Salaam,

Mau bikin kalian semua jatuh cinta sama yg aku cinta. Semoga hadits Rasulullah berlaku pada aku, ‘kamu akan berkumpul dgn org yg kamu cinta kelak.’ ❤❤❤ biarin deh umar sdh disiapkan bidadari dan aku bukan bidadarinya, soalnya gigiku ga putih, kulitku ga gelap, keningku ga lebar. Biarin. Asal nanti barisnya di barisan Umar. Aamiin. kenapa suka Umar bin Khattab, bukan krn dia gagah, tegas, bicaranya cakap, suka literasi, gemar berderma. Lbh dari itu, aku melihat Allah mencintainya, aku jadi meyakini hanya Allah yang membolak-balik hati. Dan hal yg akan aku bagi, alasan yg memperkuat aku mencintainya. Berikut:

Seperti kata pepatah lama “tak kenal maka tak sayang”, pada Ramadan kali ini saya akan melanjutkan serial mengenai sahabat Rasulullah yang sempat saya mulai beberapa waktu silam. Jika pada saat itu saya menuliskan 29 Sahabat, kali ini saya akan mencoba mencuplik kisah-kisah keempat khalifah sepeninggal Rasulullah. Lagi-lagi, apa-apa yang saya sampaikan di sini hanya berupa ringkasan. Saya sangat menyadari keterbatasan pengetahuan saya mengenai perkara ini. Jika teman-teman merasa kisah-kisah para sahabat Rasulullah itu menarik, tentu bisa mencari sumber lain yang yang lebih lengkap. Oh iya, literatur yang saya gunakan untuk tulisan ini adalah “Tarikh Khulafa” karya Imam As-Suyuthi. Selamat berkenalan, selamat menjalankan ibadah Ramadan.

Pada Abu Bakar, kita memiliki banyak kisah masyhur sehingga kita mudah membayangkan mengapa ia menjadi begitu istimewa. Demikian juga halnya dengan Umar. Hari ini kita akan mencoba mengintip beberapa di antaranya, terutama terkait ketajaman pikiran dan hatinya dalam suatu persoalan sehingga tak lama setelah sikapnya lahir, turun pula ayat Al Quran yang mengafirmasinya.

Suatu ketika Umar menyatakan pendapat kepada Rasulullah, “duhai Rasulullah, orang yang baik dan buruk perilakunya masuk ke dalam rumah isteri-isterimu. Alangkah baiknya jika engkau perintahkan mereka untuk berhijab. Tak lama berselang surat Al Ahzab ayat ke 53 turun, “dan apabila kamu meminta sesuatu kepada mereka, mintalah dari belakang tabir. Hal yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.”

Di lain waktu ketika Rasulullah bersedih hati akibat kabar burung yang beredar mengenai Aisyah dan Shafwan. Rasulullah meminta pertimbangan para sahabat mengenai kasus ini. Kala itu, Umar berkata, “siapa yang menikahkan engkau dengan Aisyah duhai Rasulullah?” Nabi menjawab, “Allah.” Umar lalu berujar, “apakah kami akan menyangka bahwa Tuhanmu akan menipumu dalam perkawinanmu dengannya? Maha suci Engkau, ini adalah dusta yang besar.” Kalimat ini dibenarkan Allah dengan turunnya ayat 16 surat An Nur, “dan mengapa kamu tidak berkata, di waktu mendengar berita dusta itu, ‘sesekali tidaklah pantas bagi kita memperkatakan ini. Maha suci Engkau, ini adalah dusta yang besar.”

Di lain waktu ketika seorang pemuka kota Medinah, Abdullah bin Ubay meninggal, Rasulullah diundang untuk menyalatkannya. Rasulullah kemudian pergi untuk menghadiri undangan itu. Melihat hal ini, Umar bangkit dan berdiri di depan Rasulullah. Ia menyatakan bahwa bagaimana mungkin Rasulullah bisa menyalati musuh Allah. Tak lama setelah peristiwa ini, Allah menurunkan ayat 84 surat At Taubah, “dan janganlah kamu pernah menyalatkan seorang yang mati di antara mereka. Dan janganlah kamu berdiri di kuburnya. Sesungguhnya, mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik.”

Begitulah Umar, ketajaman penilaiannya pada sesuatu membuat ia begitu dihormati oleh Ibn Mas’ud, “andaikan ilmu Umar diletakkan pada satu piring timbangan, dan ilmu seluruh manusia diletakkan pada piringan lainnya, timbangan Umar akan jauh lebih berat.”

Tambahan Rasul pernah bilang: seandainya ada Nabi setelahku, dialah Umar. Tapi akulah penutup nabi-nabi. Haduuh gimana gak melting guys, Umar jg yang jadi motivasi paper S1 ku, karena topik paperku itu hobinya Umar.

Credit: Muhammad akhyar@tumblr
😉 kakak yg ini dulu sering saya bicarakan dgn Ayu.
Allahualam

View on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s