[Bicara Buku] No Matter the Wreckage by Sarah Kay

Jika Lang Leav terlihat naif dengan deskripsi akan jiwa, cinta, janji, mimpi antara laki-laki dan perempuan. Kadang. Atau Najwa Zebian memberikan kesan kuat pada hati yang baru dihancurkan. Beda dengan Sarah Kay. 

Dia terlalu gamblang (menurutku) memperlihatkan isi otaknya yang brilian tentang semua kejadian di masa lalu, masa kanak-kanak, masa sekarang dengan latar New York dan sekitarnya, terlalu gamblang menceritakan kisahnya dengan pria yang pernah mengisi hidupnya. Tapi kegamblangan itu malah sulit dimengerti. Karena Sarah pintar memetamorfosakan tema-tema puisinya. I like hers, coz every confusion create much curiosity. Hehe jadi bikin baca berulang.

Mengutip Private Parts: 

There was no secret I didn’t tell him

There was no moment I didnt share.

We didnt grow up, we grew in: like ivy wrapping,

Molding each other into perfect yins and yangs.

Menjadi buku prosa favorit sepanjang memilikinya, Sarah Kay selalu membawa sihir dan menciptakan letupan pada saat membaca tiap tulisannya. Menunggu buku selanjutnya, The Type, tiba di rumah.

Nb. Yang mau memperkaya vocab, karya Sarah Kay banyak membantu #bookish #instabooks #books #poetry #poems #bookreview

Advertisements

[Bicara Buku] Modern Romance by Aziz Ansari

“Sebenarnya nggak mau terlalu tau soal beginian, tapi kita juga gak bisa terlalu innocent,” itu kata-kataku saat bikin status Whatsapp ttg buku ini dan ada yang nanyain ini buku apa. Bertahun-tahun setelah kejadian raibnya Tanya dalam relationship yang singkat dikehidupan Aziz, akhirnya dia membuat research tentang how milennials find their soulmate karena realitanya anak jaman sekarang percaya soal soulmate, bukan sekedar spouse. Haha. We all have Tanya in our phone yang tiba-tiba raib tanpa kabar setelah berjam-jam kita nungguin balesan SMS/WA-nya. Ya kaaan? Ngaku hey chitchatters… This book deals about Online Dating. Tapi dikemas dengan gaya humornya Aziz. Jadi buku Sociology Science yang sangat casual. Kita bisa tahu dengan perkembangan romansa jaman sekarang yang gampang banget bilang cinta dan suka kebanyak orang. Yang mudah banget kirim pesan teasing dan flirting padahal belum tentu itu serius. Atau sampai tentang s*xting, macam-macam adultary yang tercipta dari satu aksi yaitu CHATTING! 

Banyak pelajaran tentang how social media and the Internet are introducing all kinds of new options into social and romantic life. And while it’s exciting, sometimes even exhilarating, to have more choices, it’s not necessarily making life easier. Dan nemu satu interviewee nya Aziz bilang “nobody playing tinder bcoz they look for something they play it bcoz they want to have fun.” i agree with that. I really still confuse with this romance phenomenon. Padahal secanggih apapun algoritma itu me-matching kan kita dgn dia tetap hati dan otak kita lebih berhak untuk menentukan apa dia baik/gak. 

Buku ini agak bebas menjabarkan banyak hal ttg kebarat-baratan yang bikin aku WOW, segitunya kah? Dan aku bersyukur tidak menjadi bagian dari mereka. Karena dlm buku ini seperti ngasih tahu, online dating itu awalnya aja yang bikin fun selanjutnya anxiety dan dread. Nah lho. So… Buat yang masih mencari, sudahlah coba lihat sekeliling kalian jangan-jangan sudah ada yang berani sayang cuma karena situ unvalue relationship egonya digedein, kesempatan itu jadi hilang. Im going to buy this copy next month. Agaknya bagus untuk aset anak cucu kelak. #bookish #instabook #bookreview

[Bicara Buku] Tentang Kamu by Tere Liye

“Selalu menyenangkan punya seseorang yang menunggu di rumah.” ini nasihat Eric untuk Zaman saat perjalanan mereka dari London ke Paris untuk menyelesaikan kasus Harta Warisan Sri Ningsih. 

Penggalanan nasihat itu membuat aku tersenyum, dari seluruh kalimat yang ditulis Bang Darwis yang sangat quotable, nasihat ini yang paling membekas. Sejatinya kita hidup untuk pulang kan? 

