Go Stare at the Camel

Salaam,

Ini entah ya kenapa meluap-luap kepingin ditulis di blog ini. Awalnya karena liat tulisan teman yang tiba-tiba padahal di grup lagi gak bahas apa yang dia tulis. 

Bingung sih hubungan guyonan sama go stare at the Camel dan potongan ayat 20 surat Al Ghasyiyah itu. Sampai gw nulis ini, gw gak dapet guyonan apa yang dimaksud. Yang gw tangkep malah makna kalau kita menatap si unta kita bakal amazed sama Tuhan Semesta Alam ini yang Menciptakan unta. 

Mas Shafiq mengkaitkan dengan viralnya telolet di sosmed yang gak ada juntrungnya, gak ada manfaatnya cuma jadi bahan cekakak cekikik. Padahal kan kita tau banyak ketawa akan mematikan hati. 

Tapi dari tulisan yang tiba-tiba karena Mas Shafiq gerah sama kelakuan orang-orang yang nyebut telolet gak ada henti-hentinya, dibahas dimana-mana. Gw jadi tau tentang si unta.

Unta itu salah satu hewan yang disebut Allah di beberapa ayat, gak cuma satu atau dua kali tapi banyak. Dan penggambaran unta sama Allah sebagai hewan yang kuat dan banyak manfaat. Bayangin unta kulitnya gak setebal badak, badannya juga ga sebesar gajah tapi doi kuat banget bertahan hidup di padang pasir yang terik dan kering. Doi bisa menempuh perjalanan 80kilo tanpa makan dan minum selama 5 hari. Unta juga bisa dimakan, susu unta juga bisa di minum. Unta ini yang jadi tunggangan Nabi dan sahabat kemana-mana. Mekah dan Madinah antaranya kan dulu daratan tok jarang pohon. Masha Allah banget ya. Belum lagi unta disebut hewan yang kuat dan penyabar juga penurut. Biarpun badannya besar tinggi, tapi kalau disuruh duduk mereka duduk. Disuruh jalan, mereka jalan. Bahkan disuruh sama anak kecilpun nurut. Bisa baca juga disini.

Go stare at the camel (mungkin) dimaksudkan untuk ngapain lah lo heboh-heboh ngomongin yang gak jelas. Mending liat tuh unta, perhatikan bagaimana dia diciptakan. Lo bakal nemuin bahwa Allah itu Maha Segalanya. 
Kalo kata mas Shafiq, jadikan unta sebagai reminder betapa Agungnya Allah itu. 

Obrolan yang seketika karen popped up di pikiran mas Shafiq ini. Ngingetin gw sama kajian ustad NAK tentang kita harus jadi orang yang selalu bisa melihat kondisi untuk merefleksikan diri dan merefleksikan kebesaran Allah. Lupa judul kajiannya. Intinya ustad NAK cerita pas beliau naik mobil melintasi tol dengan kecepatan tinggi, ngingetin dia ke ayat Allah yang stated kalau manusia itu sukanya tergesa-gesa. 

Kalau kata mbak Rudhi, sesuatu yang dimention Allah di Quran pasti ada ‘sesuatu.’ 

Senang deh jadi punya kesibukan dari pada sibuk nyari tau apa itu telolet dan dari mana asalnya. Mending jadi kepoin gimana Allah nyiptain unta. 
Tau gak ternyata unta itu jalannya beda dari hewan berkaki 4 lainnya. Mereka jalan seperti robot, kaki kanan dan tangan kanan diayunkan bareng baru kaki kiri dan tangan kiri. Cara seperti ini yang bisa memberikan sensasi seperti naik perahu kalau kita duduk di punuknya. Uwaaa komawo mas Shafiq pikiran randomnya bermanfaat buat gw. 

Senang banget deh ada ditengah-tengah orang yang ujung-ujungnya ngobrolin agama Allah. Lets explore about our deen guys !!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s