#Aliensjournal: Salah Gw bukan Salah Brownies

Dear Good Eaters,

Kalau gak ada jadwal keluar rumah biasanya gw akan menyibukan diri di dapur untuk buat Brownies. Sebosen apapun orang rumah sama Brownies buatan gw, tapi all brownies gone tuh dalam sehari. 

Kalian bisa intip resep brownies ala kukingklas disini. Gw belum bereksperimen dengan bahan sama sekali karena masih belum stable setiap buat Brownies kadang oke tapi ada kurangnya. Jadi paling eksperimen dengan toppingnya aja.

Ini versi perfecto-nya

Berikut catatan gw setelah trial and errors yang lebih banyak errors: 

  • Saat mencampurkan bahan coklat bubuk, gula, garam dan unsalted butter api jangan terlalu besar, sedang aja. Jangan sampai butternya mendidih atau terlihat menggelembug. Karena brownies kamu bisa pecah nantinya saat dipanggang.
  • Aduk telor yang kuat sampai adonan mengkilat dan gunakan telor ukuran sedang ke besar. Jangan yang kecil ini kunci untuk brownies mu chewy atau gak.
  • Sebelum memanggang adonan, panaskan oven sekitar 10 menit. Supaya saat manggang gak terlalu mengembang kan brownies bukan bolu. Hehehe. 
  • Suhu yang digunakan untuk oven listrik sekitar 160°-170°C.
  • Lama memanggang kira-kira 20 menit aja. Dan gunakan api atas bawah selama 10 menit, cek kematangan adonan dengan tusuk gigi. Kalau sudah lumayan jadi, ganti api bawah atau tengah. Lanjutkan selama 10 menit.
  • Kalau pakai topping kitkat, cek selalu warna kitkatnya saat memanggang dengan api atas karena bisa cepat gosong. Kalau pakai topping nutella, kamu lanjutkan memanggang 5 menit api tengah. 
  • Kalau sudah dirasa well done wheheeh. Biarkan brownies dingin untuk keluarkan uap panasnya. 

Selamat berekperimen lagi Good Eaters. 

SPT Tahunan Madness

Dear Good Eaters, 

Maret telah tiba dan yang awam akan berbondong-bondong datang ke kantor pajak. Yay, tempat dimana sebagian orang benci karena merasa penghasilannya dizalimi, atau tempat dimana sebagian orang takuti karena bayang-bayang sanksi denda yang bisa berbunga, atau tempat dimana yang sebagian orang gak tahu itu tempat apa. Hehehe. Apalah penafsiran orang-orang tentang kantor pajak tapi sepertinya kantor pajak adalah tempat yang ngehits akhir-akhir ini apalagi setelah happeningnya Tax Amnesty. 

Kali ini gw gak mau ngomongin gimana cara pengisian SPT, gw gak mau ribet. Wehehe gw mau ngomongin printilannya aja apa sih sebenarnya yang harus kalian siapkan sebelum dan setelah pelaporan SPT Tahunan. Dan apa yang perlu kamu ketahui tentang istilah-istilah yang kadang membingungkan. 

Karena sebagian besar warga Indonesia itu pekerja maka gw akan meruncingkan tulisan ini terkhusus untuk Wajib Pajak dengan pekerjaan sebagai pegawai. Simak beberapa poin di bawah ini:

  • Pelaporan SPT Tahunan itu berbeda ya dengan pembayarannya. Kalau kalian pegawai maka yang bayar pajak ya perusahaan tempat kalian bekerja, kalian gak usah repot sama perhitungan dan penyetorannya. Tapi kalian berkewajiban untuk melaporkan pajak yang dibayar perusahaan atas nama kalian. Nah ini nih yang kata orang, due date pelaporan di tanggal 31 Maret tahun berikutnya.
  •  Yang punya kewajiban lapor itu siapa aja? Siapapun yang memiliki NPWP baik dia bekerja atau bekerja tapi gak ada pajak yang dipotong dari gajinya atau tidak bekerja atau sedang tidak bekerja. 
  • Kalau EFIN itu apa? Simpelnya itu nomor kunci untuk bisa log-in ke website e-filing.
  • Sedangkan E-filing itu berbeda dengan EFIN ya. E-filing itu cara menyampaikan SPT Tahun dengan menggunakan elektronik alias lewat website jadi kalian gak perlu repot antri pelaporan di kantor pajak dirumah sambil guling-guling juga bisa.
  • EFIN digunakan saat registrasi online supaya bisa log-in ke website e-filing (djponline.pajak.go.id). Kalau sudah oke EFIN gak diperlukan lagi, kecuali kalau kalian lupa password saat log-in (yang kamu create sendiri saat daftar) atau ingin mengganti email. Jadi tetap nomor EFIN yang sudah didapatkan harus kalian arsipkan.
  • Sebelum lapor, kalian pastikan mendapat Bukti Potong 1721 A1 (dari perusahaan swasta) atau 1721 A2 (dari bendahara). Kertas itu isinya summary dari pembayaran pajak selama setahun yang dilakukan perusahaan untuk penghasilan kamu. Jadi kalau punya ini kamu gak akan kebingungan untuk isi nominal di SPT Tahunanya. Kalau kantor belum kasih juga sampai mau habis bulan Maret nya, paksa hahaha. Karena Bukti Potong ini diperlukan juga lho untuk pembuatan Visa. So lagi-lagi, diarsipkan ya.
  • Beres lapor SPT Tahunan baik yang manual (datang langsung) atau yang via website harap untuk menyimpan bukti penerimaan surat (BPS) atau gampangnya tanda terima. Kalau manual kalian mendapat kertas sedangkan kalau via website BPS dikirimkan ke email.
  • Dan lebih baik lagi, sebelum pelaporan SPT Tahunan secara manual kalian foto copy dulu SPT Tahunannya. Karena kalau di hari kedepannya kalian dapat rejeki untuk beli rumah, KPR mensyaratkan untuk melampirkan kopian SPT Tahunan tahun sebelumnya. Dari pada repot harus buat permohonan fotokopi berkas SPT Tahunan ke kantor pajak. Ya gak? Kalau yang via website, kalian bisa klik di lihat SPT Tahunan dan tinggal dicetak. 
  • Kalau datang ke kantor pajak atau ke instansi pemerintah pastikan kalian membawa kopian KTP dan NPWP ya. Apalagi KTP itu sudah common banget.
  • Setiap ke instansi pemerintah mohon untuk lepas malu kalian, tanya apapun yang membingungkan kalian tanya apapun yang ingin kalian tahu dan pastikan kalian sudah jelas dari penjelasan yang kalian dapatkan, supaya kalian gak bolak-balik. 
  • Pelayanan pajak sudah lumayan service people kok menurut gw, jadi tolong untuk saling bekerja sama dengan pegawai setempat. Yang namanya antri pasti boring tapi asal bisa saling paham dan sabar gak perlu lah ya dibawa emosi. Maka bertanya adalah hal yang harus jadi awareness tamu yang datang ya. Supaya gak merasa disia-siakan waktunya. Atau menyalahkan pegawai setempat karena gak giving information properly. 

Segitu aja sih. Semoga semakin banyak yang sadar dengan pajak ya. Supaya jadi Wajib Pajak yang taat sehingga gak ada tuh kena denda-denda… 

Kalau ada yang mau ditanyakan bisa komentar di bawah… Semangat menuju Indonesia yang lebih baik. Eyaaaa 🙆

#Aliensjournal: Roast Chicken Rosemary

Dear Good Eaters,

Setelah lama menjamurkan blog ini karena memang gak punya kesibukan apa-apa yang ready dibagi, akhirnya punya sesuatu yang spesial untuk dituliskan lagi. Yay, sekarang gw bisa bikin Roast Chicken Rosemary sendiri. Setelah perebutan kursi kukingklas gw dapat kesempatan untuk jajal bikin menu favorit. Ini baru pertama kali nyobain ayam beginian, tapi udah bisa ditebak pasti rasanya bikin blossom. Karena ayam adalah menu makanan favorit mau digimanain juga, pokoknya ayam. 

Mulai aja dengan resepnya ya. 
Bahan/bumbu:

  • 1 ekor ayam (broiler ya supaya juicy, jangan ayam kampung)
  • 2 sendok teh jeruk lemon (bisa diganti jeruk nipis atau cuka, cuma lebih cepat ilang bau amisnya pakai jeruk nipis)
  • 1 sendok teh garam
  • 4 siung bawang putih, cincang halus (bisa ganti garlic powder 1/2 sendok teh, krn kalau bawang cincang gampang gosong)
  • 1 buah bawang bombay merah, diiris bulat tipis
  • 2 1/2 sendok teh garam (supaya ga terlalu asin bisa cuma 1 1/2 sdt)
  • 1 sendok teh merica hitam, tumbuk kasar (bisa pakai merica bubuk 1/2 sdt)
  • 1 sendok makan rosemary bubuk
  • 2 sendok teh peterseli cincang (ada yang jual sudah kering)
  • 3 sendok makan mentega tawar, lelehkan (bisa ganti unsalted butter atau olive oil yg light)

Pelengkap:
300 gram kentang (bisa kentang kecil tapi yang kentang dieng tanpa dikupas kulitnya, karena kentang dieng lebih crunchy)

Cara membuat:

  • Lumuri ayam dengan air jeruk lemon dan garam. Diamkan 15 menit.
  • Campur bawang putih, merica hitam, peterseli, garam, rosemary dan mentega tawar. Aduk rata. Lumuri keatas ayam.
  • Letakan ayam dalam loyang.
  • Tambahkan kentang di sisi-sisinya.
  • Oven suhu 180°C sekitar 60-90 menit supaya matang sempurna (gunakan api bawah).