2/3 dari isi buku ini yang punya 520-an halaman adalah tentang kehidupan Sri Ningsih, klien Zaman yang keturunan Indonesia, memiliki paspor Inggris yang punya harta peninggalan bisa menandingi harta kekayaan Ratu Inggris. Untunglah Sri Ningsih ini karakter fiksi, karena kita akan sulit percaya dia bisa bertahan hidup dengan kemalangan yang bertubi-tubi. Tapi saya tetap salut dan hormat bahkan malu dengan karakter fiksi ini. Tentang Kamu adalah buku tentang bagaimana memaafkan dengan tetap melihat bahwa hari ini dan esok akan terus berjalan. Adalah buku tentang membenarkan kalimat cinta datang bersama tanggung jawab. Adalah buku tentang lakukan saja selanjutnya lupakan. Bagaimana seorang perempuan bertahun-tahun tinggal sendiri, setiap orang yang disayang dan menyayanginya pergi. Jadi jangan lenjeh dengan kejomblooan yang belum menemukan titik cerahnya, Gen.

Ah Ibu Sri Ningsih ini, terlalu banyak dari sifatnya yang perlu diambil sebagai contoh. 

Pun Bang Darwis menuliskan kisah memilukan agar kita bisa melihat lewat kacamata kebaikan. Biarpun ikut merasakan pilu tapi dalam satu waktu bisa mengembalikan semangat. Mengquote Sri Ningsih: jika kita gagal 1000x maka pastikan kita bisa bangkit 1001x. 

Aku melihat menariknya laki-laki saat sedang jatuh cinta, aku melihat kebaikan selalu melahirkan cinta, aku melihat diatas segalanya Tuhan selalu ada. Dan benarlah, jujur adalah ciri-cirinya orang beriman. 

Ada bagian yang menjadi hipotesa Eric saat obrolannya dengan Zaman di atas pesawat jet yang sangat menarik. Baiklah, baca saja bukunya. Larut dalam kisah Sri Ningsih seharian biarpun dengan kepala masih pening tapi gak menghalangi ku untuk berteriak “horeee” di dalam kamar karena saking terpukaunya dengan skenario Bang Darwis untuk kisah ini. 

#bookish #instabook #bookreview

[Bicara Buku] Sunnah Sedirham Surga by Salim A Fillah

 Dejavu. Already seen.

Kata itu yang menggambarkan situasi ketika aku membaca buku ini. Asa pernah baca, asa pernah tau. Iyalah, buku ini berisi kumpulan tulisan pendek ustad Salim A. Fillah yang pernah ditulis pada akun sosmednya di tahun 2015-2016. Berhubung si eneng ini getol menyimak tulisan-tulisan beliau jadi seperti di dongengkan kembali.

.

Yang kenal karya beliau pasti sudah menebak buku ini akan tumpah-tumpah kata-kata santun dan manisnya, buku ini akan banjir kisah-kisah yang bermakna. Seperti ini:

.

Benarlah Rasulullah, lebih baik hidup bersama sesama sembari bersabar atas tiap gangguannya ketimbang hidup sendiri di atas gunung. Maafkan lapangkan dada. Karena manfaat pertama dari maaf bukanlah untuk yang dimaafkan, melainkan damainya hati sang pemaaf. Tapi janganlah kita keliru tangkap jika ada yang menghadiahkan kata-kata tak mengenakan. Seringkali kita mengiranya sebagai kedengkian sesama padahal justru ia adalah cinta, kepedulian, dan ketulusan yang berhimpun dalam nasihat berjuta rasa. Kelau kita merasa sakit hati tiap kali diberi nasihat, mungkin hati kita yang perlu dirawat inap. 

Sesungguhnya semua nikmat mengundang rasa dengki kecuali nikmat menjadi pribadi yang rendah diri. .

Berbeda dengan kalian mungkin, tapi kalau aku mah tiap membaca tulisan beliau ada aja otak memerintahkan syaraf di ujung kanan dan kiri bibir supaya membentuk lengkungan, yap tersenyum mesam mesem yang bahkan suka tersipu. Haha lebay ya. Tapi benar diksi beliau romantis. Speechless, kagumnya naik sampai ke langit ke satu, satu aja dulu ya karena langit-langit diatasnya untuk idola-idola sekelas Rasul dan Sahabat.

.

Ciamik sih menurutku, dari semua kisah yang ustad bagi semua punya benang merahnya yaitu membiasakan sunnah, belajar untuk mencontoh akhlak Rasulullah bahkan gak cuma perilaku tapi cara berpikirnya baginda Sallahu alaihi wassalam.

.

Semoga kita dimudahkan dalam mengamalkan sunnah Rasulullah dan istiqomah🙏

.

