#AliensJournal: Monolog

Dear heart, 

 “Sometimes, you just have to stop. You don’t have to chase anymore. Stay.

If they really want you.
When you stop chasing them, they will turn back. They will come for you.

If they don’t. Only if you are strong enough to endure the pain. Stay there, wait and pray. Stop chasing.

But, If you can’t hold it anymore.
Walk away. Walk away from someone who doesn’t want you. Stop being pathetic to have them. Stop being desperate to have them. It’s okay.

Remember, what is meant to you will reach you even it is beneath two mountains. What is not meant to you, will not reach you even it is between your two lips.

Above all, stay and pray. 

Don’t chase.

 – Luqman San (here)

NB: At least say something, say if im wrong. Dont be silent. O Allah, guide me. 

Hujan Menggalau

Hujan menggalau.
Buat apa aku menangis, aku bukan pengemis, yang mengemis cinta, dari seorang pria, yang tak akan mungkin bisa ku miliki, biarpun kita saling mengasihi. Nasi sudah menjadi bubur, lebih baik aku memendamnya dalam kubur, karena waktu tak akan bisa ditarik mundur. Buat apa aku berharap, tak ada lagi cinta seperti dulu yang berderap, melangkah beriringan, tersenyum kegirangan. Sudahlah, aku sudah lelah. Biar hujan sore ini menyapu kegalauan, memberikan aroma tanah yang kebasahan, menyimpan rasa yang tak terlupakan.

-Depok, 22 April 2013 // 13:30 WIB

Love Letter

#DearYou

 

Yes, you… Yang membaca surat ini. Aku harap kamu tidak kaget menerima surat ini. Aku di sini baik, aku di sini sehat dan tetap semangat biarpun kamu telah lama tidak menemuiku. Kamu juga baik kan? Kamu juga sehat kan? Dan kamu juga tetap semangat kan menunggu waktu yang tepat untuk kita bersama? Ya, pasti kita akan bersama.

Kamu tau tidak, setiap malam minggu datang, aku selalu memikirkan kamu, sedang apa, dengan siapa dan di mana. Aku juga wanita yang mendambakan pria. Tapi aku berusaha untuk tidak iri kepada semua pasangan yang aku lihat waktu jalan-jalan di mal bersama keluarga atau teman-teman, karena aku yakin pasti akan datang saatnya aku dan kamu seperti mereka yang menghabiskan malam minggu bersama biarpun hanya sekedar duduk meminum kopi di depan teras rumah. Surat ini aku kirim agar kamu tau kalau aku kangeeen banget… ya kangen kehadiranmu menemani aku.

Kamu mau tau kesibukan aku sekarang? Tapi janji kamu juga akan menceritakan kesibukan kamu dengan membalas surat ini. Janji ya ^^. Sekarang aku mulai memasuki semester akhir, sedang mempersiapkan skripsi. Aku merasa ragu awalnya tapi jalan ini yang harus aku tempuh supaya bisa lulus kuliah. Aku ingin seperti wanita normal kebanyakan yang menempuh pendidikan tinggi, bekerja dan lalu menikah. Oh maaf, aku terlalu terburu-buru untuk menulis kata ‘menikah’ dalam surat ini. Tetapi ini yang sudah aku pikirkan dari sekarang.

Aku suka lollipop, komidi putar, suara hujan, mendengarkan musik, menyanyi, mawar pink, green tea latte, menonton drama, suara yang keluar dari tuts piano, dan aku suka memikirkan kamu… hehehe. Pasti kamu tidak tau. Aku suka menyebut semuanya itu ketika hati ku sedih, ketika mood ku hilang. Salah satunya menyebut nama mu, hatiku menjadi tenang.

Terakhir untuk surat ku kali ini, aku mau kamu tetap semangat dan bersabar. Ketika kamu sedih dan tidak ada aku di sampingmu, lakukan hal yang sama, sebut hal-hal yang kamu suka dan sebut nama ku. Ketika waktu itu datang waktu di mana kita bersama, kita harus melakukan hal-hal yang kita suka bersama-sama ya. Tuhan melindungi kita.

Aku sayang kamu, my future husband.. ^^

your future wife

pic. http://misswallflower.tumblr.com