, a cast of Omar, on Kalam Nawaem show. This is a talk show, they talked about Samer and his experience as Omar Ibn Al-Khatab. Click the video above, and if u dont understan Arabic, i supplied with English translation.

Start at 2:17

MC: let’s welcome Samer Ismail & Shadi Abu Al-Auon Al-Sood (official graphic) in Omar series. How did you feel when you know that u will represent this role (Omar Ibn Al-Khattab ra) .. Private and it’s a great role for a great personality.

Samer : Of course this role has had a great impact on my life. When i was at different stages of training, i dont know that i’m going to do this role. But in the make up session, started doubting, im going to play the role of the main character mini series.

After a periode, director told me that im going to perform this role. My feeling was mixed. i felt a big responsibility, anxiety and excited at the same time.

MC: Say that the director has chosen bcoz sonorous voice, like Omar.. Is this make you happy? He has chosen only for voice not represent you?

Samer: I graduated from a private college, director Hatem knows I mastered acting like other graduates. in order to choose me for the role of Omar, remained physiological characteristics and qualities, those are similar with Omar. I thank Lord because he blessed me with these qualities so I can represent this great personal.

MC: heard they stipulated you that dont represent a period of 5 years… until the separation between actor and personal in the mind of the people? is it cruel to you sign these terms and you are in the first artistic career?

Samer: First, i shall refer to the previous question, including voice. for information my voice didnt appear in the series, it was dubbed the voice of another. so dont make my character associated with Al-farooq Omar personality, may Allah be pleased with him.

MC: is not that your voice in the series?

Samer: No, its not my voice

MC: dubbed?

Samer: Yes, as for your question about stop representation, this is not true, and im not going to stop acting.

MC: let me tell you a wonderful thing, i have a book ‘Genius of Omar’ by Akkad, for 35 years and i didnt read it, but after the series, i read it.

Omar: hehehe Alhamdulillah

—–

At 10:37

MC: Samer, such that there are positive of fame, there are downsides. Do you have problems og this fame?

Samer: Alhamdulillah, when people love you, it’s gaining great power.. Overwhelming joy.

For me, i am currently not assimilated this now, fame came suddenly. But I’m sad at the same time. because this happy moment of my life, to keep pace with the very painful events in my Syria. of course there are downsides of fame, of which i became responsible for every word I say…

And i dont have any official account on the internet never. but only my old page on facebook. Unfortunately many of people make a many fake page about me. And spoke about me in incorrect words. For exemple my religion, sect or political. And this hurt me and my family too.

With that, i thank the owners of those pages, because they did these act to love me. but i wish they will stop doing this. bcoz it hurts me so much. Conclusion, i dont have any twitter account only an old page of facebook, but i will create twitter accpunt later and i will announce it.

—-

at 14:18

they talk about the matrix effect, if im not mistaken, in this series when the war section, the Omar’s graphic crew used the matrix effect, off course you all know about this movie and its effect. and they talk about Monica Bellucci, seriously i dont know who’s her, but maybe an actress from Matrix movie.. in this show, they’re laugh, and Samer interrupt when they talked about Monica. he said, “for the presence of Monica Bellucci hehehe”

and it done^^

—-

Ohya, if you dont know what the meaning of Al-Farooq Omar, Al-Farooq is the nickname of Omar. like Rasulullah said to Omar that Allah seperates by you between the truth from falsehood.

and this, i got from my friend, Ghada, she suggest me to follow this account, she thought it is Samer real account which he told in this show that he will create the official one. if you dont mind please follow @j_ismaeel .. inshaAllah it’s the real Samer.^^

