[Bicara Buku] #TemanTapiMenikah

Dear you,

Tipe hubungan yang pernah jadi impian gw, nikah sama sahabat atau jodoh dengan sahabat. Soalnya gw gak suka hubungan yang lovey dovey, dia atau gw yang clingy. Eugh. Geli. Dan dari dulu yang gw cari sosok saudara laki-laki bukan cowok romansa. Yang bisa diajak gila, asik-asikan tapi bisa serius juga. 

Sampai akhirnya ada di fase itu. Dimana suka sama teman sendiri. Ternyata gak selalu asik. Haha. Jadi ada kalanya kita tetap menjalani hidup dan biarkan Tuhan yang mengambil alih. Karena seseorang yang kita inginkan nggak selalu menginginkan kita juga. Yha baper. 

Ditto dan Ayu sahabatan belasan tahun dari sejak mereka SMP. Ditto jadi teman sebangku Ayu. Kedekatan mereka simply karena obrolan mereka selalu klik. Ayu yang dari kecil sudah kerja sebagai artis Ditto yang hobi main musik perkusi yang gak biasa. Bikin mereka saling support, care dan melebihi sahabat. 

Gak akan benar-benar ada hubungan pure teman/sahabat antara cowok dan cewek. Pasti salah satunya memendam perasaan. Dibuktikan oleh mama dan papa nya Sekala Bumi ini. 

Ditto ternyata sudah suka dengan Ayu sejak lama. Tapi gak tau persisnya kapan, dia pendam dan tangkis sekian lama. Ditto yang playboy tukang gonta ganti pacar, biarpun selalu ngincer cewek atau jadi inceran cewek karena keeksisannya sebagai pemain perkusi dan ketua OSIS, tapi selalu gak bisa lepas pikirannya dari sahabat termanisnya, Ayu. 

Ditto selalu jadi tempat curhatan Ayu soal pacar-pacarnya begitu juga Ayu untuk Ditto. Ayu gak pernah absen dari menyanjung permainan perkusinya dan Ditto selalu konsisten untuk ada buat Ayu. Bahkan ketika mereka tinggal di kota yang berbeda. 

Ide dari Ditto nembak Ayu untuk dijadiin teman hidup terlintas setelah banyak berkontemplasi soal masa depan yang harus dijalani, masa depan yang gak selalu tentang asik-asikan pacaran sana sini. Habis itu gak ada makna apapun.

Ayu hanya berharap, Ditto cepat bertobat dan menemukan pasangan yang bisa melengkapi hidupnya. Bagaimanapun, mereka tidak bisa hidup dewasa dengan cara seperti ini. Ditto tidak bisa hidup dengan hubungan yang dimulai dan diakhiri seenaknya di saat kehidupan menuntut kedewasaan mereka dalam memenuhi berbagai aspek kehidupan.

Mereka sempat ada di fase capek ah pacaran putus, pasangan baru putus lagi. Ayu apalagi capek diselingkuhin pacarnya. Dari situ Ditto membulatkan niatnya untuk meminang Ayu. Gak lama dari bilang, “kalo gw suka sama lo gimana, Cha?” Sampai akhirnya Ditto beliin cincin tunangan itu prosesnya gak lama. Karena Ayu pun sangat welcome dengan ajakan Ditto. 

Gw kasih bintang tiga di Goodreads. Karena finally penasaran gw terpecahkan dengan buku ini. Haha. Melihat gw juga kepingin banget punya suami hasil persahabatan. Tapi ya umur segini, mau mulai sahabatan sama siapa? Udah telat. Sayangnya pov buku ini pakai sudut orang ketiga. Tapi terkadang berasa kayak Ditto yang lagi cerita. Apalagi seringnya disinggung tentang keluarga Ditto aja, tanpa Ayu. Gw lebih suka kalau pov nya dari sisi Ditto aja atau Ditto lalu Ayu. Supaya kita tau sebenarnya ada apa dibalik hati masing-masing saat mereka jalin persahabatan. 

Selagi buku ini menjelang rilis, Ditto gak henti-hentinya teasing di IG pribadinya, ngasih semangat dan cibiran untuk kawula muda yang terjebak Friendzone. Haha. Kalau gak ada yang berani untuk mengutarakan gak akan terselesaikan urusan friendzonenya. 

