#Aliensjournal: Short Escape

Dear you,

Short escape pertama yang sebenarnya sudah kepikiran 2 bulan yang lalu. Kemana dan gimana gw bisa lepas dari rutinitas, karena seringnya scrolling IG dan lini masa selalu memperlihatkan suratan foto teman lama dengan 3 daranya terbesitlah, kenapa nggak mengunjungi mereka. 

Teman itu kenalan dari tahun 2007, saat masih jadi newbie satu forum Korea bawaan Indosiar sampai akhirnya kitalah yang menguasai beberapa kolom fanbase. Lalu kemi berkesempatan ketemu di Jakarta dan dipertemuan kedua gw ngajak doi nginap di rumah. Ntah lah dulu ketika gabung di forum fans Korea siapapun mereka, kami percaya. Setelah doi pindah kuliah dr Sumatera ke Jawa dan ditengah-tengah itu doi melancong 3 bulan ke Kanada, dan akhirnya kami disibukan dengan dunia nyata sampai kami gak lagi bisa in touch di forum. Akhirnya twitter dan instagram menyambungkan kami kembali. Beberapa cuitan gw dikomen, dan foto-foto instagramnya gw komen. Terbesit deh dengan campuran kepingin punya keluarga cemara ceria seperti dia, gw beraniin bilang abis lebaran, “Tik tunggu aku ya. Kayaknya aku mau main ke Rumah mu.”

Rutinitas gw terlalu rutin, weekdays kerja, habis pulang kantor capek. Sabtu Minggu santai-santai di rumah. Nggak produktif banget, seringnya begitu. Toh Indramayu gak sejauh Jogja atau Malang, kelar pesan tiket tinggal menunggu kedatangan tanggal itu. 

Tanggal 17 pagi gw berangkat dari Stasiun Pasar Senen, paling excited naik kereta dan ini kali kedua naik kereta sendirian (sebelumnya ke Kediri), perjalanan kurang lebih 3 jam. Tanpa ada hambatan sampai deh di Indramayu. Gak ada perasaan takut it was going smoothly. 

Gw dijemput sama, sebut aja teman gw namanya ticonk, ticonk di stasiun dengan tadaaaa dua anaknya, sebut aja namanya Qeela dan Anya. Wow nya baru keluar dari gerbang gw disambut hangat sama dua krucil itu. “Capek Tante? Rame Tante? Sendalnya ilang nggak?” dan berbagai macam pertanyaan yang anak kecil banget. Belum lagi di mobil, “Tante aku punya boneka namanya si tanpa muka, nih gak ada mukanya.” mungkin kalau bisa netesin air mata depan mereka gw bisa nangis bombay kali. Gw gak punya bocah di rumah biarpun ada tetangga yang krucil juga cuma karena rutin gw, gw gak terlalu dekat dengan mereka gak bisa se-sohib begini. Dimulai dari situ gw adalah teman main mereka tepatnya their good listener, their good answering machine, their good companion karena dimulai sejak itu Qeela dan Anya maunya sama Tante Genis. 

Children are not distraction from more important work, they are the most important work.

– C. S Lewis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s