Among Good Persons

Dear,

Saya mau cerita tentang pengalaman saya berteman dengan orang asing, darinya saya mendapat banyak pelajaran dan membuat saya lebih bijak dalam memahami hidup. Yah biarpun nggak banyak, saya orang yang hobi alpa (lupa). Semoga hobi itu bisa berkurang seiring waktu. Karena manusia terbaik adalah yang lebih baik dari hari kemarin.

tumblr_m7636zy0jL1rt8sgdo1_500

Ini soal keyakinan. Keyakinan kita berbeda. Saya muslim dan dia kristen. Ah, bisa dibilang dia adalah teman berbeda agama pertama (yang dekat saat itu) bagi saya. Entah kenapa saya begitu terbuka dengannya. Mungkin karena kita berbeda negara dan saya tidak pernah berniatan untuk bertemu dengannya. Dan inilah yang dikatakan orang, terkadang kita bisa sangat terbuka dengan orang asing dibandingkan dengan keluarga/teman sendiri. Tapi tetap saya tahu batasannya. Saya sempat menceritakan kegelisahan saya padanya. Dengan cepat dia merespon bahwa dia bisa membantu untuk menghilangkan kegelisahan itu.

Saya: saya takut apa yang saya lakukan salah. Saya rasa, saya telah melakukan dosa pada Tuhan.

Dia: coba baca ini. (dia memberi saya artikel berhubungan dengan ajaran agamanya)

Saya: Saya hanya baca Quran, tidak yang lain.

Dia: Bukan, itu bukan ayat dari Kitab, itu kisah.

Saya: Oke, ceritakan saja.

Dia: (copy paste bagian yg penting) Mengerti? Jadi tidak perlu khawatir.

Kurang lebih kisahnya seperti ini, terdapat anak yang melakukan dosa besar (mungkin ini yang disebut Tuhan Anak, maaf jika saya salah, karena saya memang tidak mengerti apa-apa tentang agamanya), dia berniat untuk menceritakan (mengaku) kepada ayahnya (dan yang ini mungkin yang disebut Tuhan Bapak) dan meminta ganjaran yang setimpal atas dosa yang diperbuatnya. Lalu setelah anak itu mengakui dan meminta hukuman. Dengan tanpa menimbang-nimbang omongan anaknya, sang bapak malah memberikan minuman, makanan, pakaian, dan alas kaki bukannya memberikan hukuman.

Setelah membaca itu saya menangis, bukan karena ceritanya. Tapi karena saya merasa, ‘mengapa saya bisa lupa bahwa Tuhan Maha Pengampun’ padahal di Quran yang inshaAllah saya baca setiap hari tertulis bahkan tidak hanya satu kali.

Cerita di atas, biarpun sebenarnya saya tidak begitu mengerti kedudukan si anak dan sang bapak, tapi makna dibalik kisah ini mengingtkan saya pada satu ayat dalam Quran, surat Az-Zumar ayat 53. It can heal my pain. Really.

Allah berfirman :

Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa* semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun Maha Penyayang.”

*kecuali dosa syirik.

Dari pengalaman saya, saya merasa Allah telah memberikan kebaikan yang lebih dari apa yang saya ingin/pikirkan. Saya dikelilingi orang-orang yang selalu membuat saya ingat akan kebesaran-Nya. Subhanallah, Alhamdulillah. Untuk teman saya, semoga dia diberi kesehatan, karena kabarnya dia baru saja divonis suatu penyakit, sedih. Biarpun kita berbeda tapi dia memiliki hati yang baik. Dan saya yakin karena Allah maha Penyayang pada seluruh umat di dunia ini. Jadi semoga doa ini bisa terkabul.

Dari berteman dengannya, saya juga menciptakan rumus baru dalam hidup.

Be the kind of a person that you want to meet.

Terima kasih, teman. Terima kasih, Allah.

pic credit to. tumblr

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s