Senja Tak Lagi Sama

tumblr_mrb3g88CGm1qaobbko1_500

Orang bilang jika air mata pertama kali jatuh dari mata kiri berarti kita menangis karena sedih, jika air mata pertama kali jatuh dari mata kanan berarti kita menangisi hal yang membanggakan.
Kali ini aku menangisi keduanya, karena air mataku seperti telah bersepakat untuk keluar bersamaan dari mata kanan dan kiri.

Aku menangisi senja.

Biasanya, aku menatap senja dalam-dalam dari balik jendela kamar.

Tapi senja tak lagi sama.

Dia datang terlambat, selalu begitu. Bahkan terkadang dia tak menampakkan kegagahan jingganya disela-sela awan yang bergelombol. Dia tak lagi sama. Kita tak lagi bertemu mata.

Biasanya senja datang ketika aku sedang duduk manis sambil membaca buku, sesekali menyeruput teh hangat yang dibuat ibu khusus untuk ku dan menikmati segigit dua gigit kue kering oleh-oleh dari ayah pulang bekerja.

Senja yang pertama kali menatapku, senja yang pertama kali menyapa ku. Lalu aku akan menutup lembaran buku bacaanku. Senja bisa mengalihkan perhatianku.

Jika senja memperhatikanku dengan tatapan aku senang memperhatikannya dengan rasa.

Senja banyak bercerita kala itu dan biasanya akan aku dengarkan baik-baik. Kadang jika senja datang lagi esok, senja membahas cerita hari sebelumnya dan bertanya untuk menguji apakah aku memperhatikannya.

Tapi, senja tak lagi sama.

Sekarang yang ada hanya hujan, yang bisanya meninggalkan genangan air yang berlarut menjadi kubangan. Tidak ada cerita dari hujan. Terkadang matahari mengirimkan pelangi untuk menjemput hujan pergi. Pernah sesekali ku tanya pada pelangi, kemana senja? Atau adakah cerita dari mu pelangi? Tentang apapun. Tapi pelangi hanya tersenyum dan berbalik meninggalkan aku tanpa menoleh lagi. Padahal aku pikir mungkin adanya pelangi bisa melupakan kekesalanku pada senja yang tak lagi sama. Mungkin pelangi bisa menggantikan senja. Tapi nihil. Kosong. Aku hanya berangan.

Senja tak lagi sama.

Tangisanku tangisan rindu, senang pernah bertemu dan tangisan perpisahanku untuk senja. Dan aku kembali kerutinitasku yang lama.

 

credit pic here.

Posted from WordPress for BlackBerry.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s