Mengapa Kita..

kita orang asing.

dimulai sebagai dua individu yang tak
saling mengenal
dimulai sebagai dua individu yang tidak
pernah bertemu sebelumnya
dimulai sebagai dua individu yang memiliki
tujuan berbeda
dimulai sebagai dua individu yang tak
pernah terpikir untuk ada.

mengapa kita harus bermula dari tempat
ramai seperti ini?
ketika orang-orang sibuk dengan tugas
mereka
ketika orang-orang tidak peduli dengan
sekitarnya.

mengapa kita harus bertemu di tempat yang
tak sepantasnya?
dimana banyak orang lalu lalang
dimana keributan diluar sana mendominasi.

kita orang asing
lihat saja, hanya kita yang saling
memandang
lihat saja, hanya kita yang saling
melempar senyuman
ya, kita adalah dua orang asing.

Lalu mengapa Tuhan memberikan ruang untuk
kita saling menyapa?
kita terus menyulam waktu dengan tali
pertemanan
bahkan sekarang kita memulai menyulamnya
dengan penuh perhatian.

Tak tahu sampai kapan kita akan berada
disini
Ditempat yang ramai dan tak sepantasnya

Yang jelas, ada saatnya nanti aku akan membawa diriku
ke tempat yang lebih damai
dimana terdapat angin bahagia yang bisa ku hirup
tempat aku bisa berduduk santai di atas lembutnya rumput keiklasan
dan itu mungkin, bersamamu.

-Geka

Advertisements

A Cup of Coffee

I’m not living in Korea, neither go there. But i want to share some things about Korea that i got from my teacher (Korean), Miss Angela Lee. Gw ikut kursus di KCC (Korean Culture Center) di kawasan SCBD Jak-sel. Sabtu kemarin gw masuk kelas Miss Lee jam 2, yang sebenarnya gw itu masuk di kelasnya Miss Kim jam 9, karena jam 9 gw ada UTS (Ujian Tengah Semester) jadi gw izin untuk masuk ke kelas lain, rugi kan udah bayar mahal-mahal buat kursus tapi malah bolos, hehehe.

Ntah karena apa akhirnya kita ngebicarain soal bintang yang bahasa Korea nya, byul (별). Dan tiba-tiba karena itu Miss Lee cerita kalau di Korea, Starbucks itu biasa disebut byuldabang (별다방), byul artinya star dan dabang itu warung kopi. Di manapun trend untuk ‘gaul’ di warung kopi yang modern memang seding in, apalagi Korea. Dan ternyata nggak cuma Starbucks yang punya sebutan dalam bahasa Korea, Coffee bean juga, sebutannya kongdabang (콩다방). Di Korea sendiri Coffee juga disebut coffee, pelafalannya mirip ‘kopi’ dalam bahasa Indonesia. Kenapa kongdabang, bukan kongkopi? Mungkin karena dabang sendiri artinya warung kopi dan ciri dari nama Coffee bean itu bean-nya jadi dipilih sebutannya kongdabang, bean = Kong (콩) dan warung kopi = dabang (다방). Unik ya? bagaimana kalau di Indonesia? Tetap sebutannya sesuai dengan nama toko tersebut kan.

Ini foto Starbucks Coffee shop di Korea, tetep ya pakai hangul (tulisan korea). tulisan itu bacanya seutabakseu kopi.

Dan yang ini juga, Coffee bean shop, tetap dengan hangul. Tulisan korea itu bacanya, Deo kopibin en tiripe yang maksudnya The Coffeebean and Tea Leaf. hehehe~

haaah, someday gw pengen banget bisa ke Korea, ngerasain udaranya, yang pasti beda sama Jakarta. enak nih lagi ngomongin kopi di temenin sama roti bakar tapi lagi nggak ada roti di rumah, yasud dengerin aja dulu ini J feat Humming Urban Stereo – Toast.

Thanks for visit!

credit pic : toughkidcst@flickr // frshgrnd.com