Renungan

Hadits:

“Ya Allah, aku minta kepada-Mu rasa takut kepada-Mu di waktu sendirian maupun di hadapan orang lain, dan aku minta kepada-Mu ucapan yang benar dalam keadaan senang maupun marah, dan aku minta kepada-Mu kesederhanaan di waktu miskin maupun kaya.

[HR. An-Nasa-i dan Ahmad]

Dan (demi) jiwan serta penyempurnaan (ciptaannya). maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaan, Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu (dengan ketakwaan), dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya (dengan kefasikan).

Asy-Syams: 7-10

Ku mohon, lindungi hamba Ya Allah.

Bersabar Menghadapi Peringai Manusia

Dear good eaters,

Artikel ini sebagai pengingat kepada diri saya sendiri. Sejatinya kita hidup untuk beribadah kepada Allah. Tapi ada beberapa kasus, kita berbenturan masalah dengan orang lain yang dimata kita dia itu rajin ibadah. Lalu janganlah kita menilai bahwa ibadah tidak berbanding lurus dengan akhlak karena memang tidak selalu begitu atau, nauzubillahi minzalik. kita malah jadi benci dengan orang yang rajin ibadah karena dia sering menjengkelkan.

Ternyata kuncinya dua, semoga kita memiliki dua kunci ini. Yaitu, sabar dan solat.

Ternyata jika kita ingin mendapati keajaiban dari Allah itu dengan solat. Dan jika kita ingin mendapati kebaikan dari orang lain itu dengan akhlak mulia. Apa akhlak mulia paling tinggi, di kajian ustad Hanan Attaki bilang sabar adalah akhlak mulia paling tinggi. Jika kita memilikinya jangan heran jika musuh menjadi sahabat kita, jangan heran jika kita sering mendapat kebaikan dari orang lain.

Maka sama seperti di quran surat Al Baqarah carilah pertolongan dengan sabar dan solat. Milikilah akhlak mulia dan bentengi diri dengan solat. Maka akan datang pertolongan dari manusia dan dari Allah.

Semoga Allah selalu mampukan kita untuk bisa belajar dari kejadian-kejadian yang Allah amanahkan kepada kita. Semoga kita menjadi orang-orang yang ridho akan ketetapanNya dan diberikan pertolongan untuk selalu berbuat kebaikan.

Semoga bermanfaat. Wallahu alam. Selamat berjuang! ๐Ÿ™‚

Du’a for Depression

Dear Good Eaters,

Ada satu doa yang paling favorite yang Allah ajarkan di dalam Al Quran, yaitu doanya Nabi Musa As. Saya akan berbagi beberapa insight yang bisa didapat dari doa tersebut.

Sebelumnya saya mau kasih gambaran sedikit tentang kisah di balik doa yang Allah abadikan dalam Surat Al Qasas ayat 24. Sebelum ada kejadian Nabi Musa as berbicara langsung dengan Allah di atas bukit, ada beberapa kisah tentangnya yang diceritakan dalam Al Quran. Salah satunya tentang Nabi Musa yang melarikan diri dari Mekah lalu ke kota Madyan karena menjadi buronan setelah membunuh seseorang.

Pada saat itu Nabi Musa sangat kehausan, hampir mati. Dia dapatkan air lalu beristirahat di tempat teduh. Lalu ketika itu, dia melihat dua gadis Madyan sedang menarik dan menahan hewan ternaknya di sekitaran kubangan air dimana disana terdapat banyak laki-laki yang juga sedang memberi minum ternak mereka.ย  Tanpa berpikir panjang, Nabi Musa menghampiri dua gadis itu lalu bertanya, “Ada apa dengan kalian?” Dan kedua gadis itu menjawab, “kami tidak bisa memberikan minum kepada hewan kami sebelum semua laki-laki pergi dan orang tua kami sudah tua.” Sama seperti yang Allah kisahkan pada ayat 23 dalam surat yang sama. Tanpa pikir panjang, Nabi Musa menolong keduanya untuk membantu memberikan minuman kepada hewan ternaknya. Setelah selesai, tanpa sepatah kata pun, Nabi Musa mengembalikan hewannya lalu pergi ke bawah pohon lagi. Dari situ, keluarlah doa yang dipanjatkan Nabi Musa, yaitu doa:

ุฑูŽุจู‘ู ุฅูู†ู‘ููŠ ู„ูู…ูŽุง ุฃูŽู†ู’ุฒูŽู„ู’ุชูŽ ุฅูู„ูŽูŠู‘ูŽ ู…ูู†ู’ ุฎูŽูŠู’ุฑู ููŽู‚ููŠุฑูŒ

… “Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku”.(Al Qasas 28:24)

Lalu apa yang dia dapat? setelah itu dia mendapatkan pertolongan dari Allah, yang mana dia mendapatkan semua yang dia butuhkan. Allah menolongnya.

