Cerita Sore

Dear,

Hujan… Kenapa ketika kamu datang selalu membawa rasa lapar? Heuuu, tapi nggak ada cemilan di rumah. Baiklah lupakan dengan menulis. Sekarang saya ingin bercerita tentang salah satu kejadian bersejarah dalam hidup. Cerita sore kali ini mengenai hal yang sampai sekarang ‘percaya nggak percaya’ kalau saya bisa melaluinya. Tentang apa itu?

Yay, Alhamdulillah… Saya sudah lulus dari pendidikan S1 Ekstensi  Jurusan Akuntansi di Universitas Indonesia. Nggak kebayang secepat ini, biarpun sebenarnya saya terlambat dari kebanyakan teman saya. Well, kenapa begitu? Karena Program Ekstensi FEUI untuk tahun saya sebenarnya bisa hanya 2 tahun, tapi karena ada satu hal saya menunda satu semester. Eh, nggak satu semester juga tapi kurang lebih setengah semester.

Saya yang sebenarnya sudah start membuat skripsi dari awal Februari lalu, harus ikut eksten dan skripsi terhenti di awal Juni. Selain karena saya mengambil Semester Pendek (SP), skripsi saya awalnya kacau balau, nggak menarik, biarpun topiknya sama seperti hasil skripsi yang kemarin saya ajukan saat sidang. Mungkin skripsi awal saya yang kacau balau itu karena semester kemarin saya sambil dengan belajar 3 mata kuliah, jadi hasilnya kacau balau.

Setelah SP selesai, kira-kira pertengahan bulan Ramadhan, saya sempat stuck, sama sekali nggak mengurus skripsi yang sudah saya ubah dengan konsep yang baru, biarpun topiknya masih sama. Untungnya dosen saya mengundang semua mahasiswa bimbingannya untuk ketemu muka dan membahas soal persiapan skripsi hingga persiapan sidang. Dosen saya baik banget. Baru ada mungkin dosen yang mempertemukan semua mahasiswa bimbingannya untuk memberi tips & trick mebuat skripsi. Dengan slide yang dia sudah siapkan, dimulai dari tips mencari topik, apa saja isi skripsi, bagaimana supaya nggak stuck, persiapan slide sidang sampai cerita soal skripsi anak bimbingannya dulu yang sempat ikut conference. Mungkin dosen lain hanya tatap muka one by one dengan mahasiswanya. Semoga dosen pembimbing saya dilindungi Allah Ta’ala & hidupnya semakin berkah. Amin.

Dari pertemuan itu saya bilang ke bu dosen, “Bu, saya stuck.” Dia kaget, “Kenapa? Bukannya 1 bulan lalu kamu meng-konsep ulang tampilan & isi kuesioner kamu? Dan saya sudah kirimkan revisinya kan?”. Dengan alasan yang sebenarnya sedikit dibuat, si ibu akhirnya memberi solusi. Karena solusi itu saya sedikit termotivasi dan yah ada pergerakan. Karena dari pertemuan itu saya ingat kata-kata bu dosen, “jangan sampai berhenti menulis, ketika dirasa malas tulis aja hal-hal lain, seperti cover, ucapan terima kasih, daftar referensi karena kalau sudah berenti susah lagi untuk memulainya. Keep writing intinya.” Bukan cuma kuesioner yang saya ubah, tapi BAB 1-3 pun saya ubah, nggak total tapi hampir keseluruhan dirombak.

Kira-kira mulai September pertengahan, saya membuat skripsi saya itu dari awal lagi. Modal semangat dosen saya yang bilang, “Genis harus selesai bulan November ya, karena kamu kan nggak ada kuliah lagi.” Saya cuma bisa jawab, “InshaAllah, Bu.” Dari situ, ternyata skripsi nggak berjalan mulus, Singkat cerita, Bab 1-3 sudah saya buat, kuesioner saya sampai akhir Oktober pun baru terisi 50 kuesioner, padahal saya maunya 100 kuesioner. Pakai kuesioner online kurang efektif tapi enak sih buat saya yang malas untuk ketemu orang baru, memohon-mohon bantuan secara langsung, hehehe.  Semenjak itu saya galau, tapi alhamdulillah galaunya nggak dibawa ke twitter, kalau dibawa bisa tambah galau. Dan bukan cuma kuesioner yang bermasalah, dosen saya tidak begitu paham banyak soal metode analisis, jadi sebenarnya Bab 3 saya juga masih acakadul, bukan nggak rapi tapi saya rasa ada keganjalan dan bukan seharusnya pakai metode itu.

Mencari-cari metode lain yang akhirnya saya temukan sendiri di jurnal acuan saya, maklum saya suka malas membaca keseluruhan literatur yang bahasa Inggris. Jangan diikutin ya🙂 Kira-kira awal November, sambil menunggu kuesioner nambah, saya pelajari metode analisis yang saya rasa itu yang tepat. Ngebut ceritanya, dan bu dosen pun iya-iya aja. Jadi intinya skripsi saya sedikit keburu-buru karena deadline yang pertengahan November. Entah ini keajaiban atau gimana. Saya bisa menyelesaikannya dalam hitungan hari sampai akhirnya Bab 3-5 rampung. Yeah biarpun hasilnya kuesioner saya hanya 66. Dan alhamdulillah dosen pembimbing setuju, biarpun dengan berat hati karena katanya ideal banyak kuesioner itu 100.