credit: translation by @HaifaAlYahya ;video upload by @Fatima88M

Video

[lyric+translation] Salaman Ya Omar

Mashary Alfasy – Salaman Ya Omar

OST Omar Series

Salaman Ya Omar Al Faruq

Peace be on to you, O Omar Al Faruq

Hakamta ‘adalta aminta fanimta rasikhal bal

You ruled with justive, so you became safe

Then you slept peacefully and comfortably

Bimithlika Nastasghiru najman wadhuran wajibal

We see many great and honorable people

That can not be compare to you

Walawla tharu nuri laqulna kunta khayal

If we havent seen your light

We’d have said you are a fantasy

Salaman Ya Omar Al Faruq

Peace be on to you, O Omar Al Faruq

Tahala wajhu nabiyika yawma hadak Allah

The face of the prophet shone

When Allah guided you to Islam

Wakam ayadta elhaqa wakam wafaqk Allah

How many times you showed the truth

And Allah supported you

A’azza Allahu bikal Islam waradhiya Allah

You made Islam glorified with Allah will

Salaman Ya Omar Al Faruq

Peace be on to you, O Omar Al Faruq

Mala’etal ardha bi’adlika wafatahtal amsar

You filled the earth with justice

And you conquered the lands

Wakulta bihaq annas laqad wulidu ahrar

And you said rightly that All people

Wahabatka dunia yazahidan sha’a wataal

This dunia (earthy life) feared of you

You were pious and your face became bright

Salaman Ya Omar Al Faruq

Peace be on to you, O Omar Al Faruq

source: http://islamicsongsarabiclyrics.blogspot.com

Serial Omar (Umar Bin Khattab) Episode 4

Omar adalah potret figur yang kuat dalam revolusi Islam pertama yang secara umum merubah wajah Timur Tengah secara keseluruhan.

#Cast

  • Umar Bin Khattab (Samer Ismail)
  • Abu Bakar Ash Shidiq (Ghassan Massoud)
  • Usman Bin Affan (Tamer Arbeed)
  • Hamzah Bin Abdul Muthalib (Mohamed Miftah)
  • Bilal-i Habesi (Faysal Amiri)
  • Abdullah bin Massoud (Jaber Jokhadar)
  • Zaid Bin Khattab (Mahmoud Nasr)
  • Abu Sufyan (Fathi Haddaoui)
  • Abu Jandal (Majd Feda)
  • Amr Bin Ash (Qashin Mlho)
  • Khalid Bin Walid (Mehyar Khaddour)
  • Ikrimah Bin Abu Jahal (Hicham Bahloul)
  • Wahsyi Bin Harb (Ziad Touati)

#Trailer Episode 4

#Isi Cerita

Diawal episode, masih dengan pembicaraan petinggi Quraisy mengenai langkah-langkah selanjutnya menghentikan Nabi Muhammad untuk menyebarkan Islam. Saat itu dipilih Abu Abd Shams untuk bicara langsung kepada Nabi Muhammad. Di luar majelis Abu Hudzaifah berteriak memberikan pengumuman bahwa Salim (budak) telah dimerdekakan dan diangkat menjadi anaknya.

Setelah itu, Wahsyi dan Bilal membicarakan Salim yang telah merdeka. Wahsyi iri karena mungkin Salim diangkat karena dia ada keturunan Arab berkulit putih. Lalu Bilal yang sudah memeluk Islam meyakinkan bahwa tidak ada bedanya Hitam dan Putih, semua sama di mata Tuhan. Dan Bilal mencoba untuk membahas tentang Muhammad seseorang yang diutus Tuhan bukan hanya untuk orang Arab tapi orang non-Arab juga, serta bukan hanya untuk orang berkulit putih tapi orang berkulit hitam juga, namum Wahsyi tidak peduli.

Di lain tempat, Abu Jahal berpapasan dengan Abu Bakr ra dan Abdullah bin Masoud, Abu Jahal memberi peringatan kepada keduanya yang telah bergabung bersama Nabi Muhammad SAW dan memeluk agamanya. Abdullah bin Masoud berkata bahwa dia akan membalas apa yang dikatakan Abu Jahal tetapi Abu Bakr berkata bahwa kita tidak boleh melakukannya. Rasulullah diutus untuk memberikan kabar gembira dan peringatan, menggunakan kebijaksanaan dan nasihat baik.

Sesuai dengan firman Allah, Al-An’am (108):

Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan mereka kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan.

Malamnya, Uthbah mendatangi kediaman Abu Hudzaifah bersama Suhaila dan Abu Jandal saudaranya. Mereka membicarakan tentang bergabungnya Salim dalam keluarga mereka. Uthbah yang bijak akhirnya menerima Salim sebagai anggota keluarganya karena dia melihat Abu Hudzaifah sangat menyayangi Salim. Uthbah memberi nasihat kepada Salim untuk bersikap baik karena aibnya akan menjadi aib keluarga ayah angkatnya. Dan meminta Salim untuk selalu bersama Abu Hudzaifah karena dia lah yang memerdekakannya. Dan Salim menjawab bahwa dia tidak akan meninggalkan ayahnya selama sisa hidupnya dan rela meninggal untuknya.

