Cukup Sebagai Pengingat

Dear,

Innalillahi wainnaillaihi rajiun. Telah berpulang ke rahmatullah ibu Yenny salah satu ODOJer yang meninggal jam 22.34 malam hari Sabtu kemarin karena tabrak lari kecelakaan motor. Karena pergi hanya keperluan fotokopi dibonceng suami naik motor dan jarak dekat jadi tidak pakai helm. Beliau fotokopi untuk materi/keperluan pengajian rutinnya setiap hari minggu. Aku nggak kenal beliau tapi cukup pemberitaan duka dari teman-teman ODOJ mengingatkan ku bahwa kematian pasti datang dengan cara apapun, kapanpun, dimanapun dalam keadaan siap ataupun tidak.
Alhamdulillah Bu Yenny sudah menamatkan juz 30 nya 2jam sebelumnya. Dan kabarnya jenazah beliau tersenyum. Subhanallah.

Cukup kematian sebagai pelajaran, cukup kematian sebagai pengingat, cukup kematian sebagai jalan kembali menuju Allah.

Entah nggak bisa bilang juga masih jauh dari kesiapan menghadapi kematian, tapi memang masih jauh jika dilihat dari keseharian. Aku masih menangisi hal yang tidak penting. Aku masih melakukan dosa taubat, melakukan lagi, taubat dan begitu terus. Padahal lingkungan ku sudah mendukung untuk taat tapi kenapa belum bisa berubah.

Aduh, muhasabah sebenarnya seharian kemarin sampai kering air mata, tapi kenapa pagi yang mendung ini membuatku mengingat segala kejadian konyol selama setahun kemarin lagi. Ya Allah, Genis kuat, Genis kuat. Jangan takut, jangan takut. Allah ya Ghafur, Maha Pengampun, ya Ghafur.

Walaupun aku nggak tau meninggal kapan tapi aku mau sebelum meninggal semua hutangku lunas, hutang dalam bentuk apapun. Dan semua teman yang pernah aku sakiti baik yang mengaku maupun yan memendamnya memaafkan aku.

Aku nggak cerita kesiapa-siapa tentang ini. Aku sudah capek cerita kesemua sahabatku. Aku malu sering berkeluh kesah padahal aku yakin mereka juga punya masalah. Aku nggak mau jadi orang yang ribet, yang dinilai nggak dewasa, yang menambah masalah orang lagi.
Maaf yang membaca tulisan ini, aku cerita ke kamu. Maaf ya.

Semoga 2014 aku bisa jadi orang yang berguna, punya high motivated, strong and tough. Kapanpun kematian itu cuma satu yang aku inginkan ketika hutang-hutangku lunas. Karena katanya cuma hutang yang pasti bisa menghalangi kita dari surga dan tidak diampuni. Semoga Tuhan melindungi kita. 2014 aku mulai dengan muhasabah semoga jadi yang lebih baik.

Ohya, maaf jika saya berubah jadi pendiam. Maaf jika saya bersikap sok cool, maaf jika saya memilih-milih dalam bersahabat tapi saya tetap ingin berteman dengan siapapun. Maaf jika nanti sikap saya tidak sesuai dengan ekspektasi kalian. Maaf.

Posted from WordPress for BlackBerry.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s