Tadaaaaa jadi deh ayam pop rasa rosemary. Wehehehe. 

Selamat mencoba. Seru deh cuma campur-campur bumbu, oles-oles, panggang. Tinggal dilahap. 🙂

Mimpi #14

Dear Good Eaters, 

Kali ini bukan mimpi gw. Tapi mimpi sahabat bokap gw yang MashaAllah mimpinya pas ketiduran di Masjid Nabawi. Allahumma shalli ala Muhammad. 
Jadi sebelum berangkat gw titip pesan ke bapak, “Pak, kalau bisa ada di depan makam Rasul salam untuk Amirul Mukminin Umar ya bilang saya nyusul.” dan kata Bapak, setelah nyampein salam dan ketiduran di Masjid. Hemmm saat itu musim Hajj bapak kloter terakhir dan saat itu cuaca di Saudi lagi panas-panasnya jadi Bapak sering seharian di Masjid belum lagi Masjid sama tempat inap jauh. 

Pas ketiduran Bapak mimpi, gw jalan di depan dia. Karena Bapak jalannya lama, gw megang tangan bapak nuntun dan bilang, “Ayo, Pak.” Dengan wajah yang berseri katanya. 

Aaah setelah dimimpiin pakai gamis putih. Bapak mimpiin gw nya di Masjid Nabawi. Semoga ketika dapat invitation dari Allah kelak ke Masjid itu ibadah Umrah gw dan keluarga lancar. Dan gak mikirin dunia sama sekali mikirinnya cuma semoga nanti bertemu di padang Mahsyar dan di barisan Rasulullah. Aamiin.

Ohya katanya yang seharusnya kita itu berdoa untuk sodara-sodara kita terlebih dahulu. Karena tiap doa yang kita pinta untuk sodara kita tanpa sepengetahuan mereka, dijawab sama malaikat dengan: “aamiin semoga untukmu juga.” Karena hadist tentang mendoakan sodara tersebut dulu para sahabat nabi senang memperbanyak doa untuk sodara-sodaranya. Wehehe so, doain gw ya semoga dipermudah perjalanannya. 

Semangat bersiap!!

Finding: Being the Right Candidate yourself

I got another point of view nih about finding the right one. Tapi balik lagi ke diri masing-masing. In one condition gw sempat gini, i dont have any friends from boy sedangkan teman gw satu lagi have so many many friends from opposite gender sempat mikir yaaah doi lah yang bakal yang menemukan duluan karena kesempatan untuk kenal banyak orang lebih banyak, satu gak cocok doi still has one or two candidates, sedangkan i have nothing. Terus sempat di otak juga berpikir, lho everything in this life is possible in Allah’s hand, lo kali Gen yang bakal nemu banyak kemungkinan karena lo akan lebih fleksibel dengan berbagai macam situasi di depan sana. 

I share this with you guys cuma kepingin ngasih pandangan lain tentang bagaimana kebanyakan orang bilang, jodoh itu cerminan diri lo. Tulisan ini ditulis oleh orang yang sudah married. 

The logic that free-mixing in general will lead you to finding a good spouse is so flawed.

Our society has conditioned us to think that if we don’t go out there and mix, we won’t be able to find anyone for ourselves. I mean, you can’t say that just because a person intermingles that they are no longer a good person but this action does have an aspect of openly engaging in what is displeasing to Allah and also opening yourself upto fitnah. 

Your home, your family is such a sensitive structure and when you know that shayateen aim at it the first and hardest to break up then why would you not protect it from the evils such as this? You cannot expect that a person once married will leave off talking to their former friends simply because of their gender now if they hadn’t all this time. Even if it does happen, the fitna from a habit that was there before is a lot stronger than the one from without. The longer the habit remains, the harder it is to break off. Think about it: if you’re friends with a few people of the opposite gender for x amount of years, is it easy to cut them off and not check in every once in a while to see how they’re doing, what they’re upto? If nothing else, you do still check their social media and see what’s going on in their lives. Does that alone not cause fitna for your own home? 

Shaytaan works in steps not leaps.

So the fact that we seek a spouse through intermingling and then expect them and ourselves to abandon it doesn’t seem fitting. We should look for and possess traits that would contribute to a healthy and nurturing home for one another based upon the teachings of the Salaf.

Finding the right spouse begins with being the right candidate yourself.

Salah satu guru bilang, jodoh itu datang dari arah yang sama dengan rezeki dia adalah hal yang sedang kamu tekuni. 

Selamat bersiap! Kalau gak sekarang berbuat baik, emang yakin besok masih hidup?