Di hari lain, Abu Hudzaifah, Salim beserta isri sedang melaksanakan salat ketika Utbah datang mengunjungi rumahnya. Abu Hudzaifah marah dan berkata bahwa anaknya telah membangkang kepadanya. Lalu Salim membacakan Ayat Quran yang menjelaskan mengenai larangan membangkang kepada orang tua, seperti yang diriwayatkan dalam S. Al-Isra (23-24):

Dan Rabb-mu telah memerintahkan, supaya kalian jangan beribadah melainkan hanya kepadaNya,
dan hendaklah kalian berbuat baik kepada kedua orang tua dengan sebaik-baiknya. Dan jika salah satu dari keduanya atau kedua-duanya telah berusia lanjut di sisimu (dalam pemeliharaanmu), maka janganlah katakan kepada keduanya “ah” dan janganlah kamu membentak keduanya. Dan katakanlah kepada keduanya perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih-sayang. Dan katakanlah: “Wahai Rabb-ku, sayangilah keduanya, sebagaimana keduanya menyayangiku sewaktu kecil”.

Abu Hudzaifah menjelaskan makna dari Quran tentang seorang anak boleh tidak melakukan apa yang diperintahkan orang tuanya untuk menyekutukan Allah. Seperti dalam S. Lukman (15):

Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. 

Ada satu keluarga lagi yang dibahas dalam episode ini, yaitu keluarga Suhail bin Amr dengan kedua anaknya Abu Jandal dan Abdullah. Suhail dikenal sebagai pembicara yang pandai, bijak dan disegani. Setiap dia berkhutbah di depan rakyat Quraisy semua orang patuh dan mengikuti kata-katanya. Diantara kedua anaknya Abdullah adalah orang yang terang-terangan tidak suka terhadap ayahnya yang memerangi Nabi Muhammad, sedang Abu Jandal anak yang patuh tetapi sebenarnya dia tidak suka dan memiliki pendapat yang berbeda dari ayahnya.

Abdullah tidak suka menemani ayahnya berkhutbah untuk menjelek-jelekan Nabi Muhammad, dengan alasan dulu ayahnya berkata bahwa Muhammad itu orang baik, jujur, bermurah hati tetapi sekarang malah memakinya dan mengatakan bahwa Muhammad adalah pembohong dan tukang sihir. Dan apa yang telah ayahnya katakan tentang Muhammad sebenarnya Suhail sendiri tidak tahu apakah itu benar atau tidak. Menurut Abdullah, jika dia percaya dengan apa yang dikatakan ayahnya tentang Muhammad hari ini, berarti ayahnya dulu adalah pembohong.

Menjadi tidak jelas tapi jujur jauh lebih baik dari pada menjadi pandai tapi palsu.

PS. Orang Quraisy menyebut Nabi dengan sebutan Muthammam yang artinya ‘the reviled one’ yaitu yang menjadi kebalikan dari namanya Muhammad yang artinya ‘the praised one’.

#Kataku

Beberapa hal yang dapat diambil pelajaran dari episode ini:

1. Tidak boleh berkata ah kepada kedua orang tua. Dan harus berbakti kepada mereka biarpun kita dan orang tua berbeda pendapat.

2. Boleh tidak mengikuti perintah orang tua untuk menyekutukan Allah.

3. Derajat/kedudukan manusia dimata Allah sama kecuali hatinya.

4. Selalu berkata baik dan murah hati walaupun itu kepada musuh kita.

Serial ini makin memperlihatkan bahwa wajib ditonton seluruh umat di dunia, tidak ada yang terkecuali. Karena, setiap tokoh diceritakan dengan porsi yang pas dan setiap kejadian memiliki makna yang bisa diambil sebagai pelajaran serta inilah Islam yang sebenarnya. Selain itu, ayat-ayat Quran yang dikatakan pada dialog dalam serial ini juga pas, sehingga kita yang lupa diingatkan kembali oleh serial ini. Semoga Allah merahmati dan memberkahi setiap jalan crew dan pemain Omar series.

