Kelak

Dear,

Kelak akan datang saatnya, seseorang datang sendiri atau bersama keluarganya dengan gagah dan percaya diri, turun dari mobil yang dia parkir di depan rumahmu, memakai kemeja rapi yang sedikit kusut dibagian punggungnya. Langkahnya terlihat mantap tapi dibalik itu, disudut hatinya, berdebar. ‘Semoga ini waktu yang tepat’, ucapnya dalam hati. Menarik nafas sedikit agak panjang, dan meneruskan langkahnya.

Kamu yang ada dibalik gordin ruang tamu, tersentak melihat sosoknya. Mungkinkah ini saatnya? Momen ini yang begitu kamu dambakan telah melangkah menuju pintu rumah. Satu langkah, dua langkah, di langkah ketiga. Kamu berlari cepat memasuki kamar, mengganti pakaian bukan hanya baju rumahan. Sedikit berdandan alakadarnya, karena toh ini rumahmu sendiri.

Ayahmu yang ketika itu sedang duduk santai di depan tv. Beliau orang pertama yang menyambut kedatangannya. Ketika tahu itu tamumu, ayahmu berteriak, “Maya, ada tamu.. Silahkan masuk nak (pak,bu), mungkin Maya sedang ada di kamarnya. May…” Itu yang kamu dengar dari dalam kamar.

Kamu menatap lekat matamu pada cermin, mengucap doa sederhana, melatih senyum yang paling manis. ‘Ah, jadi diri sendiri saja’ pikirmu. Dan menghampiri ayahmu serta tamumu, dengan tampang paling ayu.

Momen itu. Kelak akan datang padamu, seseorang yang datang sendiri atau bersama keluarganya, untuk menyebutmu sebagai ‘jodoh’-nya.

Posted from WordPress for BlackBerry.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s