#Aliensjournal: Short Escape to Meet Ust NAK

Salaam,


Seminggu yang lalu (18/11), aku dan Hain terbang ke Malaysia untuk ikut kajian Ustad Nouman Ali Khan (selanjutnya ustad NAK) di Putrajaya. Keinginan ikut kajian Ustad NAK langsung sudah ada dari tahun kemarin, apalagi tahun kemarin ustad membuka kelas tafsir Quran selama sebulan pada bulan puasa di Malaysia. Aku pikir Ramadan 2016 kali ini juga, ternyata Ustad nggak kemana-mana. Sampai akhirnya ada info tentang rentetan tour Asia di bulan Oktober dan November, membuat aku eagerly kepingin join di kajiannya. Cari teman bareng akhirnya ada Hain yang mau menemani. Thank you, Hain. πŸ™‚

Info tour Asianya pun aku dapat dari group NAK Indonesia di Whatsapp. Ngomong-ngomong saat ada info itu, aku baru saja beberapa minggu bergabung dengan NAK Indonesia, yang sebelumnya hanya bisa kepo-in tumblrnya. Dan Alhamdulillah selain info yang aku dapat, ada juga member group NAK Indonesia yang menjapri (jalur pribadi/ private message) nggak keberatan mau ngebantu aku untuk beli tiket kajian, seharga 100RM sekitar 325,000IDR, maklum nggak punya cc (kartu kredit) dan paypal. Terima kasih, mbak Nurul. Amazed, kita baru kenal beberapa minggu sudah sangat percaya aku bisa amanah untuk menggantikan biaya tiket masuk kajiannya. Semoga Allah tambahkan kebaikan di kehidupan Mbak Nurul, ya. Aamiin.

Aku sudah mempersiapkan semua pengeluaran soal tiket kajian, tiket pesawat sampai penginapan itu sebulan sebelum acara. Aku kepingin semua berjalan lancar, karena menjadi salah satu murid Ustad NAK adalah mimpi yang sempat aku pinta saat bulan Ramadan. Dan yang kali ini harus terlaksana. Hehe.

Sampai akhirnya ada berita AQL yang dipimpin Ustad Bachtiar Nasir mengundang Ustad NAK ke Jakarta di tengah-tengah rangkaian tournya di Malaysia. Wow, berita itu seperti hujan di siang bolong, anginnya memunculkan wangian yang khas. Hehe lebay. Aku senang banget, apalagi aku sudah bergabung dengan NAK Indonesia, setidaknya aku punya komunitas yang bisa membawa aku lebih dekat dengan Ustad NAK atau Bayyinah, biarpun NAK Indonesia sendiri bukan panitia acara. Dan kami di group mempersiapkan beberapa hadiah untuk cinderamata yang akan diberikan ke Ustad NAK di acara yang tadinya dijadwalkan pada 5 November 2016.

acara-batal

Awalnya aku sempat komentar ke mama, “Ma, Ustad NAK yang teteh mau samper ke Malaysia mau ke Jakarta. Gratis lagi acaranya. Kalau gitu kan nggak perlu jauh-jauh.” Mama hanya balas, “asal kamu nggak jiping aja. Ngaji Kuping. Karena sudah mahal-mahal ke Malaysia.” Tapi ternyata Allah memang Perencana Paling Baik. Karena keadaan Jakarta yang sehari sebelum acara Ustad NAK di Jakarta sedang diselenggarakan aksi damai (bisa dibilang seperti demonstrasi), membuat Ustad NAK tidak dapat izin ke Jakarta dari Malaysia dengan alasan faktor keamanan.

Kami di group NAK langsung berpikiran untuk menitipkan hadiah-hadiah yang sudah terlanjur dibuat kepada aku yang menjadi satu-satunya member yang akan hadir di kajian Ustad NAK pada 18 November 2016. Aku dikenalkan dengan salah satu panitia yang MashaAllah ternyata Manager Humas Program Dream untuk Bayyinah Malaysia, ini sungguh kehormatan besar bisa in touch dengan panitia Bayyinah Malaysia. Awalnya aku hanya berekspektasi dikenalkan dengan panitia acara bukan penanggung jawab semacam ini. Dan alhamdulillah Pak Dali yang menjadi penyambung NAK Indonesia dengan Ustad NAK juga kooperatif dan sangat tidak keberatan membantuku menyampaikan hadiah-hadiah itu.

