THE GOALS!

Kikuk kikuk.

Bunyi jam burung di rumah Mira yang menandakan sudah jam 12 siang. Mira beranjak dari tempat tidurnya. Makan seadanya dan bersiap-siap dengan pakain seadanya pula. Jeans hitam, kaos garis-garis, tas laptop, dan handbag yang isinya cuma tissue, dompet, handphone dan charger. Lalu Mira memanaskan mobil dan siap untuk berangkat ke kampus.

Di depan ruang sidang gedung B FEUI.

Tempat itu selalu bersih, sepi, seperti tidak pernah dijamah oleh siapapun. Saat itu bulan Oktober minggu kedua, sudah dari awal semester ganjil Mira melakukan rutinitasnya berduduk santai di tempat itu. Sendirian. Ya, sendirian. Rutinitas ini terjadi tepatnya semenjak Mira masih harus berjuang sendirian menyiapkan skripsi untuk sidang di semester ganjil ini, sedangkan teman segengnya semua sudah meninggalkannya lulus menjadi Sarjana Ekonomi semester kemarin.

Bermodalkan roti dan susu terkadang coklat yang dibelinya di koperasi, Mira bisa tenang menikmati waktunya. Berjam-jam duduk disana hingga matahari berubah warna menjadi jingga.

Handphone berdering, tanda sms masuk.

Mir, bimbingan kita diganti jadi besok sore jam 3 ya. Saya masih ngajar.

Ibu Elis, dosen pembimbing skripsinya.

Baik Bu, tidak apa-apa. Besok saya bisa datang. Terima kasih.

Agak kaku memang kalau membalas sms dari dosen, biarpun dosen pembimbingnya itu ramah dan bisa diajak ngobrol seperti teman, tapi tetap saja status mereka berdua beda. Mahasiswa harus sopan dan segan dengan dosennya.

Mira meneruskan bermain-mainnya dengan laptop. Setelah menerima sms dari Bu Elis, Mira yang tadinya asik meng-edit revisian Bab 2 langsung menutup semua draft dokumen yang berhubungan dengan skripsi dan menyalakan wifi untuk browsing.

Begitu hampir setiap hari kegiatan Mira, ke kampus, menyendiri, ngemil, mengerjakan skripsi, terkadang bertemu dosen pembimbing, browsing. Tetapi disela-sela kegiatan yang monoton itu, Mira punya satu obsesi yang membuat dirinya asik dengan dunianya. Menulis dongeng.

3 bulan berlalu, skripsinya sekarang sedang tahap revisi akhir sebelum maju sidang. Tulisan kumpulan dongengnya pun tinggal dibaca ulang. Hari itu, lagi-lagi Bu Elis membatalkan janji karena ada rapat mendadak katanya. Tanpa pikir lama, dia mengalihkan pikirannya ke draft kumpulan dongengnya.

Katak Penari Balet, Peri Hijau yang Pemalu, Buku Masa Depan, Kotak Berbentuk Lonjong, Kebohongan yang Bertambah, Nenek Mary Penjual Bunga Mawar, Anak Babi Berekor Lurus,  Elang yang Tidak Bisa Menengok ke Kanan, dan Boneka-Boneka Belinda.

Yap, semuanya sudah dibaca ulang, di-edit, dan design cover bukunya yang dibuat Tyo pun sudah diterima lewat e-mail. Tanpa ragu, Mira mengklik website nulisbuku.com, sebuah perusahaan self-publishing berbasis online pertama di Indonesia yang bisa mengantarkan mimpi Mira sebagai penulis. Mira meng-upload naskah dongengnya ke website tersebut dan tinggal menunggu e-mail notifikasi dari tim penulisbuku untuk mencetak buku pertamanya.

2 minggu kemudian.

“Mira Citra Pratama, selamat sidang kamu hari ini dinyatakan lulus.”

Ibu Elis tersenyum manis dan menjulurkan tangannya untuk bersalaman, disusul dengan Pak Edi dan Ibu Yuni.

Di luar ruang sidang.

“Mba Mir, tadi siang ada pos nih dari nulisbuku,”

Bunga memberikan buku yang bersampul putih bertuliskan nulisbuku, dibuka sampul itu dan tada buku pertama Mira rilis. Begitu senang hati Mira sampai diapun meneteskan air mata. Mimpinya menjadi sarjana dan menulis sebuah buku tercapai.

————————————————————————————– end :’)

-Genis Anggraeni (Ekstensi FEUI 2010)

Words: 493/500 words

credit: pic by charletskinbote @ tumblr.

13 thoughts on “THE GOALS!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s