#reviewbuku #amateur #bicarabuku #aliensjournal #salimafillah #instabook #booksgram

[Bicara Buku] Eat

I have dreamed about living in Melbourne City in a studio flat with some warm-hearted neighbors. Every weekend we taste different dishes by exchange hand-made cooking. Like Roasted Chicken, Turkish Delight, Risotto and Yorkshire Pudding.

.

This book throw me back to that dream I’ve ever made. With her witty and eminently diction, Nigella Lawson gives some advices and tips for cooking some good foods with a minimum fuss.

.

It doesnt really helpful for us to cook Indonesian foods but it provides some knowledge of International ingredient, like Asparagus, Elderflowers, Grouse, pea.

.

She writes about how to cook in advance, u should feel and enjoy your performance in kitchen. U dont cook in a rush. If things do go wrong in cooking, indeed, its one of the ways you learn and eventually find your own style. The best food you’ve cooked might has been as a result of trying to make up for some fault.

.

I suit to her thought, I cook because I want them to taste what I like not to feed them 🙂 It’s like writing, before you please people u must please yourself first.

.

I recommend this book for you, good eaters. Its fine book for amateur chef, or who doesnt do cooking but love eating.

**** 4 stars

#vintageminis #bookworm #bookish #nigellalawson #eating #cooking #chef #spentlongweekend #myweekend

[Bicara Buku] #TemanTapiMenikah

Dear you,

Tipe hubungan yang pernah jadi impian gw, nikah sama sahabat atau jodoh dengan sahabat. Soalnya gw gak suka hubungan yang lovey dovey, dia atau gw yang clingy. Eugh. Geli. Dan dari dulu yang gw cari sosok saudara laki-laki bukan cowok romansa. Yang bisa diajak gila, asik-asikan tapi bisa serius juga. 

Sampai akhirnya ada di fase itu. Dimana suka sama teman sendiri. Ternyata gak selalu asik. Haha. Jadi ada kalanya kita tetap menjalani hidup dan biarkan Tuhan yang mengambil alih. Karena seseorang yang kita inginkan nggak selalu menginginkan kita juga. Yha baper. 

Ditto dan Ayu sahabatan belasan tahun dari sejak mereka SMP. Ditto jadi teman sebangku Ayu. Kedekatan mereka simply karena obrolan mereka selalu klik. Ayu yang dari kecil sudah kerja sebagai artis Ditto yang hobi main musik perkusi yang gak biasa. Bikin mereka saling support, care dan melebihi sahabat. 

Gak akan benar-benar ada hubungan pure teman/sahabat antara cowok dan cewek. Pasti salah satunya memendam perasaan. Dibuktikan oleh mama dan papa nya Sekala Bumi ini. 

Ditto ternyata sudah suka dengan Ayu sejak lama. Tapi gak tau persisnya kapan, dia pendam dan tangkis sekian lama. Ditto yang playboy tukang gonta ganti pacar, biarpun selalu ngincer cewek atau jadi inceran cewek karena keeksisannya sebagai pemain perkusi dan ketua OSIS, tapi selalu gak bisa lepas pikirannya dari sahabat termanisnya, Ayu. 

Ditto selalu jadi tempat curhatan Ayu soal pacar-pacarnya begitu juga Ayu untuk Ditto. Ayu gak pernah absen dari menyanjung permainan perkusinya dan Ditto selalu konsisten untuk ada buat Ayu. Bahkan ketika mereka tinggal di kota yang berbeda. 

Ide dari Ditto nembak Ayu untuk dijadiin teman hidup terlintas setelah banyak berkontemplasi soal masa depan yang harus dijalani, masa depan yang gak selalu tentang asik-asikan pacaran sana sini. Habis itu gak ada makna apapun.

Ayu hanya berharap, Ditto cepat bertobat dan menemukan pasangan yang bisa melengkapi hidupnya. Bagaimanapun, mereka tidak bisa hidup dewasa dengan cara seperti ini. Ditto tidak bisa hidup dengan hubungan yang dimulai dan diakhiri seenaknya di saat kehidupan menuntut kedewasaan mereka dalam memenuhi berbagai aspek kehidupan.

Mereka sempat ada di fase capek ah pacaran putus, pasangan baru putus lagi. Ayu apalagi capek diselingkuhin pacarnya. Dari situ Ditto membulatkan niatnya untuk meminang Ayu. Gak lama dari bilang, “kalo gw suka sama lo gimana, Cha?” Sampai akhirnya Ditto beliin cincin tunangan itu prosesnya gak lama. Karena Ayu pun sangat welcome dengan ajakan Ditto. 

