Entrust

Aku pikir seharusnya kamu bersyukur. Tuhan memberikan kesempatan padamu untuk merasakan dicintai seseorang. Merasakan sebuah cinta yang tulus, setidaknya itu penilaianmu. Merasakan persahabatan yang pernah kamu dambakan. Diperhatikan bahkan diberi pengertian.

Kamu pun bisa dengan bebas mencurahkan semua perasaan tanpa kehilangan sosoknya. Tidak hanya dia yang mencintaimu, tapi kamu juga. Merasakan bahwa kalian pernah saling sayang. Perhatian yang berlebihan, kekhawatiran yang keterlaluan, kadang tak bisa ditahan tapi belajar untuk saling bersabar.

Sungguh seharusnya kamu bersyukur. Tuhan memberikan apa yang pernah kamu impikan. Ingat hampir semua momen kamu dengannya itu persis dengan apa yang kamu pernah tuliskan di diary mu waktu SMA dulu, kan?

Karena sering mendengar ceritamu, aku yakin, itu bukan cinta buta, bukan cinta sesaat, bukan cinta yang terburu-buru walaupun yeah dia mengatakannya terlalu cepat waktu itu. Tapi aku melihat cinta kalian tulus, ada keikhlasan disana. Kalian saling mencintai dengan cara berpikir orang dewasa. Aku tak tahu tepatnya apa, cinta itu memang aneh kawan. Tapi aku melihat ada cinta diantara kalian.

Sekarang, berpikirlah dengan cara orang dewasa. Bahwa cinta tak harus selalu memiliki, cukup merasakannya saja. Aku tau ini sakit. Ketika kalian saling mencitai tapi tak bisa bersama. Ingat, bersyukur saja, hal ini pernah kamu minta dalam doa pada Tuhan. Tuhan sudah memberikannya. Sekarang berpikir positif saja, Tuhan ingin memperlihatkan ‘lelucon-lelucon’ lain dalam hidupmu kelak yang nantinya akan memberikan kebahagiaan lebih lama dan lebih mendekati pada ‘cinta tak berbatas’. Berjalan sesuai ketentuan Tuhan saja. Berpikirlah akhir dari kisahmu dengannya adalah keindahan. Keindahan untuk saling memahami bahwa cinta tak harus memiliki tapi pernah ada dan dirasakan dalam hati.

Mungkin bukan saatnya, mungkin kamu perlu merasakan sakitnya dulu. Sebelum akhirnya Tuhan menemukan kamu dengan yang lebih tepat. Dengan dia yang Tuhan amanahkan padamu, sebagai jodoh dan ayah dari anak-anakmu kelak.

Semoga.

Katakan pada Tuhan: “Terima kasih telah menghadirkan dia dalam hidupku. Terima kasih Tuhan, aku ingin selalu bersama-Mu, selamanya.

Aku serahkan dia padamu. Aku titip dia.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s