Pesan Tere-Liye

Dear,

Pernah kan aku ceritakan tentang teman-teman Powerful Muslimah (PM), teman-teman yang jadi teman berbagi dimanapun medianya dan kapanpun itu. Alhamdulillah berteman dengan mereka. Sebelumnya aku cuma hobi baca buku-buku romance yang bikin galau dan mupeng, yang bikin menghayal pengen cowok yang kayak di buku itu, yang pengen kehidupan kayak cewek di buku ini. Tapi semenjak kenal teman di PM jadi senang baca buku yang jauh dari hal itu. Bukan buku yang membawa terbang ke dunia hayal tapi buku yang bisa menelusuri kehidupan para hamba di dunia ini, kalau hidup ini indah dengan berbagai cara menghadapi dan menyikapinya. Buku yang membuat kita semakin bersyukur kepada Tuhan, bukan malah mengeluh karena hidup kita nggak seenak di buku yang ini dan itu. Salah satunya kisah-kisah dari buku karya Tere-liye.

Tambahan dikit sebelum masuk ke pesan Tere-liye yang ingin aku bagi. PM punya media berupa milis yang bisa mendiskusikan hal apapun. Nah salah satu pesan yang akan aku posting ini, dari temanku salah satu anggota PM. Oke kita simak 2 pesan dari Tere-liye berikut.

{Note 1: Ketika Wanita Mengintip}

tumblr_lowd1k2EPH1qmnnouo1_400

Duduk manis seorang gadis rupawan, amat terkenal kecantikannya di seluruh sekolah, hanya mendengar kabar dia sedang duduk di kamarnya di asrama putri, entah sedang membaca atau belajar, jendela terbuka lebar, rusuh sudah murid-murid laki-laki lain di asrama putra. Bisik-bisik hendak melintas, pura-pura merancang rencana. Duhai, yang namanya sang rupawan, selalu seru untuk diperbincangkan.

Berdiri malu seorang wanita jelita, amat terkenal kecantikannya di seluruh kampung, hanya terbetik berita dia sedang berdiri di balik tirai, sedang menatap jalanan lengang di depan rumahnya, rusuh sudah pemuda satu kampung, amboi, yang namanya sang jelita, melihat selintas lalu saja sudah membuat cerah cuaca sepanjang hari. Apakah sang jelita tahu atau tidak, balas melirik atau tidak, diurus nanti-nanti.

Di dunia ini, puteri-puteri melambaikan tangan dari balik kereta kuda kencana, lantas banyak orang gegap gempita balas melambai, senang mengelu-elukan, terpesona mencium semerbak wangi kereta kuda tersebut. Di dunia ini, puteri-puteri melambai dari balkon istana, lantas penuh satu lapangan orang-orang berseru riang, semangat bersorak, terpesona melihat betapa cantik rupanya, berbisik tentang betapa elok gaunnya, dan lihat mahkota yang dipakainya. Sungguh menakjubkan.

Tetapi bukankah tidak semua wanita di dunia adalah sang rupawan, sang jelita atau puteri-puteri? Bukankah tidak semua orang berkesempatan menjadi dan diperlakukan begitu istimewa? Bukankah lebih banyak yang berkutat meratapi wajah di depan cermin? Galau semalaman hanya karena sebutir jerawat? Dan kadang merasa tidak berharga dibanding siapapun–termasuk dibanding bayangan sendiri.

Maka, jangan berkecil hati my dear. Tidak usah gulana berkepanjangan. Tidak mengapa kalau kita duduk di jendela asrama sekolah, maka tidak ada satupun yang rusuh hendak melihat kita–hanya mamang tua tukang potong rumput yang menyapa. Tidak mengapa kalau kita berdiri di belakang tirai rumah, maka tidak ada satupun yang bergegas hendak mencari perhatian–kecuali tukang bakso yang itupun menawarkan dagangannya. Tidak mengapa apalagi soal mengintip dari balik jendela kereta kencana, orang-orang membicarakan tentang wangi, gaun, dan mahkota milik kita, jauh panggang dari api. Tidak mengapa.

Ingatlah selalu, wanita-wanita manapun tetap punya kesempatan, dan itu jelas lebih istimewa, lebih hakiki. Entah berkulit hitam, entah panu-an, bisul-an, entah tinggi, pendek, entah kurus, gemuk, semua memiliki kesempatan menjadi seorang ‘puteri’. Puteri apa? Sebenar-benarnya puteri. Dengarkan wasiat itu, dengarkanlah:

‘Andaikata seorang wanita penghuni surga mengintip ke bumi, niscaya dia menerangi ruang antara langit dan bumi, dan aromanya memenuhi ruang antara keduanya. Dan sesungguhnya kerudung di atas kepalanya lebih baik dari dunia dan seisinya” (HR. Bukhari)

Ini kabar hebat sekali, bukan? Dan yang lebih hebat lagi, sungguh, semua wanita memiliki kesempatan untuk menggapainya. Termasuk juga kalian. Ayo, belajar agama dengan baik, hiasi diri dengan ahklak terbaik, lantas banyak-banyaklah bermanfaat untuk sekitar.

