Alienasi

Dear,

Lagi senang dengan kata-kata ‘alien’. Randomly aja mengambil kata itu dari tumpukan kata-kata dalam kamus. Tulisan pertama tentang Alien waktu itu, tentang gadis yang menangis karena mendengar satu lagu yang membawanya ke dunia yang nggak bisa dia raih (angan). Saat itu satu alien datang, mengintip dari balik jendela, awalnya. Dia merasa terpanggil, karena lagu yang didengar adalah sebuah radar, panggilan untuk si alien. Di tempat lain yang jauh, ada pria yang juga menangis ketika mendengar lagu yang sama, karena teringat angannya bersama dengan si gadis. Lalu satu alien lagi pun datang, mengintip dari jendela, awalnya. Dia merasa terpanggil oleh lagu yang sedang dimainkan.

Alien, simbol untuk kata ‘terkucil’, ‘aneh’, ‘antara ada dan tiada’, menurutku.

Sama seperti keadaanku.

Karl Max pernah mengatakan tentang Alienasi. Entfremdung, katanya, atau estrangement dalam bahasa Inggris; Sesuatu yang terpisah dar sesuatu lainnya yang secara alamiah sesungguhnya harus bersama. Marx menggambarkan ‘alienasi’ suatu keadaan keterpisahan individu terhadap sesuatu yang sebenarnya memiliki arti penting bagi kehidupannya – division or distancing of people from what is important or meaningful to them. Ini bisa saja soal rasa cinta.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s