Ada 8 poin yang ingin saya bagikan dan inshaAllah kita bisa dapat hikmah dari kisah dan doa yang sampai yaumul Akhir doa ini akan terus dipanjatkan oleh semua muslim di dunia. Apa poinnya? Coba disimak.

  1. Setelah Nabi Musa menolong dua gadis Madyan, dia tidak menunggu untuk mendapatkan ucapan terima kasih dari keduanya. Karena dia tidak menginginkan apapun dari mereka, yang dia inginkan adalah apresiasi dari Allah. Kita belajar disini bahwa jika kamu berniat dengan niatan yang baik, kamu menolong seseorang tapi mengharapkan ekspektasinya dari Allah saja, lalu Allah akan menjagamu dan memberikan perhatian kepadamu lebih dari apa yang pernah kamu bayangkan.
  2. Sebelum dia berdoa dengan doa ini, dia mendapatkan air dan kesejukan dari tempat dia berteduh. Perhatikan kata ‘anzalta’, ini adalah past tense (kata lampau), dalam bahasa Inggris kalimat ‘yang Engkau TURUNKAN kepadaku’ kata turunkannya menggunakan bentuk lampau dari SEND, yaitu SENT. Ini berarti dia berterima kasih dahulu kepada apa yang sudah Allah berikan padanya yang sangat dia butuhkan, dalam kisah ini yaitu air dan keteduhan. Kita belajar disini bahwa sebelum meminta kepada Allah, dia berkonsentrasi kepada apa yang telah Allah berikan kepadanya.
  3. Sebelumnya Nabi Musa telah melakukan kesalahan besar, yaitu membunuh. Dia dalam keadaan genting saat itu, dia merasa berdosa, walaupun sudah meminta ampun kepada Allah, dosa itu tetap menghantuinya. Disini, kita bisa belajar bahwa perbuatan buruk yang kalian lakukan di masa lalu sebenarnya akan ditutup sama Allah. Karena Allah saja istilahnya membantu seseorang yang telah berbuat kejahatan membunuh. Saya yakin dosa yang kalian lakukan yang membuat kalian merasa bersalah, tidak lebih dahsyat dosanya ketimbang membunuh seseorang. (saya berharap demikian). Setelah dia melakukan dosa itu, apa yang dia lakukan? Menolong seseorang. Jadi apa yang bisa kita ambil pelajaran dari sini, bahwa jika kamu melakukan kesalahan, kamu harus menyegerakan berbuat kebaikan untuk orang lain. Dalam cerita ini, Nabi Musa menolong dua gadis Madyan.
  4. Kata ‘khair’ dalam ayat ini tidak hanya berarti kebaikan dalam bentuk material (air dan tempat teduh) tapi juga dalam bentuk kata kerja (kesempatan berbuat baik, membantu seseorang). Ada yang harus kita ubah mindset kita, bahwa ketika kita BERSEDEKAH, kita melakukan charity, kita membantu seseorang, sebenarnya bukan kita yang membantu mereka, merekalah yang membantu kita. Mereka menjadi ampunan bagi dosa-dosa yang telah kita perbuat. Okay, kita membantu mereka soal urusan dunia, tapi mereka membantumu soal urusanmu di akhirat. Subhanallah.
  5. Dalam kisah ini, Musa paling tahu apa yang dia butuhkan. Bisa makanan, rumah, baju baru, pekerjaan karena dia baru saja kabur dari tempat asalnya dan tidak membawa apa-apa. Tapi dia tidak memanjatkan doa meminta semua itu. Dia hanya bilang, “aku membutuhkan kebaikan (apapun itu) dari sisi-Mu, yang benar-benar aku butuhkan.” Disini kita diajarkan adab meminta kepada Allah, bahwa apapun yang Allah kasih pasti ada kebaikan disana, pasti sesuatu yang kita butuhkan. Nabi Musa mengajarkan kita tentang aqidah.
  6. Kata ‘faqir’ yang Nabi Musa gunakan menunjukan bahwa dia sangat-sangat memerlukan pertolongan Allah, menggambarkan situasinya yang sangat kekurangan. Dalam bahasa Arab, Faqir itu keadaan yang sangat memprihatinkan dari kata Miskin. Kalau miskin, walaupun dalam keadaan kekurangan tapi masih memiliki sesuatu yang bisa berguna dan digunakan. Disinilah poin dimana doa ini banyak disebut du’a for desprate time. Karena dipanjatkannya dalam situasi yang benar-benar own nothing. Dan hanya berharapnya pada pertolongan Allah, bukan yang lain.
  7. Lalu bisa kita lihat ke ayat berikutnya, ada kata ‘kemudian’, ini hal yang sangat penting untuk kita renungi. Dalam translate bahasa Inggris awalan dalam ayat 25 yaitu ‘Therefore soon…’. Di ayat ini Allah mau menunjukan bahwa ketika kita meminta sesuatu dengan cara seperti yang nabi Musa lakukan, soon, dengan segera Allah kasih jawabannya. Yaitu, kedua gadis Madyan menghampiri Nabi Musa untuk memberikan imbalan. Disini kita bisa tarik kesimpulan, kalau bisa bersyukur dengan apa yang Allah kasih, Allah pasti akan memenuhi semua yang kita inginkan.
  8. Kita harus menjadi orang yang pandai bersyukur walaupun situasinya saat itu kamu sedang jadi buronan, kamu sedang ada di padang pasir yang tandus, kehausan tapi kamu tidak mengeluh akan hal itu, Allah katakan dalam surat Ibrahim ayat 7, jika kamu bersyukur maka akan Aku tambahkan nikmat. Nabi Musa tidak hanya mendapatkan satu pertolongan, tapi semuanya dia dapatkan. Pekerjaan, tempat tinggal, bahkan pernikahan.

