Tetap Membuka Diri untuk Cinta

image

Sekuntum mawar memimpikan kumbang-kumbang siang dan malam, namun tidak pernah ada satu ekor kumbang pun yang hinggap padanya.
Namun bunga tak henti bermimpi. Pada malam panjang dia membayangkan langit penuh kumbang yang terbang turun untuk memberikan kecupan-kecupan sayang kepada dirinya. Dengan demikian, dia sanggup bertahan untuk hidup keesokan harinya, dan kembali membuka kelopak-kelopaknya untuk menerima sinar matahari.
Suatu malam, rembulan mengetahui betapa kesepian mawar itu, bertanya, “Tidakkah engkau merasa lelah menunggu-nunggu?”
“Mungkin, tetapi aku harus terus mencoba.”
“Mengapa demikian?”
“Sebab, kalau aku tidak membuka kelopak-kelopakku, aku akan cepat layu.”
Kadang-kadang, bila kesepian telah merenggutkan semua keindahan, satu-satunya cara untuk bertahan adalah dengan tetap membuka diri.

My response: Yang perlu digarisbawahi dari percakapan rembulan dan mawar adalah kata-kata harus terus mencoba. Kesepian itu momen pembuktian jati diri kita, kuatkah kita, lembutkah kita, sabarkah kita dengan musuh terbesar yaitu diri kita sendiri.

Credit story by Paulo Coelho. Pict via Pinterest.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s