I’m Not In A Good Mood

Apakah kita termasuk orang yang punya sikap mirip seperti Sangkuriang, yang mengerjakan sesuatu mepet deadline, karena terlalu banyak mikir gimana cara menyelesaikannya, atau mungkin karena mesti cari mood dulu baru bisa memulainya? Wah bisa-bisa kamu dicap orang yang suka menunda pekerjaan alias seorang procrastinator

Sikap tergantung mood sering diartikan sebagai wujud rasa malas. Tapi bedanya kasus ini sudah mencapai masalah psikis. Yang artinya, ada alasan khusus mendalam yang bikin kita menunda sesuaru.

Menurut Frank Coppola MA, ODC, ACG, spesialis ADD (Attention Deficit Disorder) dari New York, diduga para penunda akut disesbabkan oleh didikan dari kecil yang selalu dibawah tekanan. Misalnya kita melakukan sesuatu mesti ada jeda waktunya sebelum benar-benar dilakukan, sehingga kita butuh disuruh dulu baru kita akan bertindak, dan tidak terlatih untuk bisa memprediksi waktu yang dibutuhkan dalam menyelesaikan sesuatu.

Penunda akut ini ada yang ringan sampai berbahaya, yang jelas, sikap menunda sudah jadi gaya hidup sehari-hari. Yang dilakukannya menunda pekerjaan / tanggung jawab dengan mencari kegiatan yang lebih seru sampai akhirnya waktu mepet baru dikerjakan.

Menurut Joseph Ferrari, Ph.D., profesor psikologi daru De Paul University di Chicago, ada tiga tipe penunda akut :

  • Sesorang yang selalu menunggu hingga waktu mepet
  • Seseorang yang menghindari pekerjaan karena punya masalah dengan kepercayaan diri yang tidak diketahui orang lain
  • Seseorang yang tak mau menanggung konsekuensi, sehingga cendrung menghindar

Terlepas dari tiga tipe tersebut, Ferrarri dan Timothy Pychyl, Ph.D., profesor psikolog Carleton University Ottawa Canada menambahkan bahwa nggak ada orang yang terlahir dengan kebiasaan menunda. Banyaknya procrastinator ini dibikin sama diri kita sendiri. Nah biasanya orang selalu beralasan, merasa lebih kreatif kalau mepet waktu atau belum ada mood-nya.

Ternyata nggak cuma mood aja faktor yang bikin kita jadi pemalas atau tepatnya menunda waktu.

Bisa jadi karena takut sama kemampuan diri, kalau kita mendapat pekerjaan kita maunya untuk ngumpulin keberanian dulu baru mulai mengerjakannya. Atau bisa juga karena perfeksionis, kita orang yang memulai apapun dalam keadaan siap, semua bahan mesti siap baru mulai mengerjakan. Atau nggak karena kurang fokus, begitu dapat bayangan akan melakukan hal yang lebih menarik, ia langsung memilih apa yang yang paling menyenangkan yang pada akhirnya tugas utama terbengkalai.

‘Penyakit’ seperti ini bukannya bisa merugikan diri kita sendiri tapi juga merugikan orang lain, apalagi kalau tugas yang jadi tanggung jawab kita itu membawahi orang lain. Kalau tugas itu nggak selesai pada waktunya di tangan kita, orang lain juga kena batunya. Dan bikin orang ilfil sama kita, apa-apa tergantung mood, mesti cari mood dulu, dengan shopping, chatting, nongkrong seharian dll. Bisa-bisa kita dianggap orang yang nggak bisa kerja sama dan merepotkan.

Kalau emang kalian merasa kalian termasuk orang yang senang menunda pekerjaan, coba dilawan deh, dengan lakukan ini:

  • Kerjakan apa yang ada, mulai dari hal yang kecil, misalnya browsing bahan materi tugas, atau bikin outline kasarnya, sketsanya dulu, biasanya kalau sudah ada yang kita mulai nantinya akan bikin kita semangat untuk langsung menyelesaikannya sampai tuntas.
  • Konsep makan gajah, nggak mungkin kan kita makan gajih dengan sekali telan, nah makanya dicicil dulu, sedikit demi sedikit dikerjakan, kemungkinan akan selesai tepat waktu.
  • Kerjakan kegiatan pendukung, misalnya sebelum belajar, kita bersih-bersih meja belajar, mau rangkum materi kuliah, siapkan pulpen warna-warninya, jadinya kita nggak segan untuk memulai.
  • Win win solution, kita tetap aja orangnya nggak betahan buat bertahan lama membaca buku / belajar. Buat aja ketentuan, 20 menit baca, 10 cek timeline / bales reply, setelah itu baca lagi. Tapi mesti konsisten ya, jangan sampai main twitter nya yang kelamaan / keasikan. Buat yang suka belajar sambil dengerin musik, baiknya musik dalam keadaan volume kecil, atau kalau pakai headset coba pakai dikuping sebelah kanan, karena otak kanan kita menerima musik dan otak kiri kita tetap fokus dengan pelajaran yang kita baca, tapi saran gw sih kalau baca pelajaran yang menghapal mending nggak usah sambil denger musik, kecuali kalau sedang mengerjakan tugas hitungan^^

Tulisan ini, sebagian besar gw ambil dari majalah Gadis edisi terbaru (No. 81), soalnya masalah ini gw banget, gw orangnya moody-an dan random. Gw aja capek sendiri sama sikap gw ini. Gw paling mahir deh buat nunda waktu… mudah-mudahan bisa berubah. Mungkin hal ini juga yang bikin gw ngerasa kalau sehari ada 24 jam itu nggak cukup.

Semoga ulasan tentang procrastination ini bermanfaat, ayo kita mesti jadi lebih baik dari pada hari kemarin~ kalo kata Barack Obama “change will not come if we wait for some other person or other time”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s