Untuk itu, mari kita sama-sama berusaha untuk menjadi orang yang bersabar dan pandai bersyukur. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hambanya yang mendapatkan pertolongan di yaumul akhir, menjadikan kita orang-orang yang dapat belajar dan mempraktekan kebaikan yang diajarkan-Nya lewat Al Quran.

Semoga bermanfaat. Dan mohon koreksi jika ada kekeliruan.

Wallahu alam bishawaf ๐Ÿ™‚

Penjelasan ini berasal dari Buku Ustad Nouman Ali Khan, Revive Your Heart.

 

 

Sinyal Jodoh

Dear Good Eater,

Ustad Khalid pernah bilang, umumnya semua orang akan mendapat sinyal jodoh. Sama seperti sinyal hidayah, misalnya kita ketemu fakir miskin di jalan ini sinyal hidayah untuk kita bantu mereka, mendengar azan itu juga sinyal hidayah. begitu juga dengan sinyal jodoh, pasti kita akan dapat sinyal jodoh. Artinya dia akan dapat kecendrungan dengan seseorang, hanya saja manusia itu suka ribet dan rewel, ada aja kurang ini dan itunya. milih-milih.

Pernah liat orang lumpuh di jalan dan dia juga ada jodohnya, punya anak lagi, lihat orang yang lebih banyak kurangnya dari kita tapi ada pasangannya? Pernah berpikir nggak sih? kok mereka bisa sedangkan kita belum ketemu jodohnya juga? bisa jadi kita juga terlalu banyak memilih.

Lalu bagaimana kita tau ada tanda-tanda kalau si dia adalah jodoh kita? Jika ada orang yang datang dan cenderung kepada kita maka istikharahlah. Jika yang datang satu maka tanyakan pada Allah, begitu juga jika yang datang lebih dari satu, mana yang terbaik untuk kita. Utamakan agamanya. Lalu serahkan pada Allah, nanti akan datang tanda-tanda dengan sendirinya tentang dirinya, tentang masa lalunya, tentang kebiasaannya, cerita-cerita dia. Disinilah saat-saatnya untuk bisa menentukan. Kalau jodoh pasti Allah mudahkan jalannya.

Ustad Khalid juga menambahkan kalau jodoh itu termasuk takdir ikhtiar kita. Datangnya tergantung sama usaha yang kita lakukan. Mungkin itu juga kenapa ayah saya dulu bilang, kalau mau jodohnya orang pertamina, ya kerjanya di pertamina. Dan ayah saya juga pernah bilang, jodoh emang di tangan Allah tapi kalau kita gak usaha untuk ngambil, ya terus aja adanya di tangan Allah. Ikhtiar aja mau nikah sama orang yang begini atau yang begitu.