Lega donk Bab 1-5 selesai. Jadi ingat, saat ketemu bu dosen untuk menyerahkan hasil Bab 4 dan 5, itu hari terakhir untuk daftar sidang. Saat itu si Ibu bilang, “ini hasilnya? saya bawa pulang dulu ya baca di rumah”. Saya dalam hati, “pasrah deh, emang gw nggak boleh diburu-buru, maju sidang Januari juga deh ini”. Tapi tiba-tiba si ibu bilang lagi, “saya sedang pusing nih Genis, nggak tau kenapa. Hari ini terakhir daftar sidang kan? Yaudah kamu daftar aja.” What? saya kaget. Dan gimana ini? Ibu dosen belum liat hasil skripsi saya, tapi dia mendorong saya untuk masuk kandang macan, ruang sidang maksudnya hehehe. Kadang saya berpikiran, kalau ada orang yang spontan itu asalnya dari Tuhan. Sebelumnya saya sering berdoa, untuk bisa maju November tapi apapun keputusan dosen saya akan saya terima. Eh ternyata, saya dapat tanda tangan dosen untuk bisa daftar sidang hari itu juga. Mungkin memang ini jalan-Nya, Allah mengabulkan doa saya lewat dosen saya itu.

Disela satu minggu sebelum sidang dilaksanakan, saya masih sibuk dengan revisi dari si ibu dosen. Dan akhirnya tinggal menghitung hari, H-3, H-2. Revisi kelar, lalu kasih hasil skripsi ke dua dosen penguji. Dan tada, besoknya saya sudah harus maju sidang. Saat H-1 itu hobi saya berubah jadi suka ‘nyetor’ ke WC. Panik, nervous, gelisah. Saat itu saya agamis banget deh rasanya, antara malu karena cari muka tapi senang juga karena bisa beribadah lebih ke Allah. Tiap kali inget, zikiran, ada aja dipikiran saya nyebut kebesaran Allah dan memuji-muji-Nya. Sebenarnya saya yakin dari awal pertemuan saya dengan dosen pembimbing saya seperti dapat anugrah dari Allah. Karena apa? Dosen pembimbing saya itu dikenal SUPER baik. Teman-teman pada iri. Hehehe.

Di hari sidang, kemarin (21/11), muka saya sudah datar, antara ingin menyemangati diri, gelisah, takut dan pasrah. Slide sudah sempat saya kirim ke dosen pembimbing untuk dilihat. Dan ibu menjawab slide saya sudah bagus. Wah, nggak kerasa keburu-buruan saya mengejar deadline akhirnya harus dipertanggung jawabkan di depan dosen pembimbing dan dua dosen penguji.

Kata teman-teman yang sudah pernah sidang, di dalam sidang nanti kita seperti diskusi sama dosen-dosen. Tips dari mereka, apa yang ditampilkan dalam slide, itu yang harus benar-benar kita pahami. Jangan terlalu banyak, dan kontennya jangan kebanyakan tulisan. Satu lagi, jaga sikap. Karena bisa-bisa dosen kita cerewet dan menjatuhkan kita karena kitanya yang nyolot. Dan ternyata benar…

Berkat doa mama, papa, nenek, kakek dan ustad, serta doa-doa teman baik yang mendoakan terang-terangan lewat SMS dan twitter maupun yang secara diam-diam mendoakan saya. Saya masuk keruangan sidang dan selama kurang lebih 1,5 jam, saya tenang berdiskusi dengan para dosen mengenai hasil skripsi saya. Alhamdulillah, setelah dirasa cukup saya mempresentasikan hasilnya. Lalu saya diminta keluar sebentar. Dan dipanggil lagi. Lalu salah satu dari dosen penguji bilang, “terima kasih sudah menjelaskan hasil dari skripsi kamu, kami menghargai kontribusi kamu dengan membahas topik ini yang memang masih dibutuhkan dan masih belum banyak yang membahasnya. Selamat ya.. Nanti poin2 apa saja yang harus direvisi kamu ambil di sekre ya.” Saya nggak dibilang lulus sih, tapi itu artinya saya lulus sidang kan? Hahaha agak bingung. Tapi nggak ragu deh karena ibu dosen penguji bilang selamat berarti saya lulus donk.

Terima kasih Allah, Engkau menjawab semua doa dan pertanyaan saya. Memberikan kesempatan itu, tapi Allah saya malu, saya masih suka berbuat dosa, masih suka menunda panggilanmu… Saya harap Engkau yang Maha Pengasih dan Penyayang masih mau bersabar menghadapi saya yang seperti ini. Tetapi saya berusaha untuk terus mencari yang Engkau ridhoi. Tetap jaga hati ini ya. Terima kasih. Semakin yakin bahwa sesungguhnya Engkau dekat. Sesungguhnya Engkau Maha Pemurah. Semoga  saya selalu ingat untuk bersyukur. Alhamdulillahirabbil alamin.❤

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s