#Aliensjournal: #FUNTRIP2016

Dear Good Eaters,

Siapkan jiwa dan ragamu ketika bermain dengan anak-anak. Kita tidak hanya butuh badan yang siap untuk berletih tapi juga harus punya mood stabil belum lagi pengetahuan yang cukup luas karena ‘KENAPA’ adalah pertanyaan favorite mereka. 17 Desember lalu gw gabung sama YAFI (Youth’s Acts for Indonesia) dalam rangka merayakan anniversary mereka. Kami membuat acara bermain seharian dengan anak-anak usia SD. Anak-anak itu yang ayah dan ibunya (sebagian) bekerja sebagai pemulung atau kuli di daerah Gandaria Jakarta Selatan. 

Gw melewati dua tahap seleksi, biarpun pada requirments mesti yang berumur 18-25 tahun tapi gw bisa lolos. Mungkin saat wawancara gw sangat meyakinkan untuk mau dan bisa gabung dengan mereka. Haha. One thing i learned punya energi positif itu enak banget, sehari sebelum wawancara gw jaga mood gw supaya pas wawancara gw bisa berbincang dengan sangat meyakinkan. Jangan remehkan mood lo guys, dia bisa menciptakan aura yang sebagian orang mengabaikannya. Ketika lo senyum tulus dan raut muka terlihat tanpa beban itu lo memancarkan energi yang ditangkap lawan bicara sebagai aura yang baik. Jadi benar banget kalau ada orang bilang elo lah yang megang mood (sedih atau senang) lo bukan orang lain. 

Briefing Kakak Asuh

Sebelum hari H kami briefing dulu. Well sebenarnya kami mempunyai jadwal briefing 2-3 kali tapi baru seminggu sebelum hari H gw baru gabung. Latar belakang kami beragam, tapi memang sebagian besar anak kuliahan usia 20-24 tahun. Gw pikir gw yang kerja sendirian ternyata diantara kami ada juga yang pegawai pajak. Putri teman satu diklat gw yang gw pun gak kenal dia, kami baru kenal di acara ini. What a small world yah. Dimana-mana gw gak boleh sendirian kayaknya.

Ketika tiba datang hari bermainnya, kami kumpul di Sevel Gandaria City untuk menjemput adik-adiknya. Pertama kalinya gw ada di tempat pembuangan sampah kering yang wow tempatnya ada dibelakang perumahan elit. Karena acaranya itu kakak bermain dengan adik asuh maka satu persatu dari kami dapat adik yang harus dijaga selama berlangsungnya acara karena orang tua mereka tidak ikut rangkaian acara kami. Gw dapat adik bernama Anjani, another small world, nama India sesuai lah sama hobi gw hehe. Sebelumnya gw dikabari akan beradik Rian tapi sayang Riannya sakit jadi diganti Anjani. Gadis cilik usia 9 tahun kelas 3 SD. 

Putri Anjani dan anaknya, Hanoman

Kami berangkat dari tempat penjemputan ke Kota Tua, kami mengunjungi museum Wayang. Mendatangi museum bukan gw banget tapi bukan berarti anti cuma karena gak biasa aja. Kami diberi cerita oleh om informan tentang kisah-kisah wayang. Gatot Kaca, Hanoman, 5 saudara Yudistira Bima Arjuna Nakula Sadewa sampai Semar Petruk Garong dan Bagong disebut-sebut. 

Hasil membuat wayang


I was not into the story hehe sorry cuma gw bisa tarik kesimpulan dari kisah yang diceritakan. Bahwa kebaikan akan muncul mengabadi dan keburukan akan musnah. Dan ternyata Anjani adalah salah satu nama putri yang juga ibunda dari Hanoman. What a coincidence yah. 

Dari Museum Wayang kami lanjutkan perjalanan ke Masjid Istiqlal sebagian dari anak-anak belum pernah ke Masjid Terbesar di Indonesia ini. Dan you know what mereka sangat antusias lho waktu diajak solat. Masing-masing mereka menyiapkan sajadahnya sendiri dari rumah. Setelahnya kami lanjutkan perjalanan ke Monas. Kami ambil spot taman untuk bermain games. Seluruh macam permainan adalah permainan group kami diminta untuk otomatically menjadi tim yang solid dengan menciptakan yel-yel. Ternyata kalau niat dan tujuannya sejalan maka menciptakan suasana akrab itu gampang yah. Kami, khususnya gw belum kenal banget satu sama lain tapi kami bisa bermain seolah sudah kenal lama. Seru. Ketawa bareng, saling support dan ada juga kesal-kesalan. Karena tahu kan kalau anak kecil kalah permainan keselnya gimana atau apa yang mereka mau gak kesampaian gimana reaksi mereka. 

Nge-games bareng kelompok 3

Ada hal yang membuat gw sedikit miris. Selama perjalanan dalam bis gw banyak berbincang dengan adik baru gw, Anjani. Dia baru kelas 3 SD tapi pertanyaan yang dilontarkan ke gw, hal-hal yang sangat disayangkan. “Kakak punya pacar?” dan “Kalau teman sekelas kakak suka sama kakak, tapi kakak gak suka gimana? Dia mau nembak aku” dan “kakak tau pemain-pemain Anak Jalanan? Aku suka yang itu karena ganteng.” dan “Kakak kalau tahun baru kemana? Aku ke taman mini sampai tengah malam niup-niup terompet.” Pertanyaan-pertanyaan itu yang membuat aku sedih tapi juga bisa bersyukur. Well kalau soal sinetron dan suka-sukaan sama lawan jenis pas gw SD juga pernah tapi istilah pacaran dan nembak itu baru gw kenal pas SMP. Belum lagi gw adalah anak yang gak pernah dibawa orang tua gw ke acara tahun baru. Biarpun bisa dibilang mampu untuk melakukan itu tapi ortu gw dulu gak pernah ngenalin aku untuk berbuat begitu. Ohya gw sempat menanyakan soal kegiatan mengajinya, dan sayang Anjani belajar mengaji hanya untuk menghapal juz ama untuk membaca iqra belum bisa. Jadi ingat kemarin gw dapat BC dari group kalau 53% penduduk Indonesia nggak bisa baca Quran. Sedih. Semoga gw bisa bergabung untuk berbuat sesuatu untuk hal ini. Aamiin. 

Over all acaranya menarik, for the first time gw jadi volunteer acara anak-anak. Dan ternyata kalau kita mau pasti ada jalan. Satu yang gw ingat dari rangkaian games yang gw ikuti: kalau lo sudah menanamkan pemikiran bahwa hal ini susah maka ketika lo hadapi prosesnya akan susah. Dan sebaliknya. 

Terima kasih YAFI untuk kesempatan berharga ini. Semoga acara ini menciptakan memori yang baik untuk adik-adik biarpun hanya sehari. Sukses semuanya! 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s