Selalu Ada Jalan untuk Kembali

image

Dear you,

Senin, 27 April randomly hayuk diajak Insa ke Kajian Tauhidnya Aa Gym di masjid BI (Bank Indonesia). Cuma dua alesannya, pengen diingetin lagi tentang Allah dan mau numpang nangis. Materi kajian Aa Gym kurang lebih sama di tiap ceramahnya, tentang berharap hanya pada Allah.
Pertanyaannya itu-itu aja. Allah liat nggak kalau kita berkumpul di rumahnya, yang gerakin kita ke pertemuan ini siapa, Allah tau nggak saat solat tadi kita mikirin apa. Pokoknya Allah lagi Allah lagi. Gaya ceramahnya pun sama sesekali selipkan guyonan, dengan logat sunda yang unik. Ceramah sesi Aa dimulai setelah Isya.

Kajian Tauhid malam itu tentang sifat Allah, Al Qowi yang Maha Kuat. Tak ada suatu pun yang bisa melemahkan Allah. Intinya sih gini, disunahkan untuk membangun kekuatan, mukmin yang kuat lebih baik dan dicintai Allah dari pada mukmin yang lemah biarpun keduanya sama-sama ada kebaikan. Aa ingetin lagi dari sifat Allah itu kita harusnya juga kuat secara ibadah, ilmu, fisik, finansial. Fastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam kebaikan. Ridho Allah ada di niat dan amal yang disukai Allah. Bukan izinNya yang kita butuhkan tapi ridhoNya, kita minta berjodoh denganNya, minta diizinkan untuk bersamanya, tapi dengan tindakan yang tidak disukaiNya maka tidak akan mendapat ridhoNya.

Aa ingetin lagi tentang musuh yang ada bukan dil luar kita tapi diri kita sendiri. Musuh bisa jadi tools kita mendapat pahala, sebagai ladang amal kita. Jadi jangan pernah takut dengan musuh kita. Yang harus ditakuti itu dosa kita, ketidak yakinan kita kepada Allah, dia yang membuat masalah dalam hidup bermunculan.

Malam itu, (lagi) nangis karena ingat banyak hal, ingat papa, ingat aib, terharu dengan skenario Allah, syukur dengan masih bisa berdoa, mengerti dan yakin bahwa semua ini Allah yang ngatur, tempat kita berharap. Sekecil apapun kejadian yang terjadi dalam hidup dia akan menjadi umpan besar dikemudian hari untuk kejadian yang nggak terduga baik senang atau sedih.

Ohya, aku sering ikut kajian Aa Gym, dan aku yakin sama dua hal, ibadah yang aku pengen ini istiqomah bisa dilakukan (mohon doanya) yaitu doa dan sedekah. Doa merubah takdir dan sedekah melapangkan yang sempit juga menyehatkan yang sakit. Dua hal ini yang buat aku yakin, Allah itu ada. Jadi inget my favorite man in this world beside Rasulullah, yaitu Amirul mukminin Umar, beliau pernah bilang, yang paling aku takuti bukan tidak diijabahnya doa ku, karena Allah sudah berjanji Dia akan memuliakan siapa saja yang berdoa padanya, tapi yang aku takut adalah kalau aku berhenti berdoa. Means, kita akan tergolong jadi orang sombong donk. Orang seperti itu nggak disukai Allah kan? Nauzubillahi.

Malam itu, Allah lagi-lagi membuat aku jatuh cinta, mama nggak izinkan aku nonton Avengers tapi diizinkan untuk datang kajian. Inget Allah, numpang nangis, denger curhat Insa. Plong rasanya. Barusan nemu hadist, ibadah kita sama dengan teman terdekat kita. Semoga aku dan keluarga bisa selalu berada dalam lingkaran orang-orang baik yang cinta padaNya. Semoga kita selalu bisa kembali, mencari keridhoaaNya lagi. Semoga bermanfaat. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s