Baiklah buat gw sepertinya akan menjadi impian aja bisa nikah sama sahabat sendiri.😦 buku ini cukup menghibur. Dan gw makin yakin, kalau urusan yakin datangnya lebih banyak dipihak cowok. Biar dia yang meyakinkan. Kalau sahabat cowok lo cuma baik aja, belum berarti ada perasaan lebih. Kecuali kalau dia berani bilang serius suka. 

Ohya Ditto ini ESFP, playboy cap kampak. Wkwkwkwkw. Tapi jatuh cuma sama satu cewek aja. Ya yang selalu ada untuk dia dan dia bisa ada untuk cewek itu. He needs someone who can covenience him. Convenience dari sisi mentalnya, cuma sama Ayu dia diterima apa adanya. Kalau cewek yang pernah ada selalu menuntut dia. Wehehe. Gitu deh.

Gw suka kata-kata ini: bosan itu pasti. Tapi kita jangan pernah saling pergi ya. 

#Aliensjournal: Fiesta Roll Homemade

Dear you, 

Fiesta rollnya kencur

Join Kukingklas Sabtu kemarin, dan gw dapat pelajaran membuat Fiesta Roll ala rumahan. Hasilnya sungguh not bad, dan cara buatnya sungguh gampang. 

Mommy-mommy kece 2017

Yang suka makanan asin ini cucok banget dan buat yang senang piknik nah makanan wajib deh kayaknya, mommy-mommy yang mau praktis bikinin bekal untuk krucil-krucilnya patut coba buat ini. Ini resepnya~
Kulit:

Puff pastry siap pakai ukuran 24 cmx24 cm. Merek yang dipakai, Edo.

Pakai puff pastry yang ini ajah

Isinya:

  • 400gr daging giling
  • 75gr pasta hati sapi*
  • 3sdm tepung roti
  • 1 butir telur
  • 1 sdt garam, 1 sdt merica bubuk, 1/2 pala yang diparut
  • 1 sdm kecap manis
  • 3 butir telur rebus
  • 3 buah sosis sapi

    Olesan:

    Kuning telur kocok dengan 1 sdm air

    Enaknya Kukingklas kita bisa terjun langsung bersinggungan dengan bahan masak

    Cara membuat

    • Campurkan semua bahan isi kecuali telur rebus dan sosis
    • Tata pada selembar puff pastry: campuran isi + sosis + telur rebus
    • Satukan kulit pastry hingga membentuk kantung. Rekatkan dengan putih telur sambil ditekan dengan ujung garpu
    • Kerat tipis-tipis bagian atas kulit puff pastry hingga membentuk motif belah ketupat
    • Oleskan dengan kuning telur
    • Panggang selama kurang lebih 25 menit dengan panas 180°C

    Kerat kulitnya jangan dalam-dalam, belajar seolah motong kue pengantin. Asal bergaris aja jangan dalam

    *buat hati sapi sendiri bisa dengan 1 ons hati sapi direbus, tiriskan karena pasti akan berair,grinder di blander bumbu. 
    Resep diatas untuk 4 lembar puff pastry. Tiap lembar diisi 175 gr campuran isi di 2/3 bagian lembar saja. Ketika adonan ditaro diloyang jangan lupa dialas baking paper terlebih dahulu.

    Ini tampilan isi roll nya. Yummy kan. Diet goodbye!

    Kalau mau ganti daging sapi giling dengan tuna juga bisa. Pilih tuna kalengan yang ‘in oil’. Dan campur pasta hati sapi atau dengan keju bubuk. Kalau diganti daging ayam nanti fiesta rollnya basah. 
    Dan ini hasil kami:

    Selamat mencoba~ diet always start tomorrow… Biarin ajah! 😜

    #Aliensjournal: Short Escape to Meet Ust NAK

    Salaam,


    Seminggu yang lalu (18/11), aku dan Hain terbang ke Malaysia untuk ikut kajian Ustad Nouman Ali Khan (selanjutnya ustad NAK) di Putrajaya. Keinginan ikut kajian Ustad NAK langsung sudah ada dari tahun kemarin, apalagi tahun kemarin ustad membuka kelas tafsir Quran selama sebulan pada bulan puasa di Malaysia. Aku pikir Ramadan 2016 kali ini juga, ternyata Ustad nggak kemana-mana. Sampai akhirnya ada info tentang rentetan tour Asia di bulan Oktober dan November, membuat aku eagerly kepingin join di kajiannya. Cari teman bareng akhirnya ada Hain yang mau menemani. Thank you, Hain.🙂