Aku bukan ahli agama, jadi tulisanku ini menjadi pengingat juga bagi diriku pribadi. Semoga penceritaan kembali tentang serial Omar episode 2 ini bermanfaat.

#Notes

Tulisan ini dimaksudkan hanya untuk berbagi pengetahuan. Aku bukan ahli dalam sejarah, apalagi sejarah Islam. Aku hanya mengagumi cerita dari serial ini, dan ingin sekali berbagi isi cerita kepada semua orang, karena banyak sekali pelajaran yang bisa didapat, nasihat yang bisa membawa kita untuk muhasabah (introspeksi) diri. Sosok Umar ra patut dicontoh bagi setiap makhluk, karena tiap makhluk harus bisa memimpin dirinya sendiri. Aku hanya membuat sinopsis berdasarkan apa yang didapat dari serial ini. Wallahualam bishawaf.

#Source 

youtubemmbc1; mnctv

Serial Omar (Umar Bin Khattab) Episode 1

Omar adalah potret figur yang kuat dalam revolusi Islam pertama yang secara umum merubah wajah Timur Tengah secara keseluruhan.

#Cast

Umar Bin Khattab (Samer Ismail)

Zaid Bin Khattab (Mahmoud Nasr)

Abu Sufyan (Fathi Haddaoui)

Suhail Bin Amr (Najah Safkounoi)

Abu Jandal (Majd Feda)

#Trailer Episode 1

#Isi Cerita

Diawali dengan Umar Bin Khattab ra (selanjutnya disingkat Umar ra) melakukan umrah bersama umat muslim. Ketika tawaf, mengelilingi Ka’bah, Umar ra berdoa  seperti ini:

“Ya Allah, berikan aku harta di dunia tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit. Sehingga aku tidak melampaui batas dan juga tidak melupakan tanggung jawabku. Jumlah yang kecil tapi sedikit lebih baik daripada besar tapi menyebabkan lupa kepada-Mu.

Ya Allah, umurku bertambah dan telah banyak hilang kekuatanku, tetapi semakin bertambah. Panggillah aku ketika aku bisa memenuhi tanggung jawabku, tanpa meninggalkan salah satupun.”

Dan beliau berpidato didepan umat muslim, seperti ini:

“Tugas penguasa yang paling penting terhadap rakyatnya, adalah mendahulukan kewajiban mereka terhadap Allah. Tugas kami untuk meminta kalian, memenuhi apa yang Allah perintahkan kepadamu sebagai hamba-Nya yang taat. Serta menjauhkan kalian dari perbuatan maksiat terhadap Allah. Kami juga harus menerapkan perintah-perintah Allah dimana mereka diperlakukan sama untuk setiap orang dalam keadilan yang nyata. Dengan begitu kita memberikan kesempatan kepada orang bodoh untuk belajar, yang lengah untuk memperhatikan dan sesorang yang sedang mencari contoh untuk diikuti. Untuk menjadi orang beriman yang sejati, tidak didapatkan dengan mimpi tetapi dengan perbuatan yang nyata. Makin besar amal perbuatan sesorang, makin besar pula balasan dari Allah dan jihad adalah puncaknya amal kebaikan. Jihad dijalan Allah yang sesungguhnya adalah menjauhkan diri dari dosa.

Tidak ada yang disayangi Allah dan bermanfaat bagi manusia daripada kebaikan pemimpin berdasarkan pemahaman yang benar dan wawasan yang luas. Tidak ada yang paling dibenci Allah selain ketidaktahuan dan kebodohan pemimpin. Sebagai pemimpin, bertakwalah kepada Allah dalam memperlakukan rakyatnya. Untuk semua pejabat, jangan memukuli orang untuk menghinakan mereka, jangan meniadakan hak mereka dan tidak mengurus mereka dan jangan menyusahkan mereka sehingga mereka terasa berat.”

Dari episode ini dimulai lah, penggambaran kilas balik mengenai Umar ra ketika masih jahilliyah (belum memeluk Islam), 6 tahun sebelum diutusnya nabi.

