Quote

Ada saat-saat ketika keyakinan itu dihadapkan pada keadaan sulit. Namun, bagaimana disebut yakin jika tidak ada tantangan.

Semoga Allah berikan kita sikap qana’ah (selalu merasa cukup) saat dihadapkan dengan rezeki Allah. Semoga Allah selalu membimbing.

Advertisements

Sinyal Jodoh

Dear Good Eater,

Ustad Khalid pernah bilang, umumnya semua orang akan mendapat sinyal jodoh. Sama seperti sinyal hidayah, misalnya kita ketemu fakir miskin di jalan ini sinyal hidayah untuk kita bantu mereka, mendengar azan itu juga sinyal hidayah. begitu juga dengan sinyal jodoh, pasti kita akan dapat sinyal jodoh. Artinya dia akan dapat kecendrungan dengan seseorang, hanya saja manusia itu suka ribet dan rewel, ada aja kurang ini dan itunya. milih-milih.

Pernah liat orang lumpuh di jalan dan dia juga ada jodohnya, punya anak lagi, lihat orang yang lebih banyak kurangnya dari kita tapi ada pasangannya? Pernah berpikir nggak sih? kok mereka bisa sedangkan kita belum ketemu jodohnya juga? bisa jadi kita juga terlalu banyak memilih.

Lalu bagaimana kita tau ada tanda-tanda kalau si dia adalah jodoh kita? Jika ada orang yang datang dan cenderung kepada kita maka istikharahlah. Jika yang datang satu maka tanyakan pada Allah, begitu juga jika yang datang lebih dari satu, mana yang terbaik untuk kita. Utamakan agamanya. Lalu serahkan pada Allah, nanti akan datang tanda-tanda dengan sendirinya tentang dirinya, tentang masa lalunya, tentang kebiasaannya, cerita-cerita dia. Disinilah saat-saatnya untuk bisa menentukan. Kalau jodoh pasti Allah mudahkan jalannya.

Ustad Khalid juga menambahkan kalau jodoh itu termasuk takdir ikhtiar kita. Datangnya tergantung sama usaha yang kita lakukan. Mungkin itu juga kenapa ayah saya dulu bilang, kalau mau jodohnya orang pertamina, ya kerjanya di pertamina. Dan ayah saya juga pernah bilang, jodoh emang di tangan Allah tapi kalau kita gak usaha untuk ngambil, ya terus aja adanya di tangan Allah. Ikhtiar aja mau nikah sama orang yang begini atau yang begitu.

Jangan terlalu rewel dengan kriteria, bukan berarti harus juga menerima siapapun yang datang menawarkan diri untuk menjadi pasangan hidup kita, bukan. Tapi banyak dari kita menolak yang tidak ada unsur syarínya. Kalau soal agamanya dan akhlak tidak baik maka ya tidak apa-apa ditolak. Tapi jangan berpikir kalau orang baik agama dan akhlaknya dia tidak pernah melakukan kesalahan, jangan pula nanti komplen kalau sudah menikah kenapa dia begini padahal dia soleh, karena itu butuh adaptasi antara kita dan pasangan kita.

Maka carilah yang sepadan, dahulukan agama, sehingga yang salah minta maaf yang benar memaafkan, terus begitu roda rumah tangga.

Semoga Allah selalu menjaga kita dan pasangan kita dan membimbing mencapai ridho-Nya.

[Bicara Buku] No Matter the Wreckage by Sarah Kay

Jika Lang Leav terlihat naif dengan deskripsi akan jiwa, cinta, janji, mimpi antara laki-laki dan perempuan. Kadang. Atau Najwa Zebian memberikan kesan kuat pada hati yang baru dihancurkan. Beda dengan Sarah Kay. 

Dia terlalu gamblang (menurutku) memperlihatkan isi otaknya yang brilian tentang semua kejadian di masa lalu, masa kanak-kanak, masa sekarang dengan latar New York dan sekitarnya, terlalu gamblang menceritakan kisahnya dengan pria yang pernah mengisi hidupnya. Tapi kegamblangan itu malah sulit dimengerti. Karena Sarah pintar memetamorfosakan tema-tema puisinya. I like hers, coz every confusion create much curiosity. Hehe jadi bikin baca berulang.

Mengutip Private Parts: 

There was no secret I didn’t tell him

There was no moment I didnt share.

We didnt grow up, we grew in: like ivy wrapping,

Molding each other into perfect yins and yangs.

Menjadi buku prosa favorit sepanjang memilikinya, Sarah Kay selalu membawa sihir dan menciptakan letupan pada saat membaca tiap tulisannya. Menunggu buku selanjutnya, The Type, tiba di rumah.

Nb. Yang mau memperkaya vocab, karya Sarah Kay banyak membantu #bookish #instabooks #books #poetry #poems #bookreview

[Bicara Buku] Modern Romance by Aziz Ansari

“Sebenarnya nggak mau terlalu tau soal beginian, tapi kita juga gak bisa terlalu innocent,” itu kata-kataku saat bikin status Whatsapp ttg buku ini dan ada yang nanyain ini buku apa. Bertahun-tahun setelah kejadian raibnya Tanya dalam relationship yang singkat dikehidupan Aziz, akhirnya dia membuat research tentang how milennials find their soulmate karena realitanya anak jaman sekarang percaya soal soulmate, bukan sekedar spouse. Haha. We all have Tanya in our phone yang tiba-tiba raib tanpa kabar setelah berjam-jam kita nungguin balesan SMS/WA-nya. Ya kaaan? Ngaku hey chitchatters… This book deals about Online Dating. Tapi dikemas dengan gaya humornya Aziz. Jadi buku Sociology Science yang sangat casual. Kita bisa tahu dengan perkembangan romansa jaman sekarang yang gampang banget bilang cinta dan suka kebanyak orang. Yang mudah banget kirim pesan teasing dan flirting padahal belum tentu itu serius. Atau sampai tentang s*xting, macam-macam adultary yang tercipta dari satu aksi yaitu CHATTING! 