    Info tour Asianya pun aku dapat dari group NAK Indonesia di Whatsapp. Ngomong-ngomong saat ada info itu, aku baru saja beberapa minggu bergabung dengan NAK Indonesia, yang sebelumnya hanya bisa kepo-in tumblrnya. Dan Alhamdulillah selain info yang aku dapat, ada juga member group NAK Indonesia yang menjapri (jalur pribadi/ private message) nggak keberatan mau ngebantu aku untuk beli tiket kajian, seharga 100RM sekitar 325,000IDR, maklum nggak punya cc (kartu kredit) dan paypal. Terima kasih, mbak Nurul. Amazed, kita baru kenal beberapa minggu sudah sangat percaya aku bisa amanah untuk menggantikan biaya tiket masuk kajiannya. Semoga Allah tambahkan kebaikan di kehidupan Mbak Nurul, ya. Aamiin.

    Aku sudah mempersiapkan semua pengeluaran soal tiket kajian, tiket pesawat sampai penginapan itu sebulan sebelum acara. Aku kepingin semua berjalan lancar, karena menjadi salah satu murid Ustad NAK adalah mimpi yang sempat aku pinta saat bulan Ramadan. Dan yang kali ini harus terlaksana. Hehe.

    Sampai akhirnya ada berita AQL yang dipimpin Ustad Bachtiar Nasir mengundang Ustad NAK ke Jakarta di tengah-tengah rangkaian tournya di Malaysia. Wow, berita itu seperti hujan di siang bolong, anginnya memunculkan wangian yang khas. Hehe lebay. Aku senang banget, apalagi aku sudah bergabung dengan NAK Indonesia, setidaknya aku punya komunitas yang bisa membawa aku lebih dekat dengan Ustad NAK atau Bayyinah, biarpun NAK Indonesia sendiri bukan panitia acara. Dan kami di group mempersiapkan beberapa hadiah untuk cinderamata yang akan diberikan ke Ustad NAK di acara yang tadinya dijadwalkan pada 5 November 2016.

    acara-batal

    Awalnya aku sempat komentar ke mama, “Ma, Ustad NAK yang teteh mau samper ke Malaysia mau ke Jakarta. Gratis lagi acaranya. Kalau gitu kan nggak perlu jauh-jauh.” Mama hanya balas, “asal kamu nggak jiping aja. Ngaji Kuping. Karena sudah mahal-mahal ke Malaysia.” Tapi ternyata Allah memang Perencana Paling Baik. Karena keadaan Jakarta yang sehari sebelum acara Ustad NAK di Jakarta sedang diselenggarakan aksi damai (bisa dibilang seperti demonstrasi), membuat Ustad NAK tidak dapat izin ke Jakarta dari Malaysia dengan alasan faktor keamanan.

    Kami di group NAK langsung berpikiran untuk menitipkan hadiah-hadiah yang sudah terlanjur dibuat kepada aku yang menjadi satu-satunya member yang akan hadir di kajian Ustad NAK pada 18 November 2016. Aku dikenalkan dengan salah satu panitia yang MashaAllah ternyata Manager Humas Program Dream untuk Bayyinah Malaysia, ini sungguh kehormatan besar bisa in touch dengan panitia Bayyinah Malaysia. Awalnya aku hanya berekspektasi dikenalkan dengan panitia acara bukan penanggung jawab semacam ini. Dan alhamdulillah Pak Dali yang menjadi penyambung NAK Indonesia dengan Ustad NAK juga kooperatif dan sangat tidak keberatan membantuku menyampaikan hadiah-hadiah itu.

