Setiap Orang Punya Cerita

Angin sepoi-sepoi berhembus halus mengenai kerudung-kerudung para gadis-gadis ranum yang sedang asik berpiknik santai di pinggir danau.

Linda : Jadi gimana besok?

Puri : Nggak tau, tapi nyokap udah mulai bikin kue khusus gitu untuk ibu haji. Soalnya kemarin pas gw gadoin choco chips, nyokap ngomel, ‘eeeh jangan digadoin choco chips nya, itu untuk bahan kue yang mama mau buat untuk ibu haji besok‘.

Dikta : Hahaha, rempong ya emak-emak. Tapi yang besok bener kan? Nggak ditunda lagi kayak kemarin?

Puri : Doain aja deh, bokap sih bilang kemarin kalau acaranya bakalan hari Minggu besok. Serius nih, gw galau dari kemarin malem, sampe kebawa nangis.

Linda : Galau apa lagi sih neng?

Puri : Ya lo tau kan, hati ini masih terpaut sama yang berjarak ribuan kilo meter dari sini.

Dikta : Eh masih elo sama dia? Ya ampun, kan gw udah bilang, orang udah jelas kalian nggak bakalan jadi tapi masih aja ngarep.

Puri : Nggak ngarep sekarang sih, ngarepnya nanti, tapi ya gimana, gw udah kenal dan merasa cocok sama yang beribu kilo ini dibanding yang cuma 4 kilo dari rumah gw.

Dikta : halah perasaan lo aja kali. Katanya lo bilang sama kita udah siap kalau ada yang nyamperin. Yang beribu kilo nggak nyamperin lo. Ini kesempatan, Ri… Si 4 kilo, dia anak pak Haji, kata nyokap lo ganteng, badannya tinggi, bersih. Dari pada yang beribu kilo itu, lo nggak tau bapaknya siapa, kayak gimana. Pinter sih orangnya tapi apa dia ngerti soal menjadi suami ala Rasul kita? 

Puri : Iya sih, tapi jangan besok deh. Tunggu sampai gw dan si beribu kilo itu bener-bener nggak kontak-an, bener-bener udah bisa nerima kenyataan baru si yang 4 kilo ini hadir. InshaAllah deh.

Linda : Udah ikutin aja maunya Allah gimana, yang jelas lo mesti siapin untuk besok entar malem lo mesti tidur cepet biar paginya keliatan fresh.

Keesokan paginya.

Pak haji dan bu haji yang ditunggu-tunggu, tepatnya paling ditunggu-tunggu mama dan ayahnya puri, datang. Alasan macet menjadi jawaban mereka kenapa telat datang. Isi rumah telah dipenuhi bapak-bapak haji dan ibu-ibu haji. Ketika pak haji masuk ke dalam rumah dan di susul oleh istrinya.

Ayah: Lho, cuma berdua aja nih?

Puri yang lagi asik chatting-an dengan teman lewat aplikasi whats app, otomatis menoleh ke arah suara ayah. Dan ayah pun melirik Puri, mata mereka bertemu. Jeng jeng, si 4 kilo dari rumah nggak ikut sama bokapnya, jadi perkenalan kita batal (lagi) kali ini.

Seketika ada perasaan lega di hati Puri, buru-buru Puri kirimkan broadcast message ke teman-temannya.

Puri : Fyi, im still free as a single woman up to now, doooonkk. 

Linda : hah? kenapa emangnya? Dia nggak mau sama elo?

Puri : bukan, dia yang 4 kilo dari rumah nggak dateng tuh.

Waktu makan siang datang, dan para tamu memenuhi dapur rumah Puri. Puri membantu menyediakan makanan-makanan itu. Pak haji yang juga ada dibarisan antrian tamu yang siap menyendoki makanan ke piring, bilang…

Pak Haji : oh ini anak pertamanya, entar diajak aja ke rumah atau ke arisan selanjutnya, atau kalau ada kondangan nanti dikenalin sama anak saya.

Ayah : katanya mau dikenalin hari ini pak haji, gimana?

Pak haji : iya, tadi malem si Adi pulang kantornya kemaleman, sekarang masih istirahat di rumah.

‘Jiaaaah, alesan yang nggak banget deh ah, nggak niat, dan pasti si 4 kilo juga belum pengen banget tuh,’ pikir Puri dalam hati. Dan ini menjadi bukti, seketika Puri ingat kata-kata Linda.

Linda : Tenang Ri, kita nggak akan ketemu siapa-siapa kalau kita belum siap. Mungkin elo bisa bilang siap, tapi mungkin dianya yang sudah tertulis di lauh mahfuz belum siap. Jadi sabar aja. Lihat aja maunya Allah gimana.

Allah memang memiliki rasa humor yang tinggi. Dia tahu bagaimana menyenangkan hati hamba-Nya dengan kejadian-kejadian yang tidak masuk akal. Jujur, ada perasaan lega di hati Puri setelah tahu tentang perkenalan yang dua kali batal ini. Tertawa akan kelucuan Allah dalam misteri-misteri yang dibuat-Nya. Biasanya terlalu bersemangat/khawatir nggak akan terjadi apa-apa. Pelajaran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s