#Aliensjournal: Tidak Harus Dia

Dear heart,

Bukan mau ngebahas soal quote-nya kok. I am messed up and almost numb soal cinta-cintaan. Tapi semoga Allah selalu menumbuhkan cintaNya ke gw yang gak ada apa-apanya ini. Karena love is a verb not a noun jadi ngasih aja ke siapapun bukan karena dia siapa. 

Eh jadi curcol. Cuma mau bilang ini sih, ahay quote buatan owe di-love ustad Salim A Fillah. 

Bahwa kehendakNya lebih indah. Bahwa kita ini cuma sok tahu padahal ada Yang Maha Tahu Segalanya. Tidak harus dia, yang penting karena Dia. 

Semoga Allah membimbing :)) 

Nb: terima kasih kesempatan untuk bisa berbagi kata dan pikiran, teman-teman NAK Indonesia. Seneng deh punya circle orang-orang yang haus ilmu.

Advertisements

Untold: Kamu

My dear, 

Dari sekian banyak cerita yang pernah aku sampaikan bahwa sebenarnya aku ingin katakan ini:

ketika kamu berada pada situasi terjepit dan sendiri, ada satu orang yang menganggap kamu luar biasa dan ingin melihatmu bangkit. Dan ketika kamu merasa tersakiti, ada satu orang yang ingin melihat kamu bahagia. Jangan takut kamu belum akan mati disini. 

Dan orang itu adalah, aku. 

Kepedulianku bukan sekedar ingin ikut campur tapi aku tau kamu kuat dan paling pantas untuk itu.

#Aliensjournal: Jangan Biarkan Aku Hidup Seorang Diri

Salaam, 

Hati ini mendidih, ada perasaan yang nggak bisa ditahan yang akhirnya berujung nangis menghadap kiblat. Hobi baru gw komplen apapun ke Allah. Dan ketika rasa mendidih itu datang, gw biasakan buka Quran secara acak. Dan ini yang gw dapatkan (Al-Anbiya: 82-101):

1. Allah memberikan cintaNya lewat ujian dan apa-apa yang dimuliakan. Beberapa kisah orang-orang yang sabar diberi ujian: 

  • Doa Nabi Ayub: “Ya Tuhanku, sungguh aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang.”
  • Doa Nabi Yunus: “Tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh aku termasuk orang-orang yang zalim.”
  • Doa Nabi Zakaria: “Ya Tuhanku janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan) dan Engkaulah ahli waris yang terbaik.”

Buka acak menemukan doa-doa ini

2. Maryam yang memelihara kehormatannya ditiupkan roh dan dijadikan anak. 
3. Dimention Zakaria dan Istrinya selalu bersegera mengerjakan kebaikan dan mereka berdoa dengan penuh harap dan cemas. 

4. Allah berfirman bahwa agama tauhid ini agama satu dan Allahlah tuhanmu. Dan adanya Islam yang terpecah belah. 

Doa Nabi Yunus aku amalkan setelah solat fardu karena itu doa untuk orang-orang yang dirundung duka, disaat dalam keadaan gelap, depresi, khawatir berlebih… Semoga Allah selalu menaungi orang-orang yang senang berinteraksi dengan Quran. Semoga Allah selalu membimbing. 

Maha Benar Allah dengan segala firmanNya. :))

#AliensJournal: Monolog

Dear heart, 

 “Sometimes, you just have to stop. You don’t have to chase anymore. Stay.

If they really want you.
When you stop chasing them, they will turn back. They will come for you.

If they don’t. Only if you are strong enough to endure the pain. Stay there, wait and pray. Stop chasing.

But, If you can’t hold it anymore.
Walk away. Walk away from someone who doesn’t want you. Stop being pathetic to have them. Stop being desperate to have them. It’s okay.

Remember, what is meant to you will reach you even it is beneath two mountains. What is not meant to you, will not reach you even it is between your two lips.

Above all, stay and pray. 

Don’t chase.

 – Luqman San (here)

NB: At least say something, say if im wrong. Dont be silent. O Allah, guide me. 

#Mimpi12

Dear you, 

Sebenarnya gw banyak bermimpi akhir-akhir ini tapi lagi malas banget buat cerita kecuali yang satu ini. 

Settingnya kayak di Jakarta, ntah dimana. Saat gw lagi jalan sendiri dengan 2 akhwat (berkerudung panjang) gw ketemu teman SMA gw yang akhwat juga di depan halte, Yani, Yeni dan Eka Husna. Mereka kayak lagi survey atau mau demo kurang jelas juga soalnya keadaannya gelap, mungkin malam. Mereka ngejegat gw dan bilang, nanti kalau sudah bersama suami mau tinggal dimana? Gw bingung, kenapa pertanyaannya ini. Belum gw jawab sudah pindah ke settingan lain dimana itu tempat tinggal gw, kayak kos-kosan/rumah kontrakan. Mungkin iya tadinya gw mau jawab, tinggal bareng suami di rumah sendiri. 