    Ini seperti mimpi yang keterlaluan bisa kesampaian. Karena saat bulan Ramadan aku hanya berdoa, jadikan aku salah satu murid Ustad NAK ya Allah. Dan kali ini, aku dikasih lebih, aku  bisa bertemu langsung dengan Ustad. Saat dapat kontak Pak Dali dan beliau yang mengontak pertama kali ke Whatsapp ku saja aku senang bukan main, apalagi kalau bisa say hello langsung dengan Ustad NAK. Sungguh Allah terlalu Baik dan skenarionya terlalu diluar dugaan. Aku bersyukur.

    Aku berangkat ke Malaysia dengan membawa hadiah untuk Ustad NAK, berupa decoupage dan scrapbook kumpulan quotes Ustad yang sudah di-posting di akun sosmednya NAK Indonesia. Kebetulan acara diselenggarakan pada Hari Jumat jam 6 sore, jadi aku dan Hain berangkat dari Jakarta jam 11 siang.

    Kami sampai di bandara KLIA2 sekitar pukul 1 siang, kami mengantri cukup lama di bagian migrasi. Karena acara masih cukup lama, kami mampir dulu di Masjid Putra di kawasan Putrajaya. Kami takut tidak bisa lagi jalan-jalan di kawasan pemerintahan Malaysia itu, jadi kami sempatkan solat Ashar di Masjid Putra. Sebenarnya aku diminta Pak Dali untuk datang lebih awal, karena 30 menit sebelum acara dimulai, akan ada book signing. Dan bisa jadi kesempatan aku untuk handover hadiah-hadiah yang sudah dibawa.

    Tapi ternyata aku sampai venue pun mepet jam 6 sore. Di lokasi PICC (Putrajaya International Convention Center) juga sedang diadakan acara musik jadi saat itu venue padat manusia. Dan Alhamdulillah saat kita datang Ustadnya pun baru sampai. Jadi tidak begitu ketinggalan dan book signing pun dibatalkan. Karena kami mepet hadir di venue jadi posisi duduk kami jauh banget dari stage.

    Sebelum memulai acara yang bertajuk The Storry Night: Accused dimana Ustad menceritakan detil dari kisah penghianatan yang berkaitan dengan Aisyah Ra, Ustad NAK senang menghampiri jamaah ikhwan dan mengobrol sebentar-sebentar. Aku mencari Pak Dali karena sudah janji jika sampai aku akan hubungi dia, karena sudah melihat tampangnya di profile Whatsapp dan Pak Dali pun salah satu panitia yang sibuk mondar-mandir, aku samperi saja.

    Setelah memperkenalkan diri dan making sure kalau aku membawa hadiah-hadiah untuk Ustad NAK, Pak Dali merespon “I will arrange time for you to meet ustad, maybe in first break, solat Maghrib. I will call you later.” Dan dia berlalu lagi, sibuk. Beberapa kali aku bilang ke Hain saat melihat Ustad yang asik chit chat dengan jamaah ikhwan, “Hain ustadnya disana, kita jauh. kita samper aja atau gimana?” tapi Hain mengingatkan, “tenang Pak Dali tadi bilang will arrange, jadi dia akan kasih waktu khusus.”
    Benar saja, setelah solat Maghrib handphone ku dapat banyak whatsapp dari Pak Dali, “Where are you, please hurry in front of stage now.” Aku jalan buru-buru ke depan panggung dan diantar Pak Dali ke bakc stage dan Wallahi, my dream was coming true. Di belakang panggung, Ustad dan kedua putrinya sedang asik mengobrol lalu aku datang menghampiri.