Jangan terlalu rewel dengan kriteria, bukan berarti harus juga menerima siapapun yang datang menawarkan diri untuk menjadi pasangan hidup kita, bukan. Tapi banyak dari kita menolak yang tidak ada unsur syarรญnya. Kalau soal agamanya dan akhlak tidak baik maka ya tidak apa-apa ditolak. Tapi jangan berpikir kalau orang baik agama dan akhlaknya dia tidak pernah melakukan kesalahan, jangan pula nanti komplen kalau sudah menikah kenapa dia begini padahal dia soleh, karena itu butuh adaptasi antara kita dan pasangan kita.

Maka carilah yang sepadan, dahulukan agama, sehingga yang salah minta maaf yang benar memaafkan, terus begitu roda rumah tangga.

Semoga Allah selalu menjaga kita dan pasangan kita dan membimbing mencapai ridho-Nya.

Image

People’s criticisms will not take away from them. People’s praise will not add to you. It will not. At the end of the day, when people get praised and criticism from others all the time, you know what starts happening? They start getting affected by it. This is why we have Allah’s words; and that will help us see ourselves for who we really, truly are. 

Don’t be so hard on yourself.

Wa ma ‘ind Allah khayrun wa abqa (Al Shura: 36)– what Allah has in His possesion is better. The word ma, Allah is saying, ‘I dont want to tell you what I have yet.’ there is something Allah has in His possesion and it’s better. It hasn’t been given to you yet. – ust. Nouman Ali Khan

.

What i want to share, every experience in life is something you can benefit from. Even for the bad one. There was some good in it that Allah put over you even though you may not able to see.

.

You are not alone ๐Ÿ™‚ Allahu qayyum!

#puttinglifeinperspective #quranperspective #learning #doinggood #islam #noumanalikhan #life

Al Mulk: 23

Al Mulk: 23

Qul huwallazi ansyaakum wa ja’ala lakumu ssam’a wal abshara wal afidah. Qalillamma tasykurun. 

Katakanlah, “Dia yg menciptakan kamu dan menjadikan pendengaran, penglihatan dan hati nurani bagi kamu. (Tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur.”

.

Allah menyebut Qul, karena in the previous ayah banyak manusia yang sudah mendengar kata-kata Allah tapi tetap membangkang maka Allah meminta Rasul utk menyampaikannya.

.

Huwallazi ansyaakum. Ansya akum: provide mature life. Nasya a artinya to be useful, to rise, to grow. Allah sebenarnya membantumu untuk lebih mature dan menjadi kuat. Allah menciptakan mu untuk bisa melakukan banyak hal dan memiliki banyak kekuatan.

.

Waj’ala lakumu ssam’a wal abshara wal afidah. Allah install u hearing ability, seeing and passionate heart. Bukan assam’a wal abshara wal ukula, Allah gives you hearing, seeing and mind. Kenapa? Hearing and seeing seharusnya menuntunmu pada intelectual conclusions tapi your intelectual conclusions seharusnya menuntunmu ke spiritual growth. Cara berpikirmu seharusnya menuntunmu kepada mature emotions.

.

Al afidah gak cuma sekedar hati. Asalnya dari Fuad: passionate heart atau intense heart. Seperti kalau kamu jatuh cinta nah pakainya fuad, ada hal yg membara disana… Sedangkan kalau normal emotion itu qalb. Jadi ada yg menarik:

.

Cara berpikirmu kalau itu dewasa, kamu mendengar suatu pesan kamu berpandangan terhadap sesuatu itu kamu memikirnya kamu akan sampai pada conclusion.

Contohnya habis dengar kajian dan kamu merasa amazing lalu kamu segera beribadah. Kalau kamu gak berpikir secara mature kamu gak berpikir mendalam maka keinginan itu cuma sebentar keesokannya mungkin gak akan dilakukan. Tapi kalau kamu secara kontinyu merefresh pengetahuan dengan mendengar dan melihat maka kamu akan bisa mempraktekannya dgn sepenuh hati, involved in it.

.

Quran itu maknanya zikr, reminder, sesuatu untuk diingat kembali. Dan assama (single) wal abshara (plural) dan wal afidah (plural). Maksudnya? Kita bisa aja dengar satu ayat yang sama tapi tiap manusia menginterprate nya beda2. Ketika kita dengar penjelasan Al fatihah teman kita bisa nangis, kita cuma bingung garuk-garuk kepala. -continue #noumanalikhan