Cerita Kita Cinderella

Berdentang jam itu, dua belas kali.
Bukankah Cinderella seharusnya bergegas pergi karena kecantikan pakaiannya akan berubah, keangguan langkahnya akan melemah juga keelokan wajahnya akan memudar.
Lalu mengapa kali ini dia tetap ada pada barisan, barisan dansa di tengah para bangsawan, menari lembut, tersenyum manis bertukar pandang dengan sang pangeran biarpun dengan semburat pipi merahnya tersipu malu-malu.
Cukup sudah kedua saudara tiri merasa dibohongi oleh dongeng masa lalu. Tak bisakan Cinderella tetap seperti Cinderella yang ada di dongeng sepanjang masa itu dengan cerita yang sama.
Pangeran pun terheran mengapa Cinderella tetap cantik dan tak berubah sedetikpun, adegan penemuan sepatu kaca yang kehilangan pasangannya pun tak akan pernah bisa dia peragakan.
Mengapa cerita Cinderella ini berbeda? Tak bisakan Cinderella tetap seperti Cinderella yang ada di dongeng sepanjang masa itu dengan cerita yang sama.
Ibu Peri pun memasuki arena dansa. Tertegun mantranya tak lagi sama, mencari tau keadaan rombongan tikus-tikus yang diubah menjadi kuda, mencari dimana letak labu-labu yang berubah menjadi kereta. Mereka tetap sama, tak juga berubah kewujud aslina. Tak bisakan Cinderella tetap seperti Cinderella yang ada di dongeng sepanjang masa itu dengan cerita yang sama.
Dongeng hanyalah dongeng, sedang Cinderella tak hanya di dongeng saja, dia punya keinginan yang ingin dia raih, masih ada pencapaian dalam hidup yang akan terus dia daki. Siapa yang berani mengatur hidupnya. Hanya Tuhan yang bisa. Hidup itu pilihan, apakah ingin seperti orang kebanyakan, atau ingin menjadi yang dibanggakan karena keunikan. Jadilah dirimu sendiri. Cepat atau lambat orang disekitar juga akan mengerti, bahwa waktu ditiap manusia berbeda-beda. Kapan dia memulai kapan dia berakhir. Mungkin ada jalan cerita yang cepat seperti pada dongeng Cinderella, jam 12 malam, sepatu kaca hilang, pemilik ditemukan dan voila menikahlah mereka. Sama seperti pada cerita kita, bukan, cerita kebanyakan dari kita, berpayah-payah di masa kuliah, wisuda, bekerja hebat tanpa kenal lelah, bertemu jodoh voila menikahlah kita. Semua punya cerita dan waktu masing-masing kawan, cepat atau lambat waktunya pun telah ditentukan, bermula di waktu yang berbeda-beda, berakhir pun berbeda. Hanya saja, tetaplah menjadi dirimu sendiri.

Posted from WordPress for BlackBerry.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s