Gw kasih bintang tiga di Goodreads. Karena finally penasaran gw terpecahkan dengan buku ini. Haha. Melihat gw juga kepingin banget punya suami hasil persahabatan. Tapi ya umur segini, mau mulai sahabatan sama siapa? Udah telat. Sayangnya pov buku ini pakai sudut orang ketiga. Tapi terkadang berasa kayak Ditto yang lagi cerita. Apalagi seringnya disinggung tentang keluarga Ditto aja, tanpa Ayu. Gw lebih suka kalau pov nya dari sisi Ditto aja atau Ditto lalu Ayu. Supaya kita tau sebenarnya ada apa dibalik hati masing-masing saat mereka jalin persahabatan. 

Selagi buku ini menjelang rilis, Ditto gak henti-hentinya teasing di IG pribadinya, ngasih semangat dan cibiran untuk kawula muda yang terjebak Friendzone. Haha. Kalau gak ada yang berani untuk mengutarakan gak akan terselesaikan urusan friendzonenya. 

Baiklah buat gw sepertinya akan menjadi impian aja bisa nikah sama sahabat sendiri. 😦 buku ini cukup menghibur. Dan gw makin yakin, kalau urusan yakin datangnya lebih banyak dipihak cowok. Biar dia yang meyakinkan. Kalau sahabat cowok lo cuma baik aja, belum berarti ada perasaan lebih. Kecuali kalau dia berani bilang serius suka. 

Ohya Ditto ini ESFP, playboy cap kampak. Wkwkwkwkw. Tapi jatuh cuma sama satu cewek aja. Ya yang selalu ada untuk dia dan dia bisa ada untuk cewek itu. He needs someone who can covenience him. Convenience dari sisi mentalnya, cuma sama Ayu dia diterima apa adanya. Kalau cewek yang pernah ada selalu menuntut dia. Wehehe. Gitu deh.

Gw suka kata-kata ini: bosan itu pasti. Tapi kita jangan pernah saling pergi ya. 

[Bicara Buku] Reclaim Your Heart by Yasmin Mogahed

​Judul: Reclaim Your Heart

Penulis: Yasmin Mogahed

Alih bahasa: Nadya Andwiani

Penerbit: FB Publishing

Tahun: 2012

ISBN: 978-602-1687-38-3
Sejatinya kita selalu mendambakan hal-hal baik. Inilah buku hebat yg bisa menghebatkan. Reclaim your heart, rebut kembali hatimu, buku yang berisikan wawasan dan pencerahan tentang cinta, duka dan bahagia. Yasmin Mogahed menuliskan dengan pengalaman pribadinya disertai analogi yang cukup logis. Topik yang dituliskan semua berkaitan dengan sungguh segala hal mengenai habluminannas itu dilandasi dengan bagaimana habuminallah kita. 

Isi buku ini dibagi beberapa bab mengenai, Keterikatan, Cinta, Penderitaan, Hubungan dengan Sang Pencipta, Status Perempuan, Umat dan ditutup dengan kumpulan puisi. 

Tauhid adalah benang merah yang mengkaitkan topik-topik di atas, bagaimana kepercayaan kita terhadap kuasa Allahlah yang menjadikan hidup kita damai dan tentram. Ada beberapa ayat yang sering muncul di tiap topik yaitu Surat Al Baqarah 216, bahwa boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui. 

Buku ini memfokuskan pada hati, seperti yang pernah Rasul katakan jika hati rusak maka rusaklah semua tubuh kita. Buku ini menggugah dan memberikan jalan keluar dari kegundahan, kegelisahan, kesedihan, kesenderian, kebingungan yang kita rasakan. Dan buku ini memberikan pengertian bahwa hati kita ini seharusnya hanya diisi dengan Allah saja, sedang masalah dan karunia harusnya kita taruh di tangan kita saja, maka tidak akan merasa begitu sedih dan putus asa jika masalah terjadi atau karunia diambil dari kita. Dont attach anything, good or bad karena sejatinya nikmat yang kita dapat di dunia semua ada pertanggung jawabannya, sejatinya masalah yg ada itu ujian untuk mendekatkan kita pada Pemilik Diri ini. 

Ada dua hal yang saya poinkan untuk diri pribadi setelah membaca buku ini:

1. Perbaiki Salat

2. Bermesraan dengan Allah di sepertiga malam

3. Bersama kesulitan ada kemudahan. Bersama, bukan setelah. Allah Maha Baik.

Manusia makhluk yang lupa, buku ini harus ada di dekat tempat tidur, menjadi tools untuk bisa refleksi diri. Semua yg tertulis disini berhubungan dengan kehidupan sehari-hari, ayat dan hadist yang dibahas pun yang sudah pernah kita tau tapi yang gampang sekali kita lupa. 

Buku ini bagus untuk seluruh muslim, hati yang menjadi cerminan diri. :))