Ini seperti mimpi yang keterlaluan bisa kesampaian. Karena saat bulan Ramadan aku hanya berdoa, jadikan aku salah satu murid Ustad NAK ya Allah. Dan kali ini, aku dikasih lebih, aku  bisa bertemu langsung dengan Ustad. Saat dapat kontak Pak Dali dan beliau yang mengontak pertama kali ke Whatsapp ku saja aku senang bukan main, apalagi kalau bisa say hello langsung dengan Ustad NAK. Sungguh Allah terlalu Baik dan skenarionya terlalu diluar dugaan. Aku bersyukur.

Aku berangkat ke Malaysia dengan membawa hadiah untuk Ustad NAK, berupa decoupage dan scrapbook kumpulan quotes Ustad yang sudah di-posting di akun sosmednya NAK Indonesia. Kebetulan acara diselenggarakan pada Hari Jumat jam 6 sore, jadi aku dan Hain berangkat dari Jakarta jam 11 siang.

Kami sampai di bandara KLIA2 sekitar pukul 1 siang, kami mengantri cukup lama di bagian migrasi. Karena acara masih cukup lama, kami mampir dulu di Masjid Putra di kawasan Putrajaya. Kami takut tidak bisa lagi jalan-jalan di kawasan pemerintahan Malaysia itu, jadi kami sempatkan solat Ashar di Masjid Putra. Sebenarnya aku diminta Pak Dali untuk datang lebih awal, karena 30 menit sebelum acara dimulai, akan ada book signing. Dan bisa jadi kesempatan aku untuk handover hadiah-hadiah yang sudah dibawa.

Tapi ternyata aku sampai venue pun mepet jam 6 sore. Di lokasi PICC (Putrajaya International Convention Center) juga sedang diadakan acara musik jadi saat itu venue padat manusia. Dan Alhamdulillah saat kita datang Ustadnya pun baru sampai. Jadi tidak begitu ketinggalan dan book signing pun dibatalkan. Karena kami mepet hadir di venue jadi posisi duduk kami jauh banget dari stage.

Sebelum memulai acara yang bertajuk The Storry Night: Accused dimana Ustad menceritakan detil dari kisah penghianatan yang berkaitan dengan Aisyah Ra, Ustad NAK senang menghampiri jamaah ikhwan dan mengobrol sebentar-sebentar. Aku mencari Pak Dali karena sudah janji jika sampai aku akan hubungi dia, karena sudah melihat tampangnya di profile Whatsapp dan Pak Dali pun salah satu panitia yang sibuk mondar-mandir, aku samperi saja.

Setelah memperkenalkan diri dan making sure kalau aku membawa hadiah-hadiah untuk Ustad NAK, Pak Dali merespon “I will arrange time for you to meet ustad, maybe in first break, solat Maghrib. I will call you later.” Dan dia berlalu lagi, sibuk. Beberapa kali aku bilang ke Hain saat melihat Ustad yang asik chit chat dengan jamaah ikhwan, “Hain ustadnya disana, kita jauh. kita samper aja atau gimana?” tapi Hain mengingatkan, “tenang Pak Dali tadi bilang will arrange, jadi dia akan kasih waktu khusus.”
Benar saja, setelah solat Maghrib handphone ku dapat banyak whatsapp dari Pak Dali, “Where are you, please hurry in front of stage now.” Aku jalan buru-buru ke depan panggung dan diantar Pak Dali ke bakc stage dan Wallahi, my dream was coming true. Di belakang panggung, Ustad dan kedua putrinya sedang asik mengobrol lalu aku datang menghampiri.

