Whisper of the Heart

Dear,

Senangnya dianugrahi long weekend, terbebas dari rutinitas Kamis biasanya. Hmm enaknya sih tidur sampai bablas, tapi coba deh manfaatin waktu dengan melakukan aktivitas yang bikin mood seharian jadi lebih fresh. Kalau dibawa tidur pasti bakal ngerasa liburannya cepet banget. Nah, aku punya sesuatu yang bikin liburannya bermanfaat, at least untuk diri sendiri dan mungkin nantinya bisa berguna untuk orang lain.

Nonton film di saat liburan emang bisa jadi alternatif membuang rasa malas. Dari film kita bisa dapat inspirasi lho. Bahkan ada orang yang sampai berhijrah keyakinan karena film, bisa mewujudkan mimpi karena film tapi ada juga sih yang jadi terjerumus ke hal-hal buruk karena film. Kita ambil baiknya aja, kita cari film-film yang bikin kita optimis dan positif kayak film satu ini.

Whisper of the Heart karya Ghibli.

Buat yang senang bermimpi, yang memiliki passion, yang senang baca buku film ini wajib ditonton. No wonder lah karya Ghibli selalu inspiratif. Film ini nggak cuma buat kita semangat meraih mimpi tapi juga ada kisah cinta yang romantis yang bikin meleleh. Tapi jangan berlarut-larut melelehnya. Jangan galau ah. Langsung action lebih enak. Yah biarpun dua tokoh utama di film ini bisa bikin kita mupeng (muka pengen). Hehehe.

Kenapa bisa bikin mupeng, aku ceritain sedikit kisah cintanya ya…

Shizuku yang hobinya baca buku, hampir setiap hari menghabiskan waktu dengan membaca buku yang dia pinjam dari perpustakaan. Sampai akhirnya dia menyadari bahwa tiap buku yang dia pinjam pasti ada nama Seiji, pembaca perpustakaan yang meminjam buku sebelum dirinya. Pencarian dimulai, siapa Seiji itu. Sampai akhirnya ternyata Seiji adalah teman satu sekolahnya. Mereka berdua dipertemukan oleh seekor kucing yang diberi nama Moon. Singkat cerita Shizuku menemukan toko antik yang ternyata punya kakeknya Seiji. Dari situ mereka akhirnya benar-benar saling mengenal. Dari situ pula, Seiji menceritakan tentang keinginannya pergi ke Italy untuk belajar membuat biola karena cita-citanya ingin menjadi pembuat biola yang profesional. Karena ketekunan Seiji, membuat Shizuku berkeinginan juga memiliki cita-cita setinggi Seiji. Shizuku menyadari bahwa waktu telah habis hanya dengan membaca buku tanpa menghasilkan sesuatu. Dari situ, Seiji meyakinkan Shizuku untuk menjadi seorang penulis. Dan Seiji pun mengutarakan hatinya, yang sebenarnya telah lama suka pada Shizuku. Itulah mengapa selalu ada namanya dibuku-buku yang dipinjam Shizuku dari perpustakaan. Karena, Seiji setiap hari juga senang ke perpustakaan, membaca sambil memperhatikan Shizuku. Bahkan sampai duduk disebelahnya tetapi Shizuku tidak menyadari. Seiji meminjam semua buku yang telah di-list Shizuku, jadi sebelum Shizuku pinjam dia sudah meminjamnya terlebih dahulu. So sweet kan… hehehe

Di saat Seiji pergi ke Italy untuk belajar membuat biola, Shizuku memantapkan hati untuk membuat buku. Setelah Seiji pulang dari Italy dia harus menyelesaikan buku itu. Bermodal cerita tentang Baron, patung kucing milik kakeknya Seiji, Shizuku membuat cerita hingga menjadi sebuah novel.

Sepulangnya Seiji dari Italy, mereka saling mengutarakan perasaan masing-masing. Sampai Seiji berjanji bahwa setelah mereka dewasa, Seiji akan mengajak Shizuku menikah. Mereka menjadi pasangan yang memilki profesi yang berbeda, Seiji sebagai seorang pembuat biola dan Shizuku sebagai penulis. Dan tetap sebagai pasangan yang saling memberi dukungan, apapun cita-citanya dan seberapa berat mencapainya.

Benar kata Mba Ollie, disetiap kesuksesan seseorang pasti ada orang lain yang membantu mewujudkannya. Baik itu secara langsung maupun tidak langsung. Semua orang berhak sukses, karena memang manusia itu adalah makhluk yang paling mulia dari makhluk tuhan lainnya. Selamat berlelah-lelah meraih mimpi. Kita ketemu di cerita kesuksesan yang terealisasi ya… Bagi cerita mu juga. Semangat dan rajin kawan!

Not everyone needs to follow the same path…. Go ahead and do what your heart tells you, but it’s never easy when you do things differently from everyone else. If things don’t go well, you only have yourself to blame.

– Seiya Tsukishima, Whisper of the Heart(1995)

Advertisements

2 thoughts on “Whisper of the Heart

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s