Wehehhee, kemarin saat jalan bareng mom dan Putri, kami membuat konsep kamar tidur gw yang setahun lebih ini kosong. Gw ingin kamar gw di rumah jadi work room untuk gw baca dan nulis atau untuk adek gw gambar. Terus mama nyeletuk, “nanti kamu tidur di mana kalau nikah?” Langsung gw jawab, “di rumah sendiri lah atau kontrak kalau belum bisa, soalnya kalian semua kan cewek. Risih kali ma kalau di rumah ada orang asing, cowok lagi.” :)) 

Sudah ditetapkan biarpun pasanganya masih belum jelas, kalau gw akan tinggal bareng suami di luar rumah orang tua kami. Karena jauh lebih sehat. Jauh lebih tentram. Semoga Allah membimbing.

#AliensJournal: Menjemput Mu dan Salam dari Papa #SuratuntukBintang

Dear you, 

Menjelang 27 tahun. Aku agak senewen karena belum juga dimampukan untuk berumah tangga, biarpun banyak yang memberi dukungan positif untuk bersemangat memperbaiki diri. Kata mereka, “Pernikahan bukan ajang lomba lari mbak. Terus saja memantaskan diri.” atau yang lebih bergaya motivator, “nikah itu sama seperti berbuka puasa, nikmat dan sunahnya disegerakan. Tapi waktu Magrib berbeda-beda kan?” yang mana pun intinya adalah menasihatiku untuk bersabar. Ikhtiarku memang belum cukup, walaupun ada yang tidak dengan ikhtiar jodohnya datang dengan segera dan tedeng aling-aling. Jodoh mah soal nasib. Pada akhirnya. Hehehe. Tapi jangan sampai aku berkomentar, “yasudahlah.”

Siang ini aku pergi silaturahim ke rumah sahabat almarhum papa. Beliau sangat menghormati papaku semasa papa hidup. Ketika ada masalah, papalah yang beliau cari. Usut punya usut tadinya anak pertamanya ingin dijodohkan denganku, tapi emang dasar nggak jodoh ya, doi udah ngebet akunya masih belum kepikiran nikah saat itu. Walaupun belum ada ajakan menikah tapi setelah pertemuan demi pertemuan yang gagal, doi akhirnya menikah. Waktu usiaku 15 doi yang main gitar ngucapin ultah, dan waktu kecil suka berenang bareng. Jodohku ternyata yang lain dan masih masih juga disimpan. 

Kami ngobrol beberapa hal, nggak banyak, paling soal persiapan keberangkatan si Bapak ke tanah suci bulan ini untuk melaksanakan haji. Alhamdulillah. Disela obrolan, Bapak tanya tentang hari kelahiranku. Aku lahir Sabtu malam jam 8, kalau di Islam itu sudah masuk hari Minggu. Dan papaku lahir di hari Minggu pagi. Makanya aku dan papa yang paling akrab dan emosi kita sering ngebland. Bapak menyarankan aku untuk mengeluarkan sedekah setiap hari lahir (Minggu) ke anak yatim, tapi nggak perlu banyak-banyak paling 10ribu tetapi rutin. Katanya akan ada sesuatu setelahnya. Aku sudah yakin pasti ini berhubungan dengan jodoh. Karena aku tahu, sedekah itu membersihkan hati, pikiran, penolak masalah dan memperlancar rejeki, katanya. Biarpun katanya, aku sangat yakin itu. 

Mungkin ini yang aku bilang, ikhtiarku belum cukup. Mungkin ini skenario hidupku yang berbanyak ikhtiar dulu untuk mendapatkan surga, indahnya berumah tangga. Kalau mau pamer ikhtiarku belum ada yang bisa dipamerkan, modal datang ke kajian pranikah, itu gak bisa disebut pamer. Wong habis kajian juga masih aja maksiat. Astaghfirullah. 

Untuk kamu yang sampai umurku menjelang 27 tahun belum juga datang, atau lebih tepatnya belum juga datang yakin melamar, hehe karena bisa jadi sebenarnya sudah datang cuma belum yakin dan tepat waktunya jadi masih diawang-awang, segala sesuatunya perlu pengorbanan bahkan untuk beribadah sekalipun. Solat, kita harus korbankan waktu istirahat kita untuk berdiri, rukuk lalu sujud. Zakat, kita korbankan keinginan kita berfoya-foya untuk menyenangi saudara kita yang kekurangan. Pergi haji, kita korbankan raga, harta dan keluarga untuk memenuhi undangan Allah ke tanah suci. Apalagi menikah yang notabene nya perintah Allah sejak Adam diciptakan, jauh sebelum ada peritnah solat, zakat atau pergi haji. So bisa ditarik kesimpulan, ibadah menikah itu ibadah surga, saat Adam masih tinggal di surga. Subhanallah. Jadi nggak heran juga ikhtiarnya harus pol-polan ya. 

