Apanya yang Seru

Dear,

Kemarin japri-an sama kak Nisa. Dia suka curhat tentang kegiatannya, kita suka diskusi banyak hal salah satunya tentang perbedaan agama. Tapi kita sama-sama Muslim.
Kak Nisa itu salah satu orang yang aku pertahankan untuk dicurhatin soal my check shirt chocolate guy. Kenalanku dari India yang berkulit gelap, tinggi besar dan berkumis kalau pakai baju selalu kotak-kotak. Hehe. Temanku yang India ini termasuk militery worker, haha itu sebutannya untuk orang yang loyal sama kerjaan. 10 to 10 kerjanya.
Aku suka ceritain kekonyolan ku kalau lagi ngobrol sama cowok ini. Udah hampir satu tahun kenal sama orang itu. Beberapa pertanyaan dan pernyataan kak Nisa tentang aku dan si India.

“Kalian nggak capek apa berantem baikan berantem baikan, begitu terus”
“Wah dia sweet Gen, ngertiin kamu banget. Dan dia mau mempertahankan pertemanan.”
“Jadi temen aja Gen”
“Aku jadi penasaran kayak apa dia”
“Itu dia, cowok yang kalau ngomong sama kita hati-hati banget, kita bisa cepet respect”
“Kalian aneh”
“Keliatan orang baik dari fotonya”
“Iya Gen, aku setuju kamu harus ketemu sama dia”
“Kalian lucu banget”
“Ajak dia belajar Islam aja”
Dan yang terakhir, mungkin karena aku keseringan cerita tentang semua ini ke Kak Nisa, sampai hal-hal yang memalukan, kak Nisa bilang gini,
“Seru ya punya teman cowok beda negara”

Kak Nisa… Apanya yang seru? Berantem mulu. Terus mau udahan nggak bisa-bisa. Padahal simple, tinggal diemin aja setiap japri-an, telepon, email dari this big baby. Tapi ya label kita cuma temen, temen berantem, temen beda pendapat, temen unyu lol. Apa itu temen unyu. Support dia aja sebagai teman beda negara.

Bangga sih punya teman beda negara, udah kenalannya random. Ternyata pinterrrrrr banget, ambisius soal passionnya, terus bijak dan hati-hati banget, nggak ngerokok, nggak minum, nggak nakal. Dan jadi One of best employee in his client JP Morgan. Siapa yang ga mupeng coba dapet sertifikat dari JP Morgan. All the best for check shirt chocolate man yang kalo ngobrol lebih keseringan ‘oh’ ‘ok’ doank. Gemes. Tapi kalau ga sependapatan, waduh bisa berantem pertahankan argumen tapi akhirnya ditutup dengan salah satu ngalah. Tipe darah A itu bisa klop sama tipe darah O. Mereka tau celahnya buat baikan lagi. Kalo ketemu mau aku masak jadi Nasi Biryani biar tambah cokelat. Haha jadi kanibal.

Semenjak setahun kenal, aku ngerasa cukup punya buddy dari mancanegara. Selebihnya ketemuan karena sehobi aja deh atau kalau urusan kantor. Nggak mau random lagi. Dia cukup.

Posted from WordPress for BlackBerry.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s