    I was shaking, percaya ini bukan mimpi tapi ini bagian dari mimpi. Aku memperkenalkan diri kalau aku perwakilan dari NAK Indonesia yang komunitasnya khusus mentranslate kajian Ustad lewat Youtube dan beliau sering membalas dengan, “Wow, MashaAllah, it’s such an honor. This is amazing. Thank you.” Apalagi ketika aku dan Hain perlihatkan hadiah yang kami bawa. Beliau ditanya tentang NAK Indonesia, awalnya bilang tidak tahu tapi jadi tahu karena ini.
    Selama 5 menit ada di ruangan bersama Ustad, nggak banyak hal yang aku sampaikan selain mengenalkan NAK Indonesia, melihat kekagumannya dengan decoupage dan scrapbook yang kami bawa dan memberikan ucapan di buku yang kami beli di acara itu. Lalu beliau meminta kontakku. Aku sempat merekam kejadiannya disini. Barulah kami berfoto bersama, Pak Dali pun memperkenalkan bahwa NAK Indonesia sangat aktif di facebook dan Instagram. Ketika aku bertanya, “Is there anything you want to say to jamaah in Indonesia?” Dia hanya membalas, “apa ya yang harus saya katakan.” Lalu kami meminta untuk Ustad berbicara di depan kamera ponsel kami, hanya saja karena waktu istirahat hampir habis, jadi Pak Dali menjawab, “mungkin nanti ustad akan membuat video greetings lewat youtube untuk jamaah di Indonesia.” well, aku sangat berharap sekali Ustad memberikan ucapan terima kasih secara langsung via video kepada NAK Indonesia, tapi sayang sampai sekarang masih belum ada. Dan saat aku singgung tentang kedatangannya yang dinanti-nanti, beliau bilang, “Next year InshaAllah.” Semoga di tahun depan memang menjadi tahun kami para murid Ustad NAK di Indonesia bisa mendapat ilmu darinya secara langsung.


    Pertemuan aku dengan ustad NAK yang hanya beberapa menit tapi sampai sekarang masih susah untuk dilupakan. Dan foto ini diambil Husna, anak Ustad NAK yang kebetulan ikut dalam tournya.

    Selama kajian Ustad NAK sering menambahkan dialog yang sangat ekspresif dengan gaya khasnya. Beberapa kali jamaah dibuatnya tertawa sampai geleng-geleng. Ustad NAK tahu bagaimana menghidupkan suasana, apalagi kajian kali ini seperti sedang didongengi kisah, jadi pasti banyak dari jamaah yang menahan kantuk. Sepanjang kajian dari Jam 6 sampai jam 10 malam, kami hanya diberi break solat Maghrib 25 menit dan break kedua 7 menit pada jam 8-an. Ustad NAK MashaAllah banget memaparkan kisahnya, beliau non-stop cerita dan mengambil hikmah dari kejadian bersejarah itu.

    Satu yang saya suka dari Ustad NAK, beliau kalau menyampaikan kajian selalu membawa Quran/Tafsir, pada malam itu dia bawa di tabletnya, sesekali dia melihat tablet dan lalu mondar mandir ke kanan kiri panggung sambil asik bercerita. Bahkan selama itu saya tidak melihat Ustad minum air putih lho. Amazing, karena passion-nya beliau lues sekali menyampaikan materi. Untuk isi kajian kalian bisa dengar disini, dan akan aku tuliskan summary-nya kemudian.🙂


    Setelah selesai kajian, sekitar jam 10 malam. Lagi-lagi ustad mempersilahkan jamaah untuk chit chat dengannya di tangga panggung. Dan saat sebelum beliau tutup acaranya, beliau berpesan, “saya akan duduk disini, kalau kalian ingin mengambil gambar saya silahkan, tapi tidak meminta saya untuk selfie bersama, tidak! kalau ingin diam-diam selfie, terserah.” Alhasil banyak jamaah, khususnya jamaah akhwat yang selfie dari kejauhan seperti kami.

    Setelah pamit dengan Pak Dali karena aku dan Hain harus segera ke Kuala Lumpur sebelum jam 12 malam, Pak Dali bilang kalau InshaAllah beliau akan mengontakku setelah acara ini, dan akan mengontak Mas Fathur dari AQL untuk acara di Jakarta yang sempat tertunda. Aku berharap dan semua jamaah di Indonesia yang senang mendengar kajian Ustad NAK berharap Ustad bisa hadir di Indonesia, membuat serangkaian tour dengan topik kajian yang beragam. Aamiin.
    Tapi sebelum itu, yang sangat aku harapkan yaitu greetings dari Ustad NAK untuk NAK Indonesia dan jamaah Indonesia yang sempat dikatakan saat aku bertemu dengannya, “mungkin nanti Ustad akan say something lewat youtube.” Aku sangat menunggu itu.

