Move On

Dear,

Alhamdulillah setelah penantian, akhirnya bulan ini sesuai dengan keinginan. Aku akan kembali ‘sibuk’. Semoga Allah memberikan kekuatan untuk ku menjalani setiap kegiatan.

Syukur, Alhamdulillah, ku panjatkan atas kenikmatan yang diberikan Allah. September-Desember 2013 lalu aku hanya sebagai freelancer di salah satu unit fakultas di kampus. Selama itu aku coba berkali-kali interview/tes rekrutmen untuk dapat pekerjaan tetap. Tapi belum berhasil. Bahkan mimpi untuk membawa hasil paper ku ke luar negeri tertunda juga lantaran nggak dapet sponsorship (padahal sehari sebelum jadwal presentasi di LN pihak alumni mengabari sponsor bisa diambil tapi sayang, sudah lewat dari batas yang diberikan panitia). Sungguh yang ini ngenes. Aku bermimpi untuk bisa Go International. ==’ Dan keinginan nge-bolang (sendirian) part #2 setelah Kediri tak terlaksana.

Go International beda ya sama traveling around the world. Semua orang sukses mungkin bisa traveling around the world dengan hasil saving money mereka. Tapi Go International ini nggak yang hamburin uang pribadi, nggak cuma itu. Tapi kita membawa sesuatu yang kita punya (prestasi, skil, nasib) ke luar Indonesia, biarpun hanya ke negeri tetangga. Doakan ya, aku ingin sekali Go International. Terserah bagaimanapun caranya (selain menang undian ke LN atau jalan-jalan pakai uang pribadi). Mungkin bisa karena paper yang terpilih di ajang international convention, lanjut sekolah hasil beasiswa, berkarir/dapat training dari kantor ke luar Indonesia atau ikut suami ke luar Indonesia atau lebih extreme, dapat suami WNA. Ini mimpiku, sungguh ingin ku lihat dunia ciptaan Allah ini tapi bukan cuma jalan-jalan melainkan hasil dari berkarya. Aamiin YRA.

Syukur, perjalanan kemarin menjadikan aku lebih terbuka dengan orang tua, aku bisa sharing ke mereka apa yang aku khawatirkan dan apa yang mereka inginkan dariku si anak sulung. Perjalanan kemarin menyadarkanku bahwa mau berkali-kali coba, kalau memang Allah bilang itu tidak akan jadi milikku ya tidak akan jadi. Yang salah bukan doanya, yang salah sikap/akhlak kita mungkin kita belum bisa diberikan amanah (tanggung jawab).

Ketidak berhasilan tes kerja aku tau jawabannya tapi cuma aku dan Allah yang tau kenapa. Nggak perlu di-share. Yang jelas rezeki tidak akan datang untuk muslim yang zalim. Aku yakin karena ini. Bukan karena aku tidak mampu, bukan karena aku tidak beruntung atau tidak berusaha.

Syukur, tidak hanya gagal tes CPNS, perusahaan BUMN, perusahaan swasta lokal, maupun perusahaan swasta multinasional. Dari yang nggak penting bisa bahasa Inggris sampai yang harus bilingual. Alhamdulillah pengalaman ditolak banyak.

Tapi lebih bersyukur lagi, karena Tongkat Musa. Ya karena filosofi tongkat Musa membuat Januari ku yang tanpa pekerjaan jadi nggak jobless-jobless banget. Karena mengamali Tongkat Musa, aku dan 3 teman mencoba bisnis toko buku, Tsurayya namanya. Cukup makan waktu lama 2.5 bulan baru benar-benar jalan. Doakan Tsurayya akan bertahan biarpun aku dan 3 teman sudah sibuk dengan pekerjaan masing-masing ya. Aamiin.

Ide toko buku itu dari temanku Ayu. Tapi setelah berjalan, aku berpikir, ya inilah caraku berdakwah. Hemm, terdengar sok alim banget ya. Tapi benar, setelah Agustus 2013 aku jatuh cinta dengan sejarah Islam, aku cinta dengan Islam. Biarpun yah, manusia hobinya keluar jalur, hobinya gampang salah fokus, tapi karena berteman dengan buku Islam dan teman muslim aku jadi terpikir untuk meneruskan kegemaran ku yang suka sharing, merekomendasikan sesuatu yang aku suka ke orang lain. Syukur-syukur ada yang ikut hijrah, sama-sama kita belajar.

Sekarang kegiatan ku, aku akan memulai kerja (lagi) hari Senin besok. Setiap Sabtu ada kelas Bahasa Arab jam 8-10 pagi dan lanjut Liqo sampai jam 12. Jam 2 dilanjutkan jadi tutor gratis bahasa Korea di Fakta Bahasa Depok. Kalau Minggu besok dapat kesempatan dari Ken, aku akan jadi guru bahasa Indonesianya (khusus conversation). Dan Tsurayya harus aku update setiap ada waktu senggang (fleksibel). Sibuk. Alhamdulillah yes, sibuk. InshaAllah.

Karena selain mengejar cita-cita 2015 yang Go International. Aku berkeinginan untuk nggak peduli soal perasaan-perasaan yang suka mengganggu konsen ku untuk berkarya. No heart feeling for 2014. Harus sibuk supaya nggak kepikiran.

Semoga Allah senantiasa melindungi ku, memberikan kekuatan. Karena aku belum tahu akan sesibuk apa nanti kalau semuanya kejadian. Semoga diberikan kesehatan juga supaya semua berjalan lancar. Aaamiin YRA.

Allah tolong simpan si Dia, nanti saja pertemuannya, tahun depan mungkin, sebelum Go International.

Mohon doanya ya teman-teman. Yuk bergerak bersama-sama ke arah yang lebih baik. Fastabiqul khairat!

Keep in touch with me at @PRIMEGK.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s