Umar ra adalah anak dari Khattab, masa mudanya dihabiskan untuk mengurus unta ayahnya. Umar ra muda sangat kasar, gesit, berbadan tegap dan pekerja keras. Dia begitu juga karena didikan ayahnya yang keras, dia tidak boleh pulang kerumah jika pekerjaannya dengan unta ayahnya belum selesai. Mekah adalah kota dimana sebagian penduduknya memiliki mata pencarian berdagang, waktu itu dia berkeinginan untuk berdagang, tetapi ditolak ayahnya dengan alasan lantas siapa yang akan mengurus unta, karena dari beberapa anak Khattab Umar ra lah yang mengerti soal unta dan cekatan dalam mengurusnya. Tetapi Zaid, saudaranya memberikan beberapa uang sebagai modal Umar ra untuk memulai berdagang.

Umar muda dikenal sebagai pemuda yang bermoral, berwawasan luas dan pemikirannya berbeda dari orang-orang Mekah kebanyakan. Walaupun saat itu belum masuk Islam, tetapi perilakunya sudah mencerminkan sebagai orang yang berakhlak baik, terpandang, detail, adil dan bijaksana. Dia paling senang membaca syair. Apa yang dilakukan setiap hari, dia tidak pernah mengeluh. Dia mencari pengetahuan dari apa yang dikerjaan, mengambil hikmahnya, belajar dari kehidupan.

“Barang siapa teguh dalam pendirian, tidak akan goyah. Barang siapa takut akan kematian, maka kematian akan menguasainya walaupun dia lari dengan menggunakan tangga menuju langit. Barang siapa berkecukupan tapi menolak untuk menolong orang akan tidak diakui dan dikecam.”

Konsep bahwa manusia itu adalah makhluk sosial pun didapatnya ketika mengembala unta, dia berpikir bahwa setiap manusia punya peran & pemikirannya masing-masing, maka dari itu setiap orang akan membutuhkan orang yang lain. Mereka akan saling mengisi dan bersatu dalam perbedaan.

Pada 2 tahun sebelum diutusnya nabi, saat Umar ra menjadi pedagang, beliau mengedepankan kejujuran & keadilan. Beliau tidak akan sembarangan memberikan diskon, dan tidak pula memberikan harga yang tinggi. Kalau memang itu harganya, dia akan menjual seharga itu. Sungguh adil dan bijak beliau.

Dan di episode ini, diutuslah seseorang dari penduduk Mekah sebagai seorang Rasul (utusan Allah) yang membawa kabar gembira dan peringatan.

Wahyu pertama dari Allah kepada Muhammad Rasulullah Salaullahualaihi wassalam, S. Al-Alaq:

Bacalah! Dengan nama Tuhan-Mu yang menciptakan. Yang menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah! Dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah. Dialah yang mengerjakan dengan pena. Ia mengajarkan manusia yang mereka tidak ketahui.

S. Al-Mudatsir :

Wahai orang yang berselimut! Bangunlah dan berilah peringatan! Dan agungkanlah Tuhanmu! Dan bersihkanlah pakaianmu! Serta menjauhlah dari berhala! Dan janganlah memberikan sesuatu karena menginginkan lebih.

#Kataku

Hal pertama yang membuat aku penasaran dengan serial ini adalah, ini kali pertamanya aku tahu/mungkin pernah tau tapi lupa, bahwa Umar ra adalah sahabat Rasul yang masuk Islamnya belakangan. Mengapa dia bisa masuk Islam, dan kenapa bisa dia menjadi Rasul.. Itulah yang menggerakan aku untuk mengikuti serial ini. ^^

#Notes

Tulisan ini dimaksudkan hanya untuk berbagi pengetahuan. Aku bukan ahli dalam sejarah, apalagi sejarah Islam. Aku hanya mengagumi cerita dari serial ini, dan ingin sekali berbagi isi cerita kepada semua orang, karena banyak sekali pelajaran yang bisa didapat, nasihat yang bisa membawa kita untuk muhasabah (introspeksi) diri. Sosok Umar ra patut dicontoh bagi setiap makhluk, karena tiap makhluk harus bisa memimpin dirinya sendiri. Aku hanya membuat sinopsis berdasarkan apa yang didapat dari serial ini. Wallahualam bishawaf.

#Source 

youtube; mmbc1; mnctv; kaskus