    Dengan kejadian bertemu dengan Ustad NAK, aku jadi makin yakin kalau good thing takes time, dan Allah yang paling tahu kapan waktu yang pas. Selain itu aku jadi makin yakin, kalau kita menginginkan sesuatu dan yakin Allah akan mengabulkannya maka tunggu saja, Allah bahkan akan memberi lebih kalau kita bersabar dan terus berusaha. We do the best and Allah will do the rest. Beberapa kali aku bilang ke teman-teman, “Aku minta ke Allah nggak sejauh ini lho, tapi Allah kasih lebih.” dan teman-temanku menjawab, “Ini sudah jalannya.”

    Terima kasih ya Allah, semoga kami bisa terus mendapat benefit dari khutbah yang disampaikan ustad NAK, dan kami semakin nggak ada celah untuk membuang-buang waktu. Semoga kami bisa menjadi personal yang bisa mudah mempelajari dan mengamalkan Quran-Mu. Aamiin.

    Sampai jumpa di kajian Ustad NAK selanjutnya, di Jakarta tentunya. Aamiin.

    #Aliensjournal: Japchae homemade

    Dear you,

    Alhamdulillah hari minggu ini bisa produktif. Another mission accomplished: buat japchae. Setelah nyokap komentar: kamu mau ke titan lagi? Mending buat dulu itu bihun Koreanya nanti keburu lupa malah expired terus kebuang. Haha namanya juga Genis, randomnya gak kelar-kelar. Gw kepingin buat Oreo pie with kiwi as topping (minggu depan inshaAllah ya ke Titan dulu), tapi kepingin punya wadah pie nya dulu. 😙 banyak kepinginnya terus mesti segera, masih penyakit gw. 

    Japchae yang gw buat contekannya dari maangchi, the best banget deh ajuma satu itu kalau urusan masak-masak Korean food. Biarpun pada akhirnya gw subtitute sendiri bahannya karena males alias on budget kalau mesti ngikutin seasli-aslinya yang didapat dari Ranch Market, mihil sis. 

    Bahan japchae itu gampang banget. Dan japchae itu mirip bibimbap (nasi campur) cuma yang ini nasinya diganti bihun korea (minsok dangmyeon). 

    Bihun Korea didapat dari Mugunghwa Market

    Yang wajib kalian harus punya, kecap asin dan minyak wijen. Masakan Korea gak bisa lepas dari dua bumbu ini. Untuk campurannya kalian siapin aja, 

    • bawang bombay dan daun bawang yang sudah ditumis dgn garam. 
    • Jamur merang putih yang dioseng-oseng dgn garam. Begitu juga wartel. 
    • Bayam yang kalian rebus dulu setelahnya ditiriskan lalu dicampur dengan aatu sendok teh minyak wijen dan kecap asin. Kalau gw, gw ganti dengan pokchay karena gw lebih suka sayuran ini. Suka bangettt.

    Rebus bihun Korea

    Rebus bihun koreanya, rebus gitu aja nggak perlu dicampur minyak atau garam seperti buat spaghetti. Setelah sudah dirasa chewy, sekitar 7-10 menit tiriskan. Lalu campur semua bahan sebelumnya, wortel dan kawan-kawan itu. 

    Ohiya, Supaya lebih kenyang, siapkan daging sapi sebelum memulai acara masak-masak ini. Haha lupa. Kalau gw, gw ganti dengan daging ayam fillet. Campur daging dengan satu sendok teh minyak wijen dan kecap asin. Chopping bawang putih diaduk dulu baru simpan di kulkas.gw juga nyiapin telur sebelumnya, ajuma sih nyaranin egg yolk (kuning telur) aja, tapi karena takut putihnya mubazir jadi gw masak aja semua, didadar deh. 

    Campur semua bahan. Diaduk pakai tangan lebih taste good. 😅

    Ready semua bahan? Masukan ke dalam wadah, campur-campur semuanya. Jangan lupa ditambah satu sendok kecap asin, minyak wijen dan gula pasir (better pakai brown sugar). Ditambah bawang putih yang sudah diiris kecil-kecil tapi sebelumnya dikeprek dulu ya biar lbh tasty. Tambah juga merica bubuk. Dan biji wijen. Nah pelajarannya, better biji wijen disangrai dulu supaya lebih berasa, tadi gw main tumpahin aja ke wadah. Hehe.

