Satu Impian

Betapa saya sangat mengagumi orang hebat ini.
Betapa beliau merubah sebagian kebiasaan saya.
Betapa beliau mengingatkan bahwa Allah maha Pengasih, bahwa Dia yang kuasa membolak-balikkan hati.

Tapi manusia itu makhluk yang alpha.
Seringnya melalaikan-Nya.

Ketakutan saya, satu.
Saya tak dapat melihatnya nanti di padang Mahsyar, ketika hamba Allah diseluruh dunia, dari kaum terdahulu sampai terkini dikumpulkan.

Entah rasa kagum seperti apa ini, bisa melebihi rasa kagum saya pada Beliau sallahu allaihi wassalam.
Entah mengapa, hati saya bergetar jika menyebut namanya dalam hati
Bahkan bisa sampai menangis jika membayangkan impian saya gagal.
Sekarang pun menulis ini, mata saya berkaca-kaca.
Saya ingin bertemu Umar Bin Khattab.
Ini cita-cita saya. Tapi dosa tak pernah luput dari keseharian saya. Tapi jauh akhlak saya dari akhlak beliau.
Apakah bisa?
Saya ingin bersama Sayyidina Umar, saya ingin berguru padanya, saya ingin memiliki tauhid sama sepertinya.
Semoga, sebelum saya menyesalinya.
T_____________T

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s