I was shaking, percaya ini bukan mimpi tapi ini bagian dari mimpi. Aku memperkenalkan diri kalau aku perwakilan dari NAK Indonesia yang komunitasnya khusus mentranslate kajian Ustad lewat Youtube dan beliau sering membalas dengan, “Wow, MashaAllah, it’s such an honor. This is amazing. Thank you.” Apalagi ketika aku dan Hain perlihatkan hadiah yang kami bawa. Beliau ditanya tentang NAK Indonesia, awalnya bilang tidak tahu tapi jadi tahu karena ini.
Selama 5 menit ada di ruangan bersama Ustad, nggak banyak hal yang aku sampaikan selain mengenalkan NAK Indonesia, melihat kekagumannya dengan decoupage dan scrapbook yang kami bawa dan memberikan ucapan di buku yang kami beli di acara itu. Lalu beliau meminta kontakku. Aku sempat merekam kejadiannya disini. Barulah kami berfoto bersama, Pak Dali pun memperkenalkan bahwa NAK Indonesia sangat aktif di facebook dan Instagram. Ketika aku bertanya, “Is there anything you want to say to jamaah in Indonesia?” Dia hanya membalas, “apa ya yang harus saya katakan.” Lalu kami meminta untuk Ustad berbicara di depan kamera ponsel kami, hanya saja karena waktu istirahat hampir habis, jadi Pak Dali menjawab, “mungkin nanti ustad akan membuat video greetings lewat youtube untuk jamaah di Indonesia.” well, aku sangat berharap sekali Ustad memberikan ucapan terima kasih secara langsung via video kepada NAK Indonesia, tapi sayang sampai sekarang masih belum ada. Dan saat aku singgung tentang kedatangannya yang dinanti-nanti, beliau bilang, “Next year InshaAllah.” Semoga di tahun depan memang menjadi tahun kami para murid Ustad NAK di Indonesia bisa mendapat ilmu darinya secara langsung.


Pertemuan aku dengan ustad NAK yang hanya beberapa menit tapi sampai sekarang masih susah untuk dilupakan. Dan foto ini diambil Husna, anak Ustad NAK yang kebetulan ikut dalam tournya.

Selama kajian Ustad NAK sering menambahkan dialog yang sangat ekspresif dengan gaya khasnya. Beberapa kali jamaah dibuatnya tertawa sampai geleng-geleng. Ustad NAK tahu bagaimana menghidupkan suasana, apalagi kajian kali ini seperti sedang didongengi kisah, jadi pasti banyak dari jamaah yang menahan kantuk. Sepanjang kajian dari Jam 6 sampai jam 10 malam, kami hanya diberi break solat Maghrib 25 menit dan break kedua 7 menit pada jam 8-an. Ustad NAK MashaAllah banget memaparkan kisahnya, beliau non-stop cerita dan mengambil hikmah dari kejadian bersejarah itu.

Satu yang saya suka dari Ustad NAK, beliau kalau menyampaikan kajian selalu membawa Quran/Tafsir, pada malam itu dia bawa di tabletnya, sesekali dia melihat tablet dan lalu mondar mandir ke kanan kiri panggung sambil asik bercerita. Bahkan selama itu saya tidak melihat Ustad minum air putih lho. Amazing, karena passion-nya beliau lues sekali menyampaikan materi. Untuk isi kajian kalian bisa dengar disini, dan akan aku tuliskan summary-nya kemudian. πŸ™‚


Setelah selesai kajian, sekitar jam 10 malam. Lagi-lagi ustad mempersilahkan jamaah untuk chit chat dengannya di tangga panggung. Dan saat sebelum beliau tutup acaranya, beliau berpesan, “saya akan duduk disini, kalau kalian ingin mengambil gambar saya silahkan, tapi tidak meminta saya untuk selfie bersama, tidak! kalau ingin diam-diam selfie, terserah.” Alhasil banyak jamaah, khususnya jamaah akhwat yang selfie dari kejauhan seperti kami.

Setelah pamit dengan Pak Dali karena aku dan Hain harus segera ke Kuala Lumpur sebelum jam 12 malam, Pak Dali bilang kalau InshaAllah beliau akan mengontakku setelah acara ini, dan akan mengontak Mas Fathur dari AQL untuk acara di Jakarta yang sempat tertunda. Aku berharap dan semua jamaah di Indonesia yang senang mendengar kajian Ustad NAK berharap Ustad bisa hadir di Indonesia, membuat serangkaian tour dengan topik kajian yang beragam. Aamiin.
Tapi sebelum itu, yang sangat aku harapkan yaitu greetings dari Ustad NAK untuk NAK Indonesia dan jamaah Indonesia yang sempat dikatakan saat aku bertemu dengannya, “mungkin nanti Ustad akan say something lewat youtube.” Aku sangat menunggu itu.

