Dialog Ayah-Anak

Ayah: ya sekarang kayak yang kamu tau cerita Sayyidina Umar waktu ada sahabiyah yang lain punya unta tapi ga diikat waktu ditinggal, dengan alasan, “kalau sudah rejeki saya pasti unta ini nggak kemana-mana”. Tapi sayyidina Umar bilang, “iya rejeki nggak kemana tapi kalau tidak dibarengi dengan usaha untuk mengikatnya, menjaganya pasti akan hilang”
Anak: *menyimak*
Ayah: kamu juga gitu, jodoh itu nggak ujuk blek dateng di depan muka. Kata Allah, “nih jodohmu.” Nggak gitu. Kamu juga harus ikhtiar dengan kenalan sama cowok. Kamu suka chatting-chatting, bbm gitu nggak ada apa satupun.
Anak: Ada tapi aku nggak pacaran
Ayah: ya Ayah juga ga ngijinin kamu pacaran, berdua-dua doank. Ayah sebenarnya nggak suka kamu waktu dianter pulang sama cowok itu. Lain kali ajak adekmu. Ayah nggak mau kamu dilihat orang jalan berdua sama cowok di mall.
Anak: *oke, ayahku nggak masalah adek-adek ku dianter pulang cowok tapi buat aku masalah*
Ayah: ya cobalah kamu bangun hubungan dulu
Anak: udah ya, tapi belum waktunya. Aku nggak mau kebablasan. Aku udah 20 something gini yang nggak pernah pacaran. Udah mempertahankan ini. Tetiba aku diakhirnya pacaran, uwaaa rontok semua penjagaanku sepanjang itu.
Ayah: iya nggak boleh pacaran, tapi ngobrol lewat bbm kan bisa, lewat chatting, kalau cocok, nyambung, saling mengerti, cowoknya agama bagus. Mau apa lagi sih?
Anak: iya pa. Belum.
Ayah: jadi kamu udahan nggak ada kontak lagi?
Anak: nggak. Aku bukan sok jual mahal, tapi aku coba pun duluan tapi nggak ada tanggapan antusias. Sebagai teman ngobrol pun kayak nggak antusias. Ngapain aku duluan nyapa lagi. Duluan basa basi lagi. Aku harus elegan Yah. Bukan ngemis peratian cowok.
Ayah: ya, kalau jodoh nanti balik lagi. Asal kamu tetap berhubungan baik aja, nggak kasar kan kamu
Anak: Nah itu, Yah. InshaAllah nggak kasar, cuma ribet.

*bayi tetangga rewel, nangis*

Ayah: Nah itu, katanya orang tua itu seneng kalo dirumahnya ada suara kayak gitu.
Anak: *ya Allah berikan kesabaran untuk orang tua ku, menerima bahwa semua butuh proses. Sungguh aku belum pantas walau mungkin dibilang sudah siap. Jaga dia ya Allah, supaya ketika dia siap dan mantab aku sudah pantas.*

InshaAllah. Visi misi mantab, 2014 aku tukar CV. Mencari yang memiliki visi misi sama untuk menjadi partner hidup selama kurang lebih 38 tahun kedepan. Aamiin. Doakan cepat pantas ya.

Posted from WordPress for BlackBerry.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s