    Dan chachaaan! Siap disajikan deh. Rasanya itu manis-manis minyak wijen. Gw yang hobi mewijen-wijenkan makanan, sukaaaak banget Japchae ini. 😜 dihidangkan dengan sepiring kecil kimchi lebih kerasa Koreanya.

    Japchae dan Kimchi yang (inshaAllah) dijamin halal.

    Jalmeogesseumnida!! 🍝

    #Aliensjournal: Wisdom for December 2016

    Salaam,

    “Alangkah syahdu menjadi kepompong; berkarya dalam diam, bertahan dalam kesempitan.

    Tetapi bila tiba waktu untuk jadi kupu-kupu, tak ada pilihan selain terbang menari, melantun kebaikan di antara bunga, dan menebar keindahan pada dunia.

    Alangkah damai menjadi bebijian; bersembunyi di kegelapan, menanti siraman hujan, menggali hunjaman dalam-dalam.

    Tetapi bila tiba saat untuk tumbuh dan mekar, tidak ada pilihan kecuali menyeruak menampilkan diri; bercecabang menggapai langit, membagikan buah manis di setiap musim pada segenap penghuni bumi.”

    Tak selalu harus ke tempat yang benar-benar jauh dan benar-benar sepi. Yang utama adalah mengambil waktu bagi jiwa untuk bermesra dengan Rabb semesta, sebagaimana kata dalam kalimat diberi jeda, agar lebih jelas dan tegas maknanya.

    – Salim A Fillah

    —->

    Di penghujung 2016 yang saya maknai dengan kesabaran, Desember menjadi bulan yang seharusnya dapat membuktikan bahwa sabar ini akan berbuah. Bukan sekarang atau pada Desember mungkin, tapi setidaknya setelah ini entah lusa atau bulan itu saya akan merasakan perbaikan. InshaAllah, biar Allah saja yang menilai.

    Niatkan untuk semakin dekat dengan-Nya karena Aa Gym pernah bilang, “Sesungguhnya Allah sudah sangat tahu keinginan dan yang terbaik unutk kita, fokus saja lakukan dengan sungguh-sungguh apa yang disukai-Nya.” Semoga yang berniat menikah dipertemukan dengan jalan yang baik dan di ridhoiNya, semoga yang berniat sekolah lagi dipertemukan dengan kesempatan yang baik dan dicintaiNya, semoga yang berniat segala apapun yang baik diberi keteguhan. Semoga.

     

    #Aliensjournal: Jangan Biarkan Aku Hidup Seorang Diri

    Salaam, 

    Hati ini mendidih, ada perasaan yang nggak bisa ditahan yang akhirnya berujung nangis menghadap kiblat. Hobi baru gw komplen apapun ke Allah. Dan ketika rasa mendidih itu datang, gw biasakan buka Quran secara acak. Dan ini yang gw dapatkan (Al-Anbiya: 82-101):

    1. Allah memberikan cintaNya lewat ujian dan apa-apa yang dimuliakan. Beberapa kisah orang-orang yang sabar diberi ujian: 

    • Doa Nabi Ayub: “Ya Tuhanku, sungguh aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang.”
    • Doa Nabi Yunus: “Tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh aku termasuk orang-orang yang zalim.”
    • Doa Nabi Zakaria: “Ya Tuhanku janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan) dan Engkaulah ahli waris yang terbaik.”

    Buka acak menemukan doa-doa ini

    2. Maryam yang memelihara kehormatannya ditiupkan roh dan dijadikan anak. 
    3. Dimention Zakaria dan Istrinya selalu bersegera mengerjakan kebaikan dan mereka berdoa dengan penuh harap dan cemas. 

    4. Allah berfirman bahwa agama tauhid ini agama satu dan Allahlah tuhanmu. Dan adanya Islam yang terpecah belah. 

    Doa Nabi Yunus aku amalkan setelah solat fardu karena itu doa untuk orang-orang yang dirundung duka, disaat dalam keadaan gelap, depresi, khawatir berlebih… Semoga Allah selalu menaungi orang-orang yang senang berinteraksi dengan Quran. Semoga Allah selalu membimbing. 

    Maha Benar Allah dengan segala firmanNya. :))