Titik Mula

Terhempas ke dunia Adam dan Hawa atas kelalaian mereka.
Begitu juga kita.
Terhempas ke masa aku dan kamu atas kelalaian kita.

Siapa yang mau disalahkan?
Iblis si penghasut?
Manusia suka tak mau disalahkan
Lalu iblis sendiri berkata, “yang lebih sempurna siapa? Manusia atau aku? Yang diberikan akal pikiran siapa? Manusia atau aku? Lantas semua salahku, hanya makhluk yang terciptakan dari api tanpa ada akal pikiran, yang hanya bisa menghasut. Lantas semua salahku karena sudah tercap sebagai musuh yang nyata. Jelas mereka lalai, mengikuti bisikan ku. Akankah terus menyalahkan ku?”

Tak ada karma dalam ajaran kepercayaanku, yang ada hanyalah akibat dari sebab yang terjadi.
Dan akan selalu ada alasan dibalik semua kejadian.

Kisah Adam dan Hawa. Apa mereka bersalah lalu Tuhan mencampakan dan menghukum mereka untuk berpisah, menjalani hidup yang fana penuh fatamorgana berbeda jauh dengan surga tempat asalnya?
Ternyata tidak, Rahmat Tuhan tetap bersama mereka.
Terpisah dan harus mengarungi kehidupan masing-masing. Mencari jati diri dengan tetap yakin bahwa Tuhan membersamai.

Sampai akhirnya, atas nama Adam dan Hawa, mungkin kita sama ketika mereka terhempas ke bumi atas tindakan yang melampaui batas, bahwa kita memang harus berpisah: untuk saling merindukan.

Sampai akhirnya, atas nama Adam dan Hawa, sejauh apapun titik mulanya, pasti akan bertemu kembali. Jika memang telah direncanakan Tuhan.

“Aku yakin tentang kita,” di detik-detik perpisahan.
“Sampai bertemu di Surga,” kau menutup cerita.

Posted from WordPress for BlackBerry.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s