Banyak pelajaran tentang how social media and the Internet are introducing all kinds of new options into social and romantic life. And while it’s exciting, sometimes even exhilarating, to have more choices, it’s not necessarily making life easier. Dan nemu satu interviewee nya Aziz bilang “nobody playing tinder bcoz they look for something they play it bcoz they want to have fun.” i agree with that. I really still confuse with this romance phenomenon. Padahal secanggih apapun algoritma itu me-matching kan kita dgn dia tetap hati dan otak kita lebih berhak untuk menentukan apa dia baik/gak. 

Buku ini agak bebas menjabarkan banyak hal ttg kebarat-baratan yang bikin aku WOW, segitunya kah? Dan aku bersyukur tidak menjadi bagian dari mereka. Karena dlm buku ini seperti ngasih tahu, online dating itu awalnya aja yang bikin fun selanjutnya anxiety dan dread. Nah lho. So… Buat yang masih mencari, sudahlah coba lihat sekeliling kalian jangan-jangan sudah ada yang berani sayang cuma karena situ unvalue relationship egonya digedein, kesempatan itu jadi hilang. Im going to buy this copy next month. Agaknya bagus untuk aset anak cucu kelak. #bookish #instabook #bookreview

[Bicara Buku] Tentang Kamu by Tere Liye

“Selalu menyenangkan punya seseorang yang menunggu di rumah.” ini nasihat Eric untuk Zaman saat perjalanan mereka dari London ke Paris untuk menyelesaikan kasus Harta Warisan Sri Ningsih. 

Penggalanan nasihat itu membuat aku tersenyum, dari seluruh kalimat yang ditulis Bang Darwis yang sangat quotable, nasihat ini yang paling membekas. Sejatinya kita hidup untuk pulang kan? 

2/3 dari isi buku ini yang punya 520-an halaman adalah tentang kehidupan Sri Ningsih, klien Zaman yang keturunan Indonesia, memiliki paspor Inggris yang punya harta peninggalan bisa menandingi harta kekayaan Ratu Inggris. Untunglah Sri Ningsih ini karakter fiksi, karena kita akan sulit percaya dia bisa bertahan hidup dengan kemalangan yang bertubi-tubi. Tapi saya tetap salut dan hormat bahkan malu dengan karakter fiksi ini. Tentang Kamu adalah buku tentang bagaimana memaafkan dengan tetap melihat bahwa hari ini dan esok akan terus berjalan. Adalah buku tentang membenarkan kalimat cinta datang bersama tanggung jawab. Adalah buku tentang lakukan saja selanjutnya lupakan. Bagaimana seorang perempuan bertahun-tahun tinggal sendiri, setiap orang yang disayang dan menyayanginya pergi. Jadi jangan lenjeh dengan kejomblooan yang belum menemukan titik cerahnya, Gen.

Ah Ibu Sri Ningsih ini, terlalu banyak dari sifatnya yang perlu diambil sebagai contoh. 

Pun Bang Darwis menuliskan kisah memilukan agar kita bisa melihat lewat kacamata kebaikan. Biarpun ikut merasakan pilu tapi dalam satu waktu bisa mengembalikan semangat. Mengquote Sri Ningsih: jika kita gagal 1000x maka pastikan kita bisa bangkit 1001x. 

Aku melihat menariknya laki-laki saat sedang jatuh cinta, aku melihat kebaikan selalu melahirkan cinta, aku melihat diatas segalanya Tuhan selalu ada. Dan benarlah, jujur adalah ciri-cirinya orang beriman. 

Ada bagian yang menjadi hipotesa Eric saat obrolannya dengan Zaman di atas pesawat jet yang sangat menarik. Baiklah, baca saja bukunya. Larut dalam kisah Sri Ningsih seharian biarpun dengan kepala masih pening tapi gak menghalangi ku untuk berteriak “horeee” di dalam kamar karena saking terpukaunya dengan skenario Bang Darwis untuk kisah ini. 

#bookish #instabook #bookreview

[Bicara Buku] Angan Senja Senyum Pagi

Tentang perasaan yang lama tertahan, 17 tahun, antara Angan Senja dan Senyum Pagi. Kisah cinta pertama untuk si anak olimpiade Matematika Angan dengan si gadis pembuat onar Pagi. Angan yang tak pernah merasa memiliki teman disatukan oleh takdir mengenal Pagi yang tak pernah punya teman baik seperti Angan. Karena mimpi masa depan Angan, membuat Pagi mengambil keputusan untuk mundur. Dan terpisah jarak.

Ini kisah tetang Musik yang bisa berjalan bersama Matematika. Ini kisah tentang setiap orang memiliki jalan kisah cinta bahagianya sendiri-sendiri asal mereka mau mengambil kesempatannya.

Ini tentang perasaan yang pura-pura ditahan pura-pura tidak ada. Dan kepura-puraan pasti akan terungkap, cepat atau lambat. Menambah daftar panjang buku dengan tema friendzone. *sigh

Terima kasih bang @fahdpahdepie selalu melihat kejujuran ditulisan bang Fadh. Dan terlihat yang menulis pasti orang baik… Sukses bang!