{Note 2: Jodoh Terbaik}


tumblr_lyvessvuiP1qghthno1_500

Ada seorang atlet dunia yang mengagumkan. Saat ditanya, apa rahasia terbesarnya hingga dia berkali-kali memecahkan rekor dunia? Jawabannya pendek: saya bertanding melawan diri sendiri, saya berusaha terus menerus mengalahkan diri sendiri. Ini sesungguhnya jawaban yang super, menjelaskan banyak hal. Tapi bagaimana bisa dia jadi juara dunia jika dia hanya sibuk melawan dirinya sendiri? Bukankah dia harus peduli dengan catatan waktu pesaingnya? Bagaimana pesaingnya berlatih? Kemajuan pesaingnya. Tidak, dia tidak peduli. Baginya, setiap hari menjadi lebih baik, setiap hari memperbaiki rekor sendiri, jauh lebih penting dibanding memikirkan orang lain. Maka itulah yang terjadi, resep ini berhasil, berkali-kali dunia menyaksikan atlet hebat ini memecahkan rekor dunia, rekor yang tercatat atas nama dirinya sendiri. Jika dia hanya sibuk memikirkan orang lain, boleh jadi dia hanya berhasil memecahkan rekor itu sekali, lantas berpuas diri, merasa cukup. Game over.

Logika memperbaiki diri sendiri dan terus melakukan yang terbaik ini sangat efektif dalam banyak hal. Sekolah misalnya. Kita tidak perlu peduli kita ranking berapa, kita lulusan terbaik atau bukan, sekolah terbaik atau bukan, pokoknya belajar yang terbaik, maka lihat saja besok lusa, ternyata semua hal datang dengan sendirinya, termasuk ranking dan kesempatan melanjutkan di tempat lebih baik. Juga pekerjaan. Kita tidak perlu peduli siapa pesaing di sekitar, siapa yang akan menyalip dsbgnya, posisi dsbgnya, pokoknya bekerjalah yang terbaik, memperbaiki diri sendiri secara terus menerus. Maka, lihat saja besok lusa, semua pintu2 kesempatan akan terbuka dengan sendirinya.

Nah, termasuk mencari jodoh. Rumus ini juga berlaku sama sederhananya. Teruslah memperbaiki diri, maka besok lusa, jodoh terbaik akan datang.

Banyak orang yang berpikir sebaliknya, sibuk pacaran, sibuk cari2 perhatian, sibuk jatuh hati, sibuk ‘mencari jodoh’–di usia dini sekali. Itu benar, kita boleh jadi segera mendapatkan yang diinginkan tersebut, tapi hanya sebatas itulah definisi jodoh terbaik yang kita dapatkan. Berbeda jika dengan sibuk memperbaiki diri. Terus sekolah dengan baik misalnya, belajar apa saja. Termasuk belajar ilmu agama, semakin bermanfaat bagi sekitar, mencemerlangkan akhlak, maka jalinan silaturahmi akan semakin luas, membuat kesempatan bertemu dengan jodoh terbaik lebih lebar. Dengan terus memperbaiki diri, kita bisa mengenal banyak orang, paham banyak karakter, memiliki prinsip2 yang baik, dan itu lagi-lagi membuka lebih lebar kesempatan bertemu dengan jodoh terbaik.

Bayangkan saja seseorang yang hanya tinggal di sebuah kampung, sibuk pacaran di kampung itu saja, menikah. Selesai. Itulah ruang lingkup jodoh terbaiknya. Sebaliknya seorang remaja puteri, yg memilih terus belajar memperbaiki diri sendiri, bodo amat teman2nya sudah pacaran, dengan terus belajar dia bisa membuka pintu sekolah di kota lain, bertemu dengan banyak orang, dengan belajar agama dia memiliki prinsip2 hidup yg baik, bisa memilih teman bergaul yang baik, hingga akhirnya bertemu dengan jodoh terbaiknya. Dia berhasil meningkatkan berkali-kali lipat kesempatan jodoh terbaiknya. Bukan cuma si cowok paling ganteng di kampung tersebut–yang ditaksir gadis sekampung.

Nah, apakah dengan terus memperbaiki diri menjamin mendapatkan jodoh terbaik? Tidak. Memang tidak. Tapi rasa-rasanya, jika proses terus memperbaiki diri itu dilakukan dengan baik, kalian akan berbahagia dengan apapun situasi yang akan dihadapi. Jadi kalaupun dia gagal memberikan jodoh tampan macam anggota boyband korea, atau baik hati pol macam poh si kungfu panda, dia sukses memberikan sesuatu: pemahaman yg baik, bekal hidup yang baik. Dan kalian siap dengan takdir apapun dari Tuhan.

Dan berikut tambahan dari temanku, Ayu: Jangan kita melakukan perbaikan diri dengan niat demi mendapatkan jodoh yang kita inginkan (nanti kalau nggak dapat gimana?) Perbaiki diri kita dengan niat untuk mendekati diri kepada Allah untuk mendapatkan rahmat-Nya. Allah Maha Tahu tentang perjuangan kita dan takaran diri kita. Biarkan Allah yang mengaturnya.

sumber: Ayu @ PM, pic as tagged & http://letssharestories.tumblr.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s