Dengan kejadian bertemu dengan Ustad NAK, aku jadi makin yakin kalau good thing takes time, dan Allah yang paling tahu kapan waktu yang pas. Selain itu aku jadi makin yakin, kalau kita menginginkan sesuatu dan yakin Allah akan mengabulkannya maka tunggu saja, Allah bahkan akan memberi lebih kalau kita bersabar dan terus berusaha. We do the best and Allah will do the rest. Beberapa kali aku bilang ke teman-teman, “Aku minta ke Allah nggak sejauh ini lho, tapi Allah kasih lebih.” dan teman-temanku menjawab, “Ini sudah jalannya.”

Terima kasih ya Allah, semoga kami bisa terus mendapat benefit dari khutbah yang disampaikan ustad NAK, dan kami semakin nggak ada celah untuk membuang-buang waktu. Semoga kami bisa menjadi personal yang bisa mudah mempelajari dan mengamalkan Quran-Mu. Aamiin.

Sampai jumpa di kajian Ustad NAK selanjutnya, di Jakarta tentunya. Aamiin.

Advertisements

[Bicara Buku] Reclaim Your Heart by Yasmin Mogahed

​Judul: Reclaim Your Heart

Penulis: Yasmin Mogahed

Alih bahasa: Nadya Andwiani

Penerbit: FB Publishing

Tahun: 2012

ISBN: 978-602-1687-38-3
Sejatinya kita selalu mendambakan hal-hal baik. Inilah buku hebat yg bisa menghebatkan. Reclaim your heart, rebut kembali hatimu, buku yang berisikan wawasan dan pencerahan tentang cinta, duka dan bahagia. Yasmin Mogahed menuliskan dengan pengalaman pribadinya disertai analogi yang cukup logis. Topik yang dituliskan semua berkaitan dengan sungguh segala hal mengenai habluminannas itu dilandasi dengan bagaimana habuminallah kita. 

Isi buku ini dibagi beberapa bab mengenai, Keterikatan, Cinta, Penderitaan, Hubungan dengan Sang Pencipta, Status Perempuan, Umat dan ditutup dengan kumpulan puisi. 

Tauhid adalah benang merah yang mengkaitkan topik-topik di atas, bagaimana kepercayaan kita terhadap kuasa Allahlah yang menjadikan hidup kita damai dan tentram. Ada beberapa ayat yang sering muncul di tiap topik yaitu Surat Al Baqarah 216, bahwa boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui. 

Buku ini memfokuskan pada hati, seperti yang pernah Rasul katakan jika hati rusak maka rusaklah semua tubuh kita. Buku ini menggugah dan memberikan jalan keluar dari kegundahan, kegelisahan, kesedihan, kesenderian, kebingungan yang kita rasakan. Dan buku ini memberikan pengertian bahwa hati kita ini seharusnya hanya diisi dengan Allah saja, sedang masalah dan karunia harusnya kita taruh di tangan kita saja, maka tidak akan merasa begitu sedih dan putus asa jika masalah terjadi atau karunia diambil dari kita. Dont attach anything, good or bad karena sejatinya nikmat yang kita dapat di dunia semua ada pertanggung jawabannya, sejatinya masalah yg ada itu ujian untuk mendekatkan kita pada Pemilik Diri ini. 

Ada dua hal yang saya poinkan untuk diri pribadi setelah membaca buku ini:

1. Perbaiki Salat

2. Bermesraan dengan Allah di sepertiga malam

3. Bersama kesulitan ada kemudahan. Bersama, bukan setelah. Allah Maha Baik.

Manusia makhluk yang lupa, buku ini harus ada di dekat tempat tidur, menjadi tools untuk bisa refleksi diri. Semua yg tertulis disini berhubungan dengan kehidupan sehari-hari, ayat dan hadist yang dibahas pun yang sudah pernah kita tau tapi yang gampang sekali kita lupa. 

