Datang ke Festival Dongeng Indonesia, Yuk!

Dongeng, ingat Baba Ayub dalam buku ‘the Mountain Echoed’ karya Khaled Hosseini. Dalam buku itu mengisahkan baba Ayub yang mendongengkan anak-anaknya tentang monster yang mengambil satu anak dari satu keluarga di desa termiskin di Afgan. Rakyat pikir untuk dijadikan santapan tapi ternyata anak-anak yang dibawa pulang ke istana si Monster diberi makan enak, baju bagus bahkan tinggal di istana yang asri, indah dan megah.

Ingat juga tentang dongeng di buku ‘Senja Bersama Rosie’ karya Tere Liye. Tentang anak perempuan semata wayang yang kehilangan kedua orang tuanya. Mengeluhkan dirinya yang sebatang kara, hidup tanpa gairah, hingga wajahnya pun tak lagi cantik, kulitnya pun tak lagi berseri sampai akhirnya ramuan yang dia terima dari putri duyung dan dewi hutan merubahnya menjadi cantik lalu menikah dengan pangeran tampan dan kaya raya.

Selalu ada makna dan pelajaran dibalik kisah dongeng. Itulah mengapa aku suka.

Bahkan cerita anak pun yang bukan dongeng tapi fiksi, menyimpan akhir yang tidak melulu gembira tapi bermakna.

Buku favorit ku semua karangan Enid Blyton, beberapa best seller-nya tertata rapi di sebelah tempat tidur, sesekali mendongeng untuk diri sendiri. Yang paling aku ingat cerita tentang satu elf yang berbohong, sekali mengarang kebohongan, dia terus mengarang kebohongan yang baru, hanya untuk menutup kesalahan/karangannya yang pertama. Satu kebohongan akan menghasilkan banyak kebohongan lainnya. Itu intinya.

Aku cuma pecinta dongeng, tapi belum bisa mengarang dongeng. Tapi bermimpi jadi story teller atau children book writter. Hahaha ketinggian mimpinya, action-nya baru baca buku doank. Nulis sempat sih, tentang alien dari Planet Gunjukkuna cuma belum tamat. Iri sedikit dengan Fitri Tropika di buku perdananya ‘Kening’, dia bisa mengarang begitu apik, walaupun mungkin sedikit asal, kisah dongeng seorang putri yang tidak cantik.

Maka dari itu, pas aku lihat di lini masa ada acara Festival Dongeng Indonesia, aku excited banget. Mumpung di kampus sendiri dan free of charge lagi. Biarlah datangnya sendiri. Atau ada yang mau menemani? Hehehe.

Yuk ikutan, kalau dilihat dari rangkaian acaranya sih seru. Festival Dongeng Indonesia 2013 di Perpustakaan Pusat UI tanggal 26 Oktober 2013. Ada Pak Raden lho tapi sayang, Dongeng Bonekanya hanya untuk anak di bawah 7 tahun. Eits, tapi ada sesi-nya Clara Ng bercerita dan tantang dongeng, terus ada juga Kelas belajar dongeng. Itu yang aku mau.

Kalau mau lihat lebih lanjut coba klik : http://indostoryfest.com/

Semoga dari acara ini aku bisa mengarang setidaknya satu saja cerita dongeng. Dulu mengenal dongeng dari TK karena ada hari khusus menonton drama boneka, orang tua tidak pernah membacakan untukku barang cerita Nabi sekalipun. Paling disuguhi acara tv si Unyil, Si Komo dan lagu-lagu Susan/Kak Ria Enes. Jadi niatnya sering baca buku dongeng itu untuk bekal anak-anakku nanti, jadi mama super yang jago bercerita. Aamiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s