Temanku, Buma

Buma berkata, buat apa dipikirkan apa kata orang, jadilah dirimu sendiri.
Buma berkata, bersikaplah sewajarnya di depan orang-orang.
Buma berkata, stay cool.
Buma berkata, simpan semua yang kamu rasa dalam pikiranmu, biarkan orang tahu yang berada diluar saja.
Buma berkata, tersenyumlah, senyumlah untuk keluarga, teman, dan orang asing. Dengan senyuman kau bisa membuat mereka menyukaimu.
Buma berkata, bertemanlah dengan banyak orang tapi biarkan hanya ada satu saja yang menjadi sahabatmu. 
Buma berkata, lebih baik diam.
Buma berkata, tidak semua rahasia boleh diungkapkan, beraktinglah.
Buma dan aku berteman lama, tapi sekarang dia tak lagi ada. Pergi entah kemana. Buma dan aku berteman dalam diam. Sebenarnya kita tidak pernah saling berkata, aku mendapat semua kata-katanya itu dalam diamnya. Aku mengikuti gerak geriknya, aku membaca sikap dari kelakuannya. Aku belajar mengkontrol diriku dari dirinya. Aku kangen Buma dan aku ingin kembali ke diriku yang lama, seperti ketika aku bersama Buma.

Advertisements

One thought on “Temanku, Buma

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s