Buku ini bagus untuk seluruh muslim, hati yang menjadi cerminan diri. :))

#Aliensjournal: Economy Goes Marching In

After some years ❀
Eits love nya untuk dosen kesukaan, Pak Banu Muhammad (bisa di google namanya dan temukan hal menariknya). Kuliah pertama diajar doi lagi, sempet jd #throwback pas minta persetujuan waktu mau ajuin paper ke konferensi di Msia sbg alumni dan diskusi ttg Wakaf bareng, itu waktu doi jd ketua kemahasiswaan, sekarang ketua PEBS, direktur prodi Ekonomi dan Bisnis Islam, salute. Masih sama, orangnya legowo, fleksibel, gak neko2, open minded biarpun ujung2nya “saya hardcore fans Imam Syafii.”
Sebenernya kita itu hrsnya iri sama org2 yg berilmu aja dan hrsnya ngeidolain org2 yg begini. Biasalah ya typically yg naksir sama otak cowok pembelajar, jd sepanjang perkuliahan, gak ada ngantuknya, hore!! Seneng dengerin pak Banu ngejelasin Ushul Fiqh, dan cerita2 sejarah yg berhub sama ekonomi syariah. Iyesss, IDOLA DI ATAS IDOLA SAYA DISEBUT, UMAR BIN KHATTAB.
Jadi hari ini gw ikut Kuliah Intensif Ekonomi Islam ngebahas ttg Ushul Fiqh (dasar hukum Islam) dan Maqashid Syariah (Tujuan syariah), maklum ane tipe yg force myself to do better and to live with good circle biarpun diri sendiri masih hina, msh jauh dr amalan kawan2 ikhwat fillah, pokoknya dipaksa aja buat deket sama yg baik2. Biarpun singkat banget cuma 5 jam kuliah tp kuranggg buat ngegali ilmu ini.
Di awal pak Banu bilang, kalian belajar Ekonomi Islam nanti kalian bakal makin bangga sama Islam. Iyap gw makin bangga jd muslim dan bagiannya sekaligus makin sadar, gw bodoh bgt bnyk gak taunya (baca: lupa). Ngomongin fiqh itu ngomongin soal halal haram dan yg msh dibolehkan kalo gini jd inget julukan idola ane, Al Faruq to distinguisher between truth and false 😍😍 kan Umar bin Khattab lagi. Yg paling digaris bawahi dr diskusi hari ini adalah “memilih menghindari keburukan lebih baik dari pada menarik kebaikan.”
Well salah satu motifasi ikut kuliah ini adalah untuk menjawab ttg pekerjaan gw sekarang. Doakan bs mengkaji dengan baik, krn ilmu Ekonomi itu dasarnya adalah ilmu memilih, dan syariah menuntun spy apa yg dpilih gak cuma bermanfaat tp berkah. – at Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia

See on Path

[Kisah] Generasi Terbaik: Wanita Anshor

Salaam, 

Kalau kita membaca kisah-kisah di masa Rasulullah dan para sahabat dan pengikutnya yang merupakan generasi terbaik dalam Islam, maka tidak luput pula disebutkan tentang segolongan wanita yang juga masuk ke dalam golongan generasi terbaik itu. Mereka adalahwanita-wanita Anshor.

πŸ‘­πŸ‘­πŸ‘­πŸ‘­πŸ‘­πŸ‘­πŸ‘­πŸ‘­πŸ‘­πŸ‘­

SANGAT TAAT

Wanita anshor dikisahkan merupakan wanita-wanita yang sangat taat dalam menjalankan perintah Allah. Ketaatan mereka BAHKANmenuai pujian dari wanita Muhajirin terbaik,Aisyah r.a. Beliau berkata,

β€œSesungguhnya wanita-wanita Quraisy mempunyai banyak kelebihan. Akan tetapi demi Allah, sungguh aku tidak pernah melihat wanita yang lebih utama dari wanita Anshar, yang paling yakin pada Kitabullah dan paling beriman dengan Al-Qur’an.”

Ketika diturunkan satu ayat dalam surah An-Nuur,

β€œ.. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya..” (QS: An-Nuur: 31)

Kaum lelaki pada saat itu segera menemui istri, putri, dan saudari-saudari serta seluruh karib kerabat mereka. Mereka kemudian membacakan ayat tersebut. Mendengar ayat tersebut dibacakan, wanita-wanita Anshar tersebut segera mengambil pakaian yang terbuat dari wol lalu mereka tutupkan ke kepala mereka sebagai bukti keimanan dan pembenaran terhadap firman Allah. Kemudian mereka pergi menemui Rasulullah SAW untuk shalat di belakangnya sambil menutup kepala, seolah-olah di atas kepala mereka ada burung gagak.

Cermin dari ketinggian iman mereka. Apabila Allah dan Rasul-Nya telah memutuskan sebuah perkara, mereka segera berkata, β€œKami dengar dan kami taat.”