Untuk kamu yang Bapak bilang, “sudah ada kok jodohnya cuma belum pas aja,” hehe ini agak ambigu ya, kata ‘sudah ada’ seolah kamu memang sudah jadi bagian dari hari-hariku, tapi aku lebih memilih mengartikan kata itu dengan, ya kamu dan aku memang sudah dijodohkan Allah dari 2000 tahun silam, hanya saja kita berdua ini belum siap untuk diamanahkan berumah tangga saat ini di dunia, saat umurku jalan 27 tahun. 

Aku berharap kamu juga sedang berikhtiar. Dengan cara apapun itu, semoga yang kamu lakukan itu juga untuk menjemputku. Kamu tahu, cuma ini yang bisa aku lakukan, memancing kamu datang. Maafkan aku yang nggak bisa datang secara langsung dihadapanmu lalu menyeretmu, “ayok kita ke KUA.” Karena biarpun kamu sudah ada di hari-hariku, bukan tugasku memaksakan kehendakku kepadamu. Aku ingin kamu yang yakin terlebih dahulu, jika sudah begitu yakinkan aku untuk memilihmu. Mungkin begini, soal jodoh ikhtiarnya laki-laki itu berani ditolak dan bagi perempuan tetap menunggu. Aku tak perlu mengejarmu karena yang yakin Hawa itu milik Adam adalah Adam. Adam yang berperasangka bahwa wanita satu-satunya disurga itu bakal jadi jodohnya. Walaupun sedikit berbeda dengan Ummi Khadijah yang yakin bahwa Muhammad saw adalah pasangannya kelak di surga tapi tetap yang memilih untuk setuju dan lebih yakin dengan lamaran Khadijah ya Muhammad saw. Tugasku cuma berbanyak prasangka baik pada Allah, tugasku mempercantik hati, memperbagus akhlak agar kelak ketika kita bertemu kamu dapat yakin pada pilihanmu yaitu aku.

Aku dan almarhum papa sangat dekat. Karena teman ngobrol soal masa depan dan agama hanya aku yang nyambung di antara anggota keluarga yang lain. Papa setuju dengan penilaianku, dan aku setuju dengan jalan pikiran papa. Ternyata setiap aku bermimpi ketemu papa, papa benar-benar ada di rumah. Sayangnya kamu nanti bakalan cuma bisa dengar soal papa dariku, nggak bisa bertukar pikiran langsung dengannya. Tapi gak apa-apa, Bapak bilang, akulah yang mirip secara emosi dengan papa, akulah yang ibaratnya pinang dibelah dua dengan papa. InshaAllah kamu bisa berdiskusi apapun lewat aku. 

Buat kamu, yang mungkin sedang berjalan menjemputku juga, tiap aku berdoa untuk papa, kemakam papa, ada rasa-rasa papa menitipkan salam untukmu. Mungkin kalau papa dapat bocoran dari Allah tentang dirimu, dia sudah sering menemuimu secara diam-diam. Tapi sayangnya perjodohan manusia di dunia bukan urusan para arwah, itu cuma urusan Allah. 

Bapak bilang, kalau sedang ziarah ke makam papa, beliau suka berdialog dengan papa. Papa nggak menanyakan gimana kabar aku dan adik-adik mungkin karena papa hampir tiap hari ke rumah menjenguk diam-diam. Karena Bapak pernah datang dan papa sedang tidak ada. Kamu tahu, aku percaya dengan hal ghaib macam ini, dan inilah yang membuat aku dan papa akrab. Aku percaya semua ceritanya tentang jiwa-jiwa diluar badan manusia. 

Siapapun kamu, aku berkeinginan untuk memiliki kamu dan ayahmu. Aku mendambakan sosok ayah jika memang kamu bisa begitu, tapi kalau belum aku mendambakan sosok ayah dari ayahmu. Semoga beliau masih sehat walafiat, karena banyak hal yang ingin aku diskusikan bersama ayahmu, yang belum sempat aku diskusikan dengan papa. Maaf ya, jika nanti kalau kamu berani melamarku, yang aku tanya pertama kali itu tentang ayahmu, bukan tentang dirimu. Jangan cemburu. 

Aku menulis ini di perjalananku menuju hajatan teman yang berhasil merealisasikan mimpinya. Mimpiku saat ini adalah kamu, mungkin cuma kamu. Jangan berhenti mencintaiku biarpun kita belum pernah bertemu, caranya jangan berhenti berdoa padaNya, berbuat baik, gemar melakukan hal-hal baik. Sesungguhnya Allah menghadirkan cintaNya lewat orang-orang yang mencintaimu, jadi cintai aku dengan cara yang paling baik. Semoga Allah membimbing kita. 
Fatmawati, 19:09. Minggu. Agustus 2016.