πŸ‘­πŸ‘­πŸ‘­πŸ‘­πŸ‘­πŸ‘­πŸ‘­πŸ‘­πŸ‘­

TIDAK MALU BERTANYA

Pernah pula dikisahkan bahwa suatu hari Ummu Sulaim pernah menemui Rasulullah SAW untuk bertanya,β€œWahai Rasulullah, sesungguhnya Allah tidak malu untuk menjelaskan kebenaran. Apakah wanita wajib mandi junub bila dia bermimpi?”

Rasul menjawab, β€Ya, apabila dia melihat air mani.”

Mendengar hal itu, Ummu Salamah tersenyum keheranan, β€œApakah wanita juga bisa mimpi basah?” 

Rasulullah SAW menjawab, β€œIya benar, lantas darimana bisa ada kemiripan anaknya.” (HR. Bukhari & Muslim)

Wanita-wanita anshor sangatttttttt sering bertanya kepada Rasul tentang hal-hal terkait Islam dan Fiqh wanita yang mereka ingin tanyakan. Mereka tidak merasa malu bertanya tentang masalah agama, meskipun apa yang mereka tanyakan tabu bagi sebagian orang. Keunggulan ini sampai-sampai diakui oleh Aisyah r.a. dalam ucapannya yang masyhur, β€œSebaik-baik wanita adalah wanita anshar. Rasa malu tidak menghalangi mereka untuk belajar agama.” (Ibnu Majah)

πŸ‘­πŸ‘­πŸ‘­πŸ‘­πŸ‘­πŸ‘­πŸ‘­πŸ‘­πŸ‘­

SEMANGAT DALAM BELAJAR AGAMA

Kisah lain yang tidak kalah inspiring bagi aku adalah kisah yang menggambarkan bahwa wanita anshor adalah wanita-wanita yang sangat bersemangat dalam belajar agama, sangat kritisssssss pula.

Suatu saat Asma’ mendatangi Rasulullah SAW dan bertanya, β€œWahai Rasulullah, sesungguhnya saya adalah utusan bagi seluruh wanita muslimah yang di belakangku, seluruhnya mengatakan sebagaimana yang aku katakan dan seluruhnya berpendapat sesuai dengan pendapatku. Sesungguhnya Allah mengutusmu bagi seluruh laki-laki dan wanita, kemudian kami beriman kepada anda dan membai’at anda. Adapun kami para wanita terkurung dan terbatas gerak langkah kami. Kami menjadi penyangga rumah tangga kaum laki-laki dan kami adalah tempat menyalurkan syahwatnya. Kamilah yang mengandung anak-anak mereka. Akan tetapi kaum laki-laki mendapat keutamaan melebihi kami dengan shalat Jum’at, mengantarkan jenazah, dan berjihad. Apabila mereka keluar untuk berjihad, kamilah yang menjaga harta mereka dan mendidik anak-anak mereka. Maka apakah kami juga mendapat pahala sebagaimana yang mereka dapat dengan amalan mereka?”

Mendengar pertanyaan tersebut, Rasulullah SAW menoleh kepada para sahabat dan bersabda, β€œPernahkah kalian mendengar pertanyaan seorang wanita tentang agama yang lebih baik dari apa yang dia tanyakan?”

Para sahabat menjawab, β€œBenar, kami belum pernah mendengarnya ya, Rasulullah!”

Kemudian Rasulullah SAW bersabda, β€œKembalilah wahai Asma’ dan beritahukan kepada para wanita yang berada di belakangmu, bahwa perlakuan baik salah seorang di antara mereka kepada suaminya, upayanya untuk mendapat keridhaan suaminya, dan ketundukkannya untuk senantiasa mentaati suami, itu semua dapat mengimbangi seluruh amal yang kamu sebutkan yang dikerjakan oleh kaum laki-laki.”

Maka kembalilah Asma’ sambil bertahlil dan bertakbir merasa gembira dengan apa yang disabdakan Rasulullah SAW. (HR. Muslim)

Source: sumber 1sumber 2

#Aliensjournal: Watch “How we become weak ~Yasmin Mogahed” #Tauhid

Salaam,

How we become weak

Yasmin Mogahed.

Allah tells us the most of you in the eyes of Allah is one that have taqwa.

S. Hajj: Allah gives another example. Those you call on other than Allah can not even the wing of the fly. When we seek from creation over creator you become weak.

This 3 words bassicly most profound/realization: weak is the one who seeks and that which they seek.

It means our problem is the reason why we dont have power, we are weak. Because we seek other things which are weak. When it goes away which it end up leaving we become weak/broken. Its creation faults? No, It coz you seek from creation.

When we seek protection from anything other than creator we will be unprotected.

When u come to something dat can fulfill ur emptiness which are also empty. They cant fill u. We hv to seek from the source of power.

In Ar Rum 21:

Peace and tranquality are in your spause. Then ask Allah not to beg ur family and spause to make u peace.

Empty place inside you can only fulfill with ur relationship with Allah. It doesnt mean u only can have peace in Salah not ur relationship with family/spause/friends but u must to make sure your relationship with Allah is better. So u can find peace and tranquality or coolness of the eyes in ur family and spause. :))

#Aliensjournal: Obat Rindu #dhuhareminder

Salaam,

Saat itu terputuslah wahyu dari Allah. Berhari-hari Jibril tidak datang membawakan wahyu, hingga Rasul bersedih hati kemana kekasihnya pergi tanpa ada cerita dan pelajaran lagi.
Lalu Jibril datang menemui Rasul dengan membawakan Surat Ad Dhuha. Bacalah dengan seksama, Allah tak pernah membencimu, Allah tak pernah meninggalkanmu.

image

Sungguh manis cintaNya, Allah meyakinkan Rasul bahwa Allah tetap ada diperkuat dengan pembuktian kasih sayangnya bahwa Dia memberikan kecukupan bukan? Dia melindungi bukan? Dia beri pentunjuk bukan? Maka hendaknya kamu bersyukur.

Meskipun surat ini dikhususkan kepada Rasul, aku yang membacanya seperti inipun untukku. Allah ada, dan kita percaya itu. Dia nggak kemana-mana. Surat ini menjadi Surat paling terfavorit, sejatinya jika kita menginginkan kekuatan maka mintalah dari sumber kekuatan. Allah azza wajal.

Yuk Dhuha guys πŸ™‚
Allahuallam …

[Kajian] Memilih Pasangan Menurut Sunah Rasulullah

oleh Ustad Bendri Jaisyurahman.

13 Mei 2016/ Masjid Agung Sunda Kelapa.

Pernikahan adalah bagian dari awal pembentukan peradaban. Rasul dalam urusan nikah memberikan panduan, dalam pernikahan ada hak kita dan anak-anak kita. Maka itu dimulai dari bagaimana memilih pasangan.

Ada fulan yang bertanya kepada Amirul Mukminin Umar tentang hak anak. Anak berhak mendapatkan ibu yang baik, nama yang baik dan ilmu Quran beserta adab dan hukum-hukumnya. Maka disini berlaku hukum, yang kamu tanam itu yang akan kamu tuai. Karena pengasuhan itu ibarat hutang piutang, jika tak diberi hak anak dimasa kecil maka anak itu akan menagihnya disaat dewasa.

Dalam memilih pasangan disitu ada aspek kebutuhan keluarga, bukan hanya untuk diri kita sendiri. Contohnya kisah Jabir yang memilih menikahkan janda. Rasul bertanya, kenapa? padahal kamu berhak atas perawan, kamu bisa lebih banyak bersenang-senang bersamanya. disinilah letak cinta karena Allah, Jabir menjawab, aku anak piatu, adik-adikku perempuan semua dan ada yang masih kecil, aku butuh sosok yang bisa menjaga mereka. Inilah Islam bisa mengintervensi keputusan manusia untuk aspek yang lebih luas. Subhannallah.

Ada 3 hal yang harus dipikirkan ketika memilih pasangan:

Niat yang benar.Yakin dulu bahwa ibadah bukan dengan menikah saja, jomblo pun juga banyak cara ibadahnya. Nikah ibadahnya bersyukur, jomblo ibadahnya bersabar. Harus diniatkan beribadah dengan ikhlas, memurnikan ketaatan kepada Allah. Kenapa ikhlas? Karena nikah itu satu-satunya ibadah yang waktunya paling lama. Takwa itu mengendalikan syahwat dan produktif dalam beramal. Gimana caranya? Nikahlah salah satu caranya.

Contoh niat ingin menikah dalam kisah sahabat: Mahar agama, mengendalikan syahwat, meninggikan derajat, mengalihkan cinta yang salah. Dikisahkan Thalhah yang memiliki perasaan kepada Aisyah istri Rasul, dalam hati dia pernah terbesit keinginan, nanti saya akan nikahkan Aisyah kalau Rasul wafat. Wallahi, ketika Thalhah berpikirian itu, turunlah ayat Quran bahwa janda-janda Nabi tidak boleh dinikahkan.Subhanallah banget, Allah tau apa yang ada dihati kita. Maka dari itu, untuk mengalihkan cinta yang salah Thalhah berniat untuk menikah dengan siapapun supaya pikirannya tidak terbayang-bayang Aisyah, supaya bisa lebih melihat realita.

Intinya adalah mencari ridho Allah.

Kriteria yang benar. Karena kalau salah pilih pasangan, ini bisa jadi penyebab anak-anak yang salah. Ada hadist nabi: Wanita/Pria dinikahi karena 4 hal, karena harta, karena keturunan, karena kecantikan/ketampanan, karena agama. maka pilihlah yang basicnya karena agamanya. Jika tidak kamu menyesal yangΒ  amat dalam.

Dikisahkan Faruq dan Ummu Rabiyah, Faruq baru menikah saat itu, tapi dia ingin menjadi Mujahid perang, akhirnya istrinya dia tinggalkan dengan rumah dan uang sebanyak 30.000 dinar (60 Milyar Rupiah). Sebelum pergi dengan menitipkan uang itu, mereka berhubungan suami istri. Faruq menjadi mujahid sukses, beliau kembali dengan badan yang masih kekar biarpun sudah ubanan setelah 30 tahun. Ketika kembali ke rumahnya, rumah itu masih sama, letaknya, besarnya, bentuknya. dan ketikaΒ  masuk kerumah dilihat pria muda cakap ada di dalam, dia pikir istrinya macam2 dengan pria lain, tapi ternyata itu anaknya. Dia bertanya kepada istrinya, “kamu apakan uang ku yang 30.000 dinar? rumah sama, kamu pun berpakaian tetap sederhana.” Istrinya jawab, “nanti saja diceritakan.” Ketika solat subuh keesokan harinya, Faruq bersama anaknya pergi ke mesjid Nabawi, setelah solat dia terpisah dari anaknya, ada banyak orang berkumpul mengitari syeikh. Faruq tanya ke orang terdekat, “siapa syeikh itu? ajarannya bagus.” Dijawab, “itu Rabiyah anaknya Faruq.” seketika, dia pulang kerumah dia cium istrinya dia berterimakasih. Istirnya telah amanah dengan harta yang ditinggalkan. Dia jadikan anaknya Mujahid lewat ilmu, sedangkan suaminya Mujahid lewat perang. Subhanallah kalau kita bisa benar-benar menjadi orang baik dan memilih pasangan yang baik.

Cara yang baik. (dihold sampai pertemuan selanjutnya habis lebaran)

Sesi pertanyaan: Bagaimana dengan nasab yang tidak baik.Yang harus kita perhatikan, jika sekedar keturunan buruk tapi pola asuh diluar dari keluarganya, ini bisa jadi pertimbangan. Jauhilah olehmu tumbuhan hijau yang dikubangan kotoran. Makna: penegasan bahwa pentingnya aspek pembentuk akhlak calon. Karakter itu dipengaruhi dari pola asuh umur 0-15 tahun. Jadi kita harus pahami betul karakter calon pasangan. Jadi bukan genetiknya, tapi pola asuhnya. Karena ada ibu-ibu yang inshaAllah solehah, rajin ngaji tapi kalau sudah marah dia bisa berbuat kasar sama anaknya. dan ini pun dia akui dan dia sadari tapi gak bisa dia sembuhi, karena dulu waktu kecil dia diperlakukan seperti itu oleh orang tuanya. Sungguh disini kita belajar, nikah itu bukan hanya aku dan kamu, tapi anak-anak kita kelak dan keluarga kita.

Cari yang betul-betul bisa salingΒ  membimbing, sarannya, kenali diri sendiri terlebih dahulu kita orang seperti apa, butuh pasangan yang bagaimana agar apa yang